Connect with us

Generasi Milenial Menjadi Sasaran Jual Beli Kosmetik Online, BPOM Lakukan Edukasi

Lubuklinggau

Generasi Milenial Menjadi Sasaran Jual Beli Kosmetik Online, BPOM Lakukan Edukasi

LUBUKLINGGAU,LK-Kelompok generasi milenial atau generasi muda menjadi sasaran jual beli komsmetik online, dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kota Lubuklinggau berencana lakukan edukasi terkait dengan jual beli kosmetik online tersebut.

Kepala BPOM Lubuklinggau, Afdil Kurnia mengatakan saat ini kosmetik online tengah marak. Salah satu diantaranya jual beli online via media sosial (medsos) atau lewat aplikasi jual beli online.

“Sekarang sasaran terbaru kita itu adalah kaum-kaum atau kelompok-kelompok generasi milenial, generasi muda sekarang,”kata Afdil Kurnia, Kamis (17/1/2019).

Genarasi milenial tersebut dijelaskannya yakni anak remaja, anak SMP, SMA dan mahasiswa. Tentu Itu menjadi sasaran pihaknya sekarang terkait kosmetik. Sebab Sekarang kosmetik online lagi marak, mereka rata-rata mencari kosmetik yang murah.

Karena itu pihaknya akan melakukan edukasi. Itu dilakukan terhadap generasi milenial agar mereka bisa memilih kosmetik yang aman.

“Sekarang kan belanja online. Beli lisptik, parfum. Kita usahakan edukasi mereka, bagaimana mereka memilih kosmetik yang baik, yang aman, tidak sembarangan memilih kosmetik,” jelasnya.

Selain itu diteruskannya edukasi tersebut bertujuan agar generasi milenial sudah lebih dulu paham semisal kalau nanti ada yang punya usaha atau berkeinginan berniaga. Hingga akhirnya mereka berniaga kosmetik online.

Lebih lanjut, pihaknya meminta generasi milenial untuk memilih kosmetik yang memang benar-benar sudah memiliki izin edar untuk diperdagangkan.

“Jangan jadi sub distributir, sub sales, apalah dan kaki tangannya. Memperjual belikan kosmetik orang lian secara online tapi tahu-tahu kosmetik itu gak punya izin,” timpalnya.

Sambung Afdil, akibatnya jika tertangkap akan ada hukumannya, misalkan badan POM yang nangkap, itu biasanya ada pembinaan dulu, edukasi dulu, akan tetapi kalau ditangkap pihak penegak hukum lain, tentu bisa jadi tidak ada pembinaan.

“Jadi masyarakat yang belum teredukasi, maka wajib kita bina dulu. Makanya kita coba kasih informasi ke mereka,” ungkapnya.

Dan dikatakan ia, pihaknya membolehkan siapa saja untuk berdagang online terkait dengan kosmetik, obat-obatan tradisional atau makanan.

“Makanya kita coba edukasi. Jangan sembarangan nanti. Sepertio nah ini kosmetik ini bagus, pemutih ini bagus, cream ini bagus, lipstik ini bagus, tapi tahu-tahu itu gak terdaftar di badan POM,” ujarnya.

Afdil menambahkan, jika memperjualbelikan kosmetik tanpa izin edar maka akan ada pasal.

“Pasalnya itu berat. Itu melanggar undang-undang kesehatan No 30 tahun 2009, pasal 197, itu sangsinya 15 tahun kurungan dan denda 1,5 miliar,” katanya.

Pihak BPOM Lubuklinggau rencananya akan melaksanakan edukasi terhadap generasi milenial dengan berkoordinasi bersama Disdik dan Universitas.

“Kita cari momen yang tepat. Nanti kerjasama dengan beberapa sekolah atau kampus,”tutupnya.(rdw)

Penulis : Sudirman – copyright@linggauklik.com 2018

Click to comment

Apa Komentarmu

More in Lubuklinggau

Trending

Terkini

Follow me on Twitter

LinggauKlik

To Top