Connect with us

Ini Cerita Mbak Weny Ramdiastuti Saat Diminta Menjadi Moderator Debat Pilkada Muratara

Foto Mbak Weny Ramdiastuti seorang jurnalis senior di Sumsel dan menjadi Moderator Pilkada Muratara

Lubuklinggau

Ini Cerita Mbak Weny Ramdiastuti Saat Diminta Menjadi Moderator Debat Pilkada Muratara

PALEMBANG,LK-Seorang Jurnalis senior di Sumatera Selatan (Sumsel) dan juga Pemimpin Redaksi (Pimred) Tribun Sumsel, Weny Ramdiastuti, menjadi moderator pada debat pertama Pilkada Kabupaten Muratara, Senin (26/10/2020) kemarin.

Mbak Weny panggilan Akrabnya, berbagi cerita dan mengungkapkan awal mula dirinya diminta memandu debat pilkada Muratara.

“Jadi diawali dari lima tahun yang lalu, pada tahun 2015 itu saya diminta oleh KPU Sumsel untuk menjadi moderator di Kabupaten Muratara, karena pada saat itu sedang terjadi ketegangan disana, sehingga diambil alih oleh KPU Sumsel,”kata Ibu dua orang anak ini kepada Linggauklik.com, Rabu (28/10/2020).

Dilanjutkan Mbak Weny, terus saat itu dirinya jadi moderator di Kabupaten Muratara dalam situasi yang lumayan tegang, kenapa dikatakan tegang karena persaingan antar paslon saat itu sangat sengit. Sehingga pada debat kedua itu, dirinya diminta menjadi moderatornya.

Diceritakannya, saat itu yang ia alami dan yang paling menegangkan saat acara debat kandidat.

“Saat itu loh, saya meminta salah satu pendukung yang menaiki kursi, untuk turun dari kursinya,”ujar ia.

Karena dirinya menegaskan kepada pendukung, apabila dia tidak turun dan tidak tertib diruang debat, maka dengan tegas ia akan meminta  pendukung untuk keluar dari ruangan.

Singkat cerita kata ia,  sewaktu pilkada Kabupaten Muratara dan saat debat Pilkada tahun 2020 ini, untuk yang kedua kalinya dirinya diminta oleh KPU Muratara untuk menjadi moderator kembali.

“Dimungkinan KPU meminta saya kembali menjadi moderator karena ketegasan waktu itu, maka aku diminta lagi untuk menjadi moderator,”ujarnya dengan nada bercanda.

Namun sambungnya, situasi saat ini berbeda, debat sendiri berlangsung di Palembang, karena situasi pandemi, selain itu yang datang juga terseleksi dan tertata, dan alhamdulillah acara debat kemarin itu berjalan lancar.

Ia menjelaskan, jika seorang moderator itu tidak bisa mengelaborasikan kata-kata gak boleh, mamang begitu, kalau menjadi moderator harus mematuhi dan merujuk kepada aturan dari KPU.

Jadi, tidak boleh ada kata-kata yang diluar dari kesepakatan bersama, namun karena ini debat harus ada suasana yang hidup, dan itu ada pada segmen 4 dan segmen 5, yaitu segmen debat antar paslon.

“Karena itu bertanya satu sama lain, itu bertanya bolak balik antar paslon, dan itu sudah dirancang mempertemukan satu sama lain dan memberikan kesempatan kepada mereka untuk menanggapi kembali,”jelasnya.

Mbak Weny juga menceritakan, kalau dirinya menjadi seorang wartawan, seorang Jurnalis sudah 32 tahun lamanya, iya, dirinya menjadi seorang jurnalis itu sejak tahun 1988 dan menjadi angkatan pertama di Koran Sriwijaya Post, di Kompos Grub media.

Selain itu dirinya juga mengungkapkan selain pernah menjadi moderator pada Pilkada Muratara, ia juga perna menjadi moderator di Pilkada Pagar Alam, Musi Banyuasin.

“Kalau gak salah uda empat kali saya menjadi moderator,”ucapnya.(rdw)

Penulis : Sudirman – copyright@linggauklik.com 2020

Click to comment

Apa Komentarmu

More in Lubuklinggau

Trending

Terkini

RSS ANDROID NEWBIE ID

LinggauKlik

To Top