Connect with us

Diduga Labrak Aturan, Oknum DPRD Lubuklinggau Nikahi Janda Yang Masih Dalam Masa Iddah

Foto oknum DPRD Kota Lubuklinggay SY dari Fraksi PDIP yang dibagikan ke media sosial

Lubuklinggau

Diduga Labrak Aturan, Oknum DPRD Lubuklinggau Nikahi Janda Yang Masih Dalam Masa Iddah

LUBUKLINGGAU,LK-Belakangan ini sedang viral di media sosial, berita tentang oknum DPRD Kota Lubuklinggau dari fraksi PDIP berinisial SY, yang fotonya bercumbu mesra dengan seorang wanita muda dan dinilai foto tersebut tidak mendidik.

Selain itu, viral juga klarifikasi dari oknum DPRD tersebut kepada wartawan dan mengaku kalau foto yang viral tersebut itu bersama dengan istri muda sahnya, dan klarifikasi itu dikuatkan dengan menunjukan berupa bukti-bukti diantaranya akta penceraian dan surat selembar pernyataan nikah yang ditanda tangani oleh pihak terkait.

Namun, alangkah terkejutnya masyarakat setelah melihat akta penceraian dan surat nikah siri itu, karena jarak akta perceraian, hanya berjarak empat hari. Dimana didalam.surat akta penceraian, tertanggal 7 Juli 2020, sang istri berinisial AJ (22) sudah diputus dan sudah mempunyai kekuatan hukum tetap , telah terjadi perceraian dengan suaminya berinisial BS (22).

Sedangkan, pada tanggal 11 Juli 2020, dalam surat pernyataan nikah yang ditanda tangani oleh SY dan AJ, tertulis keduanya sudah menyatakan sudah menikah, Oknum DPRD berinisial SY, telah menikahkan AJ secara siri.

Padahal seperti dikutif dari KonsultasiSyariah.com, Tidak diperbolehkan bagi seorang lelaki untuk melakukan akad nikah dengan wanita yang sedang menjalani masa iddah setelah pisah dengan suaminya,
baik (iddah, ed.) karena dicerai atau karena ditinggal mati suaminya. Ulama sepakat bahwa nikahnya batal dan wajib untuk segera dipisahkan.

Ibnu Qudamah mengatakan, ‘Apabila ada orang yang menikahi wanita yang sedang menjalani masa iddah, sementara mereka tahu bahwa saat itu (si wanita, ed.) sedang menjalani masa iddah, dan mereka paham bahwa menikah ketika masa iddah adalah haram, maka kedua orang ini dihukumi sebagai orang yang berzina. Dia berhak mendapatkan hukuman zina dan si wanita tidak berhak atas mahar yang diberikan.

Dilansir dari blok.justika.com, ada tata cara dan syarat-syarat agar nikah siri diakui, syaratnya menyerupai syarat menikah yang sesuai agama islam pada umumnya.

Pertama Kedua calon mempelai beragama Islam atau bersedia masuk Islam, kedua, Calon mempelai perempuan yang berstatus janda harus menunjukan surat cerai dan sudah melewati masa iddah atau bisa melakukan pengakuan lisan. Ketiga, calon mempelai pria belum memiliki 4 istri

Keempat Kedua calon mempelai bisa menunjukan KTP sebelum ijab qobul, kelima, Calon mempelai bukan mahram satu sama lain, keenam membawa dan memperlihatkan mahar/seserahan yang diberikan saat ijab qobul.dan tidak sedang dalam masa ihram atau umrah.

Selain itu Linggauklik.com juga mencoba menanyai mengenai masa iddah kepada Kepala Kemenag Kota Lubuklinggau Haris Putra melalui Kasi Bimas Islam Zulkifli menjelaskan, prosesnya terjadi kartu kuning atau surat cerai itu, kalau yang sifatnya putusan  Pengadilan, memang yang bersangkutan meski menunggu masa iddah, masa iddah itu masa tunggu tiga kali suci atau tiga kali masa haid atau menstruasi, jadi tiga kali suci itu masa tunggunya, kalau dia itu cerainya di Pengadilan Agama.

Dijelaskan dia, Masa iddah merupakan waktu tunggu untuk perempuan sebelum menikah lagi. Artinya, dalam masa iddah tersebut dilarang untuk menikah kembali hingga masa tersebut selesai. Masa iddah adalah waktu terhitung di mana wanita mengetahui kosongnya rahim yang diketahui dengan kelahiran, hitungan bulan, atau perhitungan quru’

“Kalau cerainyo mati, waktunya lebih panjang yakni 4 bulan 10 hari masa iddahnya, jadi masa masa iddah itulah yang salah satunya untuk menjaga disatu sisi, bisa saja sang perempuan saat itu dalam kondisi hamil,”jelas Zulkipli saat ditemui diruangannya, Kamis (26/8/2021).

Dijelaskan dia, inikan penceraian, pada saat itu yang keduanya, boleh jadi dia masih dalam keterkaitan ikatan perkawinan dengan suaminya yang cerai tadi kalau belum melewati masa iddah tadi.

Jadi dijelaskan dia, Ini harus wajib dipahami oleh Maayarakat, khusus untuk yang pasca cerai, kadang kadang, ada juga yang melewati itu atau melanggar aturan itu. Itu kajian secara umum.

Selain itu terang dia, ada juga yang menurut ulama-ulama membolehkan, namun mereka belum boleh hidup bersama dulu, dan belum boleh berhubungan layaknya suami istri.

“Jadi setelah pasca nikah, dia wajib menunggu dulu masa iddah, walaupun yang bersangkutan sudah mendapatkan surat cerai dari Pengadilan Agama,”ungkap dia.

Misal dijelaskan Zulkifli, yang bersangkutan dapat surat cerai tertanggal berapa,  kalau misalkan dia tanggal 24 Agustus, maka, dia boleh nikah pada 24 Nopember .

“Jadi 24 September sekali, 24 Oktober sekali 24 Nopember sekali, Namun bukan dalam artian tiga bulan, dia harus melewati tiga kali masa suci atau menstruasi,”terangnya.

Misalkan, ada yang menikah belum melewati masa iddah selama tiga kali, namun dia menikah tentu itu melanggar aturan. Tentu orang yang menikahkannya harus bertanggung jawab baik di dunia maupun di akhirat.

Itu dampakanya, kalau melanggar, itu dianggap berzina terus sepanjang hidupnya, jadi jangan sampai melanggar.Itu disebut zina, karena dia masih ada ikatan dengan suaminya, walaupun dia sudah mendapatkan surai cerai, karena belum waktunya, syarat-syarat itu belum dipenuhinya.

“Sehingga yang sebenarnya mau halal tetapi jadi haram,”tegas dia.

Itu kenapa ungkap.dia, masalah Iddah ini penting, sebelum akta cerai keluar, hakim di Pengadilan Agama sudah menjelaskan lebih awal mengenai masa iddah, artinya dia sendiri yang melanggar.

Zulkifli menghimbau kepada Masyarakat, jadi walaupun mereka sudah cerai, sebaiknya turuti aturan-arutan yang ada.

Namun bukanberarti dia mengajak Masyarakat untuk cerai, karena perceraian itu sangat dibenci oleh Allah, namun Allah juga membolehkan perceraian, apabila memang yang bersangkutan tidak sanggup lagi atau sudah tidak sehati lagi.

Sementara Oknum DPRD berinisial SY saat dikonfirmasi mengenai akta penceraian itu dan surat pernyataan nikah tersebut.ketika ditanya keasliannya dia membenarkan kalau kedua surat itu adalah asli, dia sendirilah yang mengeluarkan surat itu dan disampaikan kepada awak media.

“Ya bener,”ujarnya singkat, Rabu (25/8/2021)

Namun saat dikonfirmasi mengenai, apakah betul antara Oknum DPRD dan JN menikahi siri dengan jarak antara cerai dan nikahnya berdekatan, yang bersangkutan belum memberikan komentarnya.

“Ketemu aja lah mas jadi lebih jelas,”ujar Oknum DPRD tersebut.

Lalu tim Linggauklik.com, bersedia mengajak Oknum DPRD tersebut bertemu pada Kamis (26/8/2021) pagi untuk meminta penjelasannya, namun setelah tim linggauklik.com mendatangi kantor DPRD Kota Lubuklinggau, ketika dikabarkan melalui Whatsapp, yang bersangkutan tidak memberikan respon.

Whatsapp dari tim, hanya dibaca saja namun tidak dibalas, padahal tim sudah berada dikantor DPRD Kota Lubuklinggau yang berada di Kelurahan Petanang, Kecamatan Lubuklinggau Utara I, Kota Lubuklinggau, pada pukul 09.00 WIB dan hingga pukul 10.30 WIB belum ada tanggapan.

Selanjutnya tim linggauklik, mencoba mencari kebenaran surat akta penceraian tersebut ke Pengadilan Agama Lubuklinggau sekitar pukil 10.30 WIB. Saat tiba di Pengadilan pada pukul 11.00 WIb, tim berupaya menemui petugas disana.

Dan setelah diselidiki, dengan memasukan nomor register akta penceraian, ternyata akta penceraian itu asli, yang bersangkutan AJ sudah menggugat cerai suaminya BS yang saat itu sedang menjalani masa tahanan di Lapas Kelas IIA Kota Lubuklinggau.

Meskipun menggugat cerai suaminya, dikutip di Rebublika.co.id, Jika istri yang menggugat cerai, maka wajib masa iddahnya 1 bulan (1 bulan). Bagi perkawinan yang putusnya karena perceraian maka tenggang waktu tunggu dihitung sejak jatuhnya putusan Pengadilan Agama yang mempunyai kekuatan hukum tetap, artinya sejak tanggal 7 Juli-hingga 7 Aguatus 2020 yang bersangkutan harus menahan dulu pernikahannya, karena masih dalam masa Iddah. Akan tetapi keduanya, setelah empat hari cerai sudah menikah.

Dari penelusuran Mantan suami, disebut petugas di Pengadilan Agama, hingga hari ini belum mengambil akta penceraian tersebut, padahal berdasarkan hasil penelusuran tim linggauklik, BS saat ini sudah menghirup udara bebas.

Namun, saat mencoba menumui BS dirumah orang tuanya di Lubuklinggau, BS saat ini sudah bekerja sebagai supir truk dan mengatarkan barang keluar daerah Lubuklinggau. BS hanya sesekali pulang kerumah.

Seperti diketahui berita sebelumnya, Menyikapi viralnya pemberitaan tentang foto di sosmed yang melibatkan oknum DPRD Kota Lubuklinggau Periode 2019-2024 partai PDI perjuangan berinisial S dengan  seorang perempuan berinisial TA.

Perhimpunan Mahasiwa Hukum Indonesia (Permahi) kota lubuklinggau meminta kepada Badan Kehormatan DPRD kota Lubuklinggau untuk memproses dan menindaklanjuti persoalan tersebut karna sudah menjadi konsumsi publik terkhusus di wilayah kota lubuklinggau.

“Perbuatan tersebut diduga sudah dikatagorikan sebagai perbuatan Asusila karna tidak sesuai dengan aturan norma -norma atau kaidah kesopanan yang berlaku di masyarakat, terlebih lagi beliau ini wakil rakyat dan membawa lembaga wakil rakyat yang melekat di dirinya,”kata Hidayat kepada wartawan, Senin (23/8/2021).

Permahi DPC Lubuklinggau, meminta Badan kehormatan DPRD Kota lubuklinggau untk memanggil oknum anggota dewan berinisial S untuk dimintakan klarifikasi sehingga publik bisa mengetahui kebenaran sanggahan yang sudah disampaikan oleh S di media online.

Selain itu Permahi Mendesak badan Kehormatan DPRD kota Lubuklinggau menjatukan sanksi pemecatan kepada oknum berinisial S jika terbukti bersalah melanggar kode etik dan tidak bisa menjaga martabat, kehormatan, citra dan kredebelitas anggota DPRD Kota Lubuklinggau.

Karna tugas dan wewenang  Badan Kehormatan  sesuai dengan pasal  8 bagian kedua peraturan DPRD Kota Lubuklinggau Nomor 25 Tahun 2014 Tentang tata tertib yakni pertama Mengamati,mengevaluasi disiplin, etika dan modal anggota DPRD dalam rangka menjaga kemartabatan dan kehormatan sesuai kode etik DPRD.

“Kedua Meneliti dugaan pelanggaran yang dilakukan anggota terhadap peraturan tata tertib dan kode etik DPRD serta Sumpah Janji,”jelas Hidayat.

Sedangkan sambung dia, Dalam pasal 5 peraturanan DPRD Kota Lubuklinggau nomor 25 tahun 2014 dijelaskan bahwa tujuan Kode Etik adalah untuk menjaga martabat, kehormatan, citra dan kredebelitas anggota DPRD dalam melaksanakan tugas,wewenang dan kewajibanya serta tanggung jawab kepada Pemilih, Masyarakat dan Negara.

Hidayat menjelaskan, jika ditengah pandemi  rakyat yang jatuh cinta saja berani menunda nikah, ini kok wakil rakyat memberikan contoh kepada masyarakat tentang bagaimana dunia bercintaanya !

Jangan salahkan rakyat/masyarakat memberikan anggapan tidak baik kepada DPR kerena yang di pertontonkan saja seperti Itu,

“Setiap tindakan,sikap,dan prilaku dimasa keritis seperti sekarang itu mencerminkan Prioritas, Inikah prioritas wakil rakyat kami
Asik bercinta padahal rakyat lagi sengsarah,”ujarnya.

“Perbuatan tersebut sungguh dapat mencederai kepercayaan kami,tidak mendidik, mencerdaskan, apalagi menuntun kami untuk menjunjung nilai-nilai kehormatan apalagi beliau sedang mengemban amanah sebagai wakil yang dipilih rakyat,”tandasnya.

Seperti diketahui berita sebelumnya, Viral isu perselingkuhan salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan (Sumsel).

Pasalnya, tersebar foto mesra sang anggota dewan dengan seorang wanita. Foto tersebut diduga pertama kali diunggah oleh akun facebook bernama Ramzi Dun.

Dalam foto tersebut turut pula beredar pula caption yang bertuliskan

“Terungkap aksi be…..!!! Wakil ketua DPRD Kota Lubuklinggau bermesraan di kamar hotel dengan keponakannya sendiri,” tulisnya.

“Tercorengnya DPRD Kota Lubuklinggau karena prilaku bejat wakil ketua DPRD 2, SUYITNO pertama terlihat di akun media sosial, story WA perempuannya. TA.

‘Be……. lagi kesempatan itu dilakukannya Wakil Ketua saat sang suami menjalani hukuman di lapas’.

‘Kepada yang terhormat kepada bapak DPRD Suyitno, dimana hati nurani anda, anak istri anda tinggalkan. Disaat pandemi bukannya berbagi kepada yang tidak mampu anda berbagi dengan pasangan orang lain’.

Namun, setelah informasi ini beredar dan viral di media sosial, postingan dan akun facebook dari Ramzi Dun tersebut langsung menghilang.

Sementara anggota dewan yang dimaksud dalam postingan tersebut saat dikonfirmasi wartawan membenarkan kalau yang ada dalam postingan tersebut merupakan dirinya.

“Benar itung-itung kampanye gratis orang yang tidak kenal jadi kenal, dengan adanya kejadian itukan orang tahu Waka II itu Suyitno,” Tutup Suyitno saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (20/8/2021).

Diawal saat dikonfirmasi, Suyitno mengaku dirinya tidak mengenal dan mengetahui akun tersebut, malahan ia bertanya kira-kira akun itu bisa dilacak atau tidak.

Saat ini dirinya sedang berada di luar kota, dirinya menegaskan setelah pulang ke Lubuklinggau nanti akan mempelajari lebih dahulu dan berencana akan melapor ke polisi.

“Kalau memang laporan itu bisa ditindak lanjuti, ya mungkin akan tetap saya lapor. Tapi kalau kita lapor hanya ditanggapi saja ya percuma saja. Kalau misalnya bisa dilacak, terus laporan itu ditanggapi dengan serius oleh polisi akan saya laporkan,” ungkapnya.

Suyitno kembali menegaskan, dirinya tidak mengenal sama sekali akun tersebut. “Dia (pemilik akun) menyebarkan itukan di akun jual beli. Nah, melalui lapak jual beli itu ada oknum yang menyebarkan,” ujarnya.

Suyitno pun mengatakan sudah mengecek akun yang menyebarkan foto itu di lapak jual beli merupakan akun bodong atau palsu.

“Kami memang sudah sah punya saya, yah tidak masalahkan? Kemudian oknum yang menyebarkan itu dapat foto dari status WhatsApp (wa) istri saya,” ungkapnya.

Menurut Suyitno, sebenarnya kasus ini sudah lama, sebab beberapa waktu lalu sebuah media online sudah pernah memberitahunya, namun saat itu ia sudah memberikan klarifikasi.

“Ini sebenarnya sudah lama, ada waktu itu kawan-kawan media online itu menemui saya, bahwasanya ada orang yang mengasih foto-foto itu. Nah, waktu itu sudah saya klarifikasi sama kawan-kawan itu. Nah, kawan-kawan itu mungkin saya tidak tahu apakah ini orang dalam kita atau orang luar,” ujarnya.

Suyitno kembali menegaskan berencana ketika sudah pulang ke Lubuklinggau nanti, dirinya berencana memanggil orang-orang  yang mendapatkan foto itu pertama kali.

“Kalau untuk kode etik jurnalistiknya seperti apa. Pastinyakan kalau melindungi pelaporan itu punya hak, tetapi kalau sudah mencemarkan nama baik seperti ini bagaimana.

“Inikan mencemarkan nama baik, sedangkan kemarin saat dia melapor dengan media online itu sudah saya klarifikasi dan kasih jawaban mangkanya tidak munculkan. Nah, ini dia melemparkan ke medsos, saya rasa yang melemparkan ke medsos itu mungkin oknum yang melapor ke media online tadi,”  ungkapnya.(rdw)

Foto surat cerai dan surat pernikahan yang jaraknya hanya 4 hari.

Penulis : Sudirman – copyright@linggauklik.com 2021

1 Comment

1 Comment

  1. MJunanto

    1 September 2021 at 17:30

    Inilah kelebihan anggota dewan sekarang..bisa semaunya..bisa mentang mentang…beda dgn anggota dewan jaman dulu…kualitas dan akhlaknya teruji dan terpuji

Apa Komentarmu

More in Lubuklinggau

Trending

Terkini

RSS ANDROID NEWBIE ID

LinggauKlik

To Top