Connect with us

FPI Lubuklinggau, Kecewa Berat Karena Baliho Habib Rizieq Shihab Dicopot Petugas

Foto spanduk bergambar tokoh FPI, Habib Rizieq Shihab di di dekat Simpang 3 Lampu Merah, di Jalan Yos Sudarso Kelurahan Air Kuti, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, Kota Lubuklinggau sebelum dilepas

Lubuklinggau

FPI Lubuklinggau, Kecewa Berat Karena Baliho Habib Rizieq Shihab Dicopot Petugas

LUBUKLINGGAU,LK-Ketua DPW FPI Kota Lubuklinggau kecewa berat atas tindakan petugas gabungan yang terdiri dari Polres Lubuklinggau, Satpol PP,  yang mencopot baliho Habib Rizieq Syihab.

Ketua DPW FPI Kota Lubuklinggau Ustad Fahmi Atiq mengatakan dirinya merasa aneh tentang pelepasan Baliho Habib Rizieq yang bertuliskan Revolusi Akhlak.

Karena bagi ia Baliho tersebut tidak Memiliki nilai provokatif. Justru baliho tersebut dipasang tujuannya adalah  untuk mengajak agar semua melakukan Perubahan sikap buruk menuju akhlak yang baik. Mulai dari diri pribadi sampai kepada pemangku jabatan.

“Saya merasa aneh tentang pelepasan Baleho tersebut. Karena Bagi saya habib Rizieq bukanlah koruptor yang sedang jadi buronan. Bukanlah penipu yang merugikan rakyat,”kata Ustad Fahmi Atiq saat dikonfirmasi Linggauklik, Sabtu (5/12/2020) malam.

Dirinya merasa aneh tentang pelepasan Baliho tersebut. Karena Baginya  jika alasannya masalah izin, pertama Baliho itu bukan iklan Bisnis dia cuma baleho dakwah. Kedua baliho itu juga bukan yang bersifat permanen.

Menurutnya, kalau memang yang dipermasalahkan masalah izin kenapa baleho yang disampingnya tidak di bongkar?,dan Kalau memang harus diurus izinnya toh bukan Main bongkar. Tentu ada maklumat yang harus disampaikan agar urus perizinan.

“Intinya Kami merasa aneh. Kok nampaknya alergi sekali dengan foto beliau dan pesan beliau tentang revolusi Alhlak,”tegasnya.

Dikatakan Fahmi, ada apa dengan Negeri ini ?, kemarin ketika beredar kaos atau bendera komunis semua diminta untuk tidak berlebihan menanggapi, padahal simbol tersebut jelas sebagai simbol yang dimusuhi oleh negara dan komunis adalah masa kelam bagi bangsa ini.

Bahkan demokrasi dijadikan alasan untuk tidak menganggap heboh beredarnya simbol simbol itu.

“Sekarang mana alasan demokrasi itu ?,”tegasnya

Kalau sambung ia,  Habib Rizieq dipermasalahkan karena tegasnya terhadap pemerintah, Bukankah Rakyat termasuk Diminta untuk mengawal Gerakan para pengemban amanat ?.

Nah kenapa ketika ada kritikan sebagai bentuk pengawasan dan pengawalan dipermasalahkan.

“Harun Masiku sebagai perampok harta Rakyat sampai saat ini gak jelas bagaimana perkembangannya,”tegasnya

“Saya merasa sila keempat dan kelima perlahan mulai dikaburkan,”terangnya.

Ia juga berpesan, kepada Para Tim Gabungan dirinya hanya berpesan Untuk bertaqwa kepada Allah SWT. Jauhkan Diri rasa kebencian Terhadap kebenaran. Dan Kepada tim gabungan yang membongkar sepanduk tersebut hendaklah bersikap lebih Arif dan bijaksana.

Seperti berita sebelumnya, petugas gabungan yang terdiri dari Satpol PP, Kodim, Polres Kota Lubuklinggau menertibkan spanduk bergambar tokoh FPI, Habib Rizieq Shihab di di dekat Simpang 3 Lampu Merah, di Jalan Yos Sudarso Kelurahan Air Kuti, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, Kota Lubuklinggau.

Spanduk tersebut dipasang tepat disebalah Kantor Pengadilan Agama Kota Lubuklinggau, diduga spanduk dipasang tanpa memiliki Izin dari pemerintah dan diduga mengganggu ketertiban umum.

Sehingga petugas Satpol PP Kota Lubuklinggau, pada Jumat (4/12/2020) sekitar pukul 23.30 WIB melepaskan spanduk yang bertuliskan ‘Repulusi Ahlak’ tersebut.

Selain itu dalam spanduk juga bertuliskan “Gerakan Perubahan dari keburukan menuju kebaikan’

Menurut warga sekitar AL menyebut, spanduk tersebut baru terpasang. Namun dia tidak mengetahui siapa yang memasang spanduk tersebut.

“Iya baru adanya itu pak,”katanya

Kasat Pol PP Kota Lubuklinggau Wali Usman saat dikonformasi mengatakan jika meminta Linggauklik untuk menghubungi pihak Polres Lubuklinggau.

“Izin maaf silakan konfirmasi dengan pihak Kapolres,”ujarnya.

Sementara Kapolres Lubuklinggau AKBP Nuryono membenarkan pelepasan spanduk tersebut oleh petugas gabungan.

“Iya betul”kata Kapolres saat dikonfirmasi oleh Linggauklik.com, Sabtu (5/13/2020).

Namun Kapolres, saat ditanya mengenai alasan tim gabungan melepas spanduk tersebut tidak mau memberikan penjelasannya.(rdw)

Penulis : Sudirman – copyright@linggauklik.com 2020

Click to comment

Apa Komentarmu

More in Lubuklinggau

Trending

Terkini

Follow me on Twitter

LinggauKlik

To Top