Connect with us

FKTP Lubuklinggau Kompak Maksimalkan Layanan Kesehatan Sekaligus Turunkan Angka Rasio Rujukan

Lubuklinggau

FKTP Lubuklinggau Kompak Maksimalkan Layanan Kesehatan Sekaligus Turunkan Angka Rasio Rujukan

LUBUKLINGGAU,LK-Peningkatan mutu layanan kesehatan untuk Peserta JKN-KIS terus digenjot demi memberikan kepuasan layanan kepada Peserta Program JKN-KIS. Salah satunya adalah dengan memberikan layanan kesehatan secara maksimal di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang terdiri dari Puskesmas, Klinik , Dokter Praktek Perorangan dan Dokter Gigi.

Dengan kegiatan Monitoring dan Evaluasi Pelayanan Primer Kota Lubuklinggau yang digelar, Kamis (11/2/2021), BPJS Kesehatan selaku penyelenggara Program JKN-KIS, di Kota Lubuklinggau terdapat FKTP yang telah berkomitmen memberikan layanan kesehatan secara maksimal. Hal ini terlihat dari menurunnya rasio rujukan di tahun 2020 sebesar 13,01 persen.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 5 Tahun 2014 dinyatakan bahwa dalam layanan kesehatan di FKTP terdapat 144 diagnosa yang dapat dilayani di FKTP. Diagnosa-diagnosa tersebut diharapkan dapat diberikan layanan secara maksimal di FKTP sesuai dengan Standar Kompetensi Dokter Indonesia (SKDI) yang dituangkan dalam Peraturan Konsil Kedokteran Indonesia (Perkonsil) Nomor 11 Tahun 2012, sehingga tidak perlu melakukan rujukan ke Rumah Sakit. Oleh sebab itu, rasio rujukan merupakan salah satu penilaian yang dinilai sebagai indikator layanan yang perlu ditindak lanjuti bersama.

“Fokus dalam mencapai kepuasan peserta dengan mengoptimalkan layanan baik di FKTP, FKRTL dan Apotek di era pandemi seperti ini kita manfatkan mobile JKN Faskes. Antrian online dioptimalkan ,” ujar Aida Afrida, Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer BPJS Kesehatan Cabang Lubuklinggau.

“Kita juga harus sama-sama bergandengan untuk mengoptimalkan Program Rujuk Balik. Seperti diagnosa Hipertensi dan Diabetes Melitus (DM) dapat dimasukkan ke dalam Program Rujuk Balik (PRB). Apa saja yang perlu dipersiapkan? FKTP memberikan data potensi PRB ke Rumah Sakit, Rumah Sakit melaksanakan PRB apabila kondisi pasien telah stabil dengan memastikan diagnosa dengan tepat serta peran apotek aktif dalam pemenuhan kebutuhan obat,” tambah Aida.

Salah satu FKTP yang berhasil memberikan layanan secara maksimal dan mampu menurunkan rasio rujukan yakni Puskesmas Megang. Diungkapkan oleh Kepala Puskesmas Megang Titin Wuriyaningsih keberhasilan menurunkan rasio rujukan tidak lepas dari peran aktif tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi.

“Kami banyak melakukan edukasi ke peserta bagaimana untuk memaksimalkan fasyankes (fasilitas pelayanan kesehatan). Edukasi sangat dibutuhkan karena dengan adanya edukasi secara jelas maka peserta akan mengerti dan puas. Jadi tidak perlu layanan kesehatan kemana-mana, kan obatnya sama saja. Dan kami juga memperkuat kunjungan sehat karena dengan kunjungan sehat bisa sekaligus melakukan edukasinya,” ungkap Titin.

Senada dengan Kepala Puskesmas Megang, dr. Yenni Susanti yang merupakan Dokter Praktek Perorangan (DPP) yang bekerjasama juga menyatakan hal yang sama. Namun edukasi yang lebih ditanamkan merupakan pola hidup sehat.

“Selain ada USG kami juga ada edukasi pola hidup sehat saat senam. Jadi ketika edukasi pola hidup sehat itu mencoba introspeksi diri apakah pola hidup selama ini sudah sehat. Jangan mengandalkan obat untuk mengobati penyakit. Karena obat itu akan membuat lebih sakit bukan lebih sehat. Karena obat juga akan dinetralisir oleh hati. Kalau banyak menetralisir obat nanti fungsi hatinya yang kena duluan. Selain itu Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) kami juga jalan,” ujar dr. Yenni.(rls/rdw)

Click to comment

Apa Komentarmu

More in Lubuklinggau

Trending

Terkini

RSS ANDROID NEWBIE ID

LinggauKlik

To Top