Connect with us

Dua Ibu-ibu Melahirkan di Lubuklinggau Hasil Rapid Test Positif Covid-19

Foto Bayi yang dilahirkan di Rumah Sakit Siloam Lubuklinggau. Foto Istimewa

Lubuklinggau

Dua Ibu-ibu Melahirkan di Lubuklinggau Hasil Rapid Test Positif Covid-19

LUBUKLINGGAU,LK-Ternyata yang sebenarnya di Kota Lubuklinggau terdapat dua orang ibu-ibu yang melahirkan di Rumah Sakit Swasta Kota Lubuklinggau dari hasil Rapid Test terpapar positif Covid-19.

Satu pasien berasal dari Lubuklinggau dan dirawat di Rumah Sakit Siloam dan satu pasien berasal dari Kabupaten Muratara sedang dirawat dirumah sakit Ar-Bunda Kota Lubuklinggau.

Sebelumnya Viral di media sosial baik di Instagram maupun melalui pesan berantai WhatsApp yang mengatakan Beberapa rumah sakit (RS) di Lubuklinggau, Sumatera Selatan (Sumsel) menolak melayani pasien positif Covid-19 yang hendak melahirkan. Pasien tersebut akhirnya datang ke Siloam Hospitals Silampari Lubuklinggau dan mendapat pelayanan.

Sementara dilansir di Instragram @Palembang_bedesau menuliskan Berita baik dari Siloam Lubuklinggau SHLL.

Ibu hamil Positive Covid19, maka tidak ada rumah sakit yang mau terima karena positive Covid19. Akhirnya melahirkan dibantu team medis SHLL.

Puji Tuhan anaknya sudah lahir dan Negatif Covid19 dan keduanya (ibu dan anak) kondisinya baik dan sehat,”tulisnya.

Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 Kota Lubuklinggau H. SN Prana Putra Sohe. Ia mengatakan kalau pasien yang dirawat di Siloam itu adalah warga Kota Lubuklinggau.

“Itu warga kita di Lubuklinggau yang melahirkan, tapi mesti dipahami bahwasannya pasien baru hasil rapid test dan belum terkonfirmasi hasil swab-nya,”kata ia, Senin (20/4/2020).

Dijelaskan ia, dari hasil rapid test yang bersangkutan ini positif sedangkan bayi nya dari hasil rapid test negatif, tapi di sehat seperti orang tanpa gejala (OTG), yang bersangkutan sehat tanpa ada kendala sesak nafas dan oleh sebabnya ia bole saja di isolasi sendiri.

“Tapi tanpa menyentu yang lain-lain dalam artian dia tidak bole keluar,”ujarnya.

Menurut ia ,Yang namanya sudah Pasien Dalam Pemantauan (PDP) itu orang yang sudah dirawat karena mengalami batuk-batuk dan sebagainya, itulah yang namonya PDP.

Saat ini kondisinya baik ibu dan juga anak semuanya sehat.

“Sementara dari hasil tracking riwayat pasien tersebut, didapatkan  informasi bahwa yang bersangkutan dari luar kota,”tutupnya.

Tidak lama kemudian beredar lagi kabar bahwannya ada satu pasien Ibu-ibu yang melahirkan dari hasil Rapid Test ternyata terpapar covid-19, pasien tersebut berasal dari Kabupaten Muratara.

Ia sebelumnya sempat dirawat di Rumah Sakit Rupit, karena bayi yang dilahirkan tidak bisa dilahirkan secara normal, sehingga akan dilakukan operasi caesar dan dirujuk ke rumah sakit Ar-Bunda Kota Lubuklinggau.

Sementara Juru bicara gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Muratara, Susyanto Tunut , juga membenarkan kalau pasien positif Covid-19  yang lahiran di Lubuklinggau merupakan warga Kabupaten Muratara.

Dalam rilies resminya di Hotel 929 Kota Lubuklinggau, Minggu (19/4/2020) malam tadi, Susyanto mengatakan kalau pasien tersebut berusia 40 tahun.

“Pagi tadi kami mendapatkan informasi dari Rumah sakit Ar Bunda, bahwa pasien yang dirujuk dari rumah sakit Rupit setelah dilakukan rapid test positif Covid-19,” kata Susyanto kepada Linggauklik.com.

Dijelaskannya, Pasien ini pasien dari rumah sakit Rupit dan akan melakukan persalinan dan dirujuk kerumah sakit Ar Bunda Kota Lubuklinggau.

Sesuia dengan SOP sekarang, kalau akan melaksanakan operasi akan dilakukan rapid test.

“Ternyata setelah di Rapid Test yang bersangkutan hasilnya positif, tapi walaupun demikian berdasarkan informasi tersebut gugus tugas covid 19 muratara melakukan langka antisipasi,”ujarnya.

Sementara anak pasien sedang dirawat dirumah Sakit Ar Bunda Kota Lubuklinggau, sedangkan anaknya dalam kondisi sehat, dan hasil rapid test bayinya Negatif.

Dikatakan ia, pihaknya sudah melakukan tracking siapa saja yang kontak erat kepada pasien dan dari hasil tracking atau pelacakan ada 10 tenaga medis, dokter, perawat, bidan dan ada 17 orang keluarga dekat, dan tetangga.

“Ada 27 orang dinyatakan statusnya sebagai OTG (orang tanpa gejala) dan saat ini dikarantina di hotel 929 selama 14 hari,”ungkapnya.

Menurutnya Kenapa di karantina di Hotel 929 Kota Lubuklinggau, karena informasinya mendadak dan pihaknya  belum memiliki fasilitas yang memadai di Muratara.

Oleh karena itu sambung ia, bapak Bupati Muratara H. Syarif Hidayat sudah berkoordinasi dengan Wali Kota Lubuklinggau H. SN Prana Putra Sohe untuk memberikan persetujuan agar memberikan karnatina di Lubuklinggau.

Dengan adanya informasi hasil rapid test Positif, dan ini baru hasil rapid test artinya ini petunjuk awal masih harus ditindak lanjuti dengan test yang akurat yaitu swab test.

Oleh sebab itu ia menghimbau keluarga baik itu bapak dan ibu yang mengikuti karantina ini untuk bersabar. Karena ini mengikuti petunjuk dan aturan petugas.

“Dan untuk masyarakat luas sekali lagi corona ini bukan aib, senadanyo terjadi positif tidak perlu dijauhi, tidak perlu dibenci, jangan sampai ada pengucilan apalagi baru hasil rapid test,”kata ia.

Ia juga menambahkan kalau pasien positif hasil rapid test ini, tidak ada memiliki riwayat perjalan keluar kota atau kedaerah Pandemi. Namun beliau ini pekerjaannya berjualan minyak di pinggir jalan.(rdw)

Penulis : Sudirman – copyright@linggauklik.com 2020

Click to comment

Apa Komentarmu

More in Lubuklinggau

Trending

Terkini

Follow me on Twitter

LinggauKlik

To Top