Connect with us

Hati-Hati, BPOM Temukan Takjil di Lubuklinggau Mengandung Formalin

Foto nampak petugai BPOM Kota Lubuklinggau saat melakukan pengawasan terhadap takjil di seputaran Jalan Yos Sudarso

Lubuklinggau

Hati-Hati, BPOM Temukan Takjil di Lubuklinggau Mengandung Formalin

LUBUKLINGGAU,LK-Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kota Lubuklinggau masih menemukan sampel makanan takjil di Bulan Ramadhan yang masih mengandung bahan berbahaya jenis formalin.

Dari hasil uji sampel petugas dilapangan sejak tanggal 27 April hingga tanggal 4 Mei 2020, BPOM telah mengambil sebanyak 57.

“Hasilnya ada 17 atau 26 persen sampel makananan yang kita uji mengandung formalin,” kata Kepala Kantor Loka BPOM Lubuklinggau Apdil Kurnia, Selasa (5/5/2020).

Pengawasan sendiri, dilakukan pihaknya di tiga titik yakni sekitaran Jalan Yos Sudarso, Jalan Telkom dan sekitaran eks Kompi Kota Lubuklinggau.

Ia menyebutkan, untuk rinciannya tiga dari 14 sampel tahu positif mengandung formalin, sedangkan 15 sampel mie kuning 100 persen mengandung formalin.

“Untuk makanan jenis tahu mengalami penurunan penggunaan formalin, sementara mie basah 100 persen, prodaknya mereka jual dalam bentuk rujak mie,” terangnya.

Ia pun menegaskan, dan meminta pengusaha mie basah untuk taat aturan. Jangan mengganggap selama pandemi Covid -19 BPOM tidak melakukan pengawasan dilapangan. BPOM pun berjanji dalam waktu dekat akan melakukan pengawasan dan memonitor pabrik mie di seluruh Kota Lubuklinggau.

“Kalau masih ditemukan, kita tidak segan-segan melakukan proses hukum,”ungkapnya.

Ia menyarankan, untuk konsumen apabila terlanjur membeli rujak mie kuning, saat membeli pilihlah mie kuning kriting. Karena Ini jauh lebih aman karena dari keadaan kering yang digunakan.

Selain itu, BOPM juga telah menurunkan tim ke sarana-sarana retail pangan dan supermaket, tujuannya mengecek makanan yang dijual selama bulan Ramadhan ini apakah banyak barang rusak atau kadaluarsa.

“Kita sudah beberapa kali turun hasilnya tidak banyak lagi ditemukan beberapa pelanggaran, ada satu dua temuan kadaluarsa karena kelalaian saja, kami sudah ingatkan kepada sarana untuk lebih ketat lagi supaya tidak menjual barang seperti yang kita temukan,”ungkapnya.(rdw)

Penulis : Sudirman – copyright@linggauklik.com 2019

Click to comment

Apa Komentarmu

More in Lubuklinggau

Trending

Terkini

Follow me on Twitter

LinggauKlik

To Top