Connect with us

Di HBA ke-60 Kejari Lubuklinggau Umumkan Capaian Kinerja, Apakah Ada Capaian?

Kasin Intelijen Kejaksaan Negeri Lubuklinggau Aan Tomo

Lubuklinggau

Di HBA ke-60 Kejari Lubuklinggau Umumkan Capaian Kinerja, Apakah Ada Capaian?

LUBUKLINGGAU,LK-Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuklinggau di Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke-60 menyampaikan secara terbuka kinerja kepada media di kantor Kejari Lubuklinggau, Rabu (22/7/2020).

“Hari ini kami Kejari Lubuklinggau memberikan gambaran kinerja selama satu tahun berjalan, beberapa perkara yang selama ini ditangan kejaksaan mengenai progres,”kata Kepala Kejaksaan Negeri Lubuklinggau Willy Ade Chaidir melalui Kasi Intelijen Aan Tomo kepada wartawan.

Dijelasaknnya, ada  Perkara lama tapi tetap, akan ditindak lanjuti tidak ada yang namanya ditutupin. Seperti perkara uji kempetensi pejabat struktural di Kabupaten Muratara atau istilahnya kasus 929 atau juga perkara lelang jabatan dan kasus ini sudah ada dua tersangka.

Kedua tersangka yang ditetapkan yakni Mantan Bendahara Pengeluaran BKPSDM Kabupaten Muratara berinisial RP dan Tim Pansel Lelang Jabatan berinisial HR.

“Kasus ini tidak menutup kemungkinan bakal ada tersangka baru misalkan penyidik menemukan bukti-bukti keterlibatan siapapun dan progresnya saat ini sedang menunggu hasil audit BPKP Sumsel,”jelasnya.

Selain itu ada dugaan pungli pada Dinas Pendidikan Kabupaten Musirawas, progesnya memang belum ada tersangka dan saat ini dalam pemeriksaan saksi-saksi,
insyallah tegasnya dalam waktu dekat pihaknya akan meminta BPKP Sumsel untuk mengaudit hal tersebut.kalau hasil audit sudah ada kemungkinan akan ada penetapan tersangka.

“Kalau dijudul perkara walaupun pungli juga kalau melibatkan aparatur negara tetap diagap tindak pidana korupsi, tapi penyidik tidak hanya terfokus pada pungli apakah ada juga indikasi korupsi di kegiatan tersebut,”terangnya.

Sementara untuk, dugaaan tindak pidana beberapa kegiatan berupa penyidikan makan dan minum, pemeliharaan rutin, pengandaan alkes Rumah sakit Umum daerah (RSUD) Muara Rupit Kabupaten Muratara, progesnya belum ada penetapan tersangka dan saat ini dalam pemeriksaan saksi-saksi.

Di bidang pidsus Kejaksaan juga saat ini dalam penuntutan pihaknya sekarang lagi menyidangkan lerkara dugaan tindak pidana korupsi pada pemberian fasilitas kredit kerja, jasa kontruksi pada tahun 2010 kepada PT. Perdana Karya Sarana Mandiri oleh BNI Cabang Lubuklinggau senilai Rp1.250.000.000. atas nama terdakwa Eri Ashari.

Sekarang progesnya dalam sidang pemeriksaan saksi-saksi.

Dan itu progres kejaksaan Negeri Lubuklinggau dalam penanganan tindak Pidana Korupsi.

“Mudah-mudahan tahun ini ada kasus-kasus baru yang naik ke penyidikan, jadi tidak ada yang namanya ditutup-tutupin,”pungkasnya.(rdw)

Penulis : Sudirman – copyright@linggauklik.com 2019

Click to comment

Apa Komentarmu

More in Lubuklinggau

Trending

Terkini

Follow me on Twitter

LinggauKlik

To Top