Connect with us

Divonis Cuci Darah Seumur Hidup, Sukatmini Bersyukur Menjadi JKN-KIS

Lubuklinggau

Divonis Cuci Darah Seumur Hidup, Sukatmini Bersyukur Menjadi JKN-KIS

LAHAT,LK-Warga kelurahan Sukanegara Kabupaten Lahat ini terdaftar sebagai peserta JKN-KIS dari perusahaan suaminya yang bekerja di salah satu SPBU di Kabupaten Lahat.

Ketika ditemui tim, ia tetap bersedia bercerita walaupun kondisinya sedikit lemah. Matanya berkaca-kaca ketika ia memulai cerita mengenai penyakit yang ia derita.

“Saya menderita penyakit ini sudah sejak dua tahun yang lalu. Awal mulanya seluruh badan saya bengkak dan juga sering merasa sesak napas. Sejak saat itu nafsu makannya  menurun, badan rasanya juga lemah dan tidak bertenaga, padahal sedang tidak melakukan aktivitas.  Saya juga sempat tidak sadarkan diri selama sekitar sepuluh hari. Dan setelah menjalani pemeriksaan dokter memvonis saya menderita gagal ginjal,” cerita Sukatmini sedih yang saat itu bercerita sambil berbaring karena baru saja menjalani cuci darah rutinnya bersama tiga orang pasien, Kamis (21/03).

Sesuai saran dokter maka dalam satu minggu Sukatmini melakukan cuci darah sebanyak dua kali. Dulu di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Lahat belum ada alat hemodialisa sehingga ia harus ke Palembang untuk melakukan cuci darah. Hal ini sempat dijalaninya selama tujuh bulan. Kemudian karena di Kabupaten Lahat sudah tersedia alat hemodialisa maka hingga kini Sukatmini melakukan cuci darah di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Lahat.

“Selama melakukan cuci darah saya selalu pakai kartu JKN-KIS ini. Kalau mau pakai biaya sendiri ya sepertinya tidak mungkin, darimana uangnya. Satu kali cuci darah biayanya bisa mencapai 1,3 jutaan. Itu baru satu kali, kalau seminggu dua kali sudah berapa. Belum lagi kalau dihitung dalam satu bulan saya harus menjalani 8 kali cuci darah, biayanya bisa habis sampai sekitar 10 jutaan. Membayangkannya saja saya sudah takut kalau semua pengobatan itu harus menggunakan biaya sendiri, dari mana uangnya? kebutuhan saya sehari-hari yang harus dipenuhi saya sudah cukup berat saya rasakan. Tetapi Alhamdulillah ada program JKN-KIS, semua ketakutan saya akan biaya bisa hilang, sekarang badan saya juga sudah terasa lebih enak. Selama berobat pun tidak ada kendala yang saya temui, pemberian obat juga lancar. Saya benar-benar merasakan program JKN-KIS ini melindungi saya, dan peserta lain juga pastinya, karena saya tau yang sakit seperti saya kan juga jumlahnya banyak,” ujar Sukatmini.

Sukatmini berharap Program JKN-KIS bisa terus berlanjut hingga kapanpun, karena program ini baginya terbukti sangat bermanfaat dan sangat membantu.

“Apalagi cuci darah saya harus dilakukan seumur hidup. Entah bagaimana jika tidak ada JKN-KIS, mungkin saya tidak bisa bertahan karena biayanya yang sangat mahal.” ucapnya lirih.(rls)

Click to comment

Apa Komentarmu

More in Lubuklinggau

Trending

Terkini

RSS ANDROID NEWBIE ID

LinggauKlik

To Top