Connect with us

Dampak Corona, Warga Miskin di Kota Lubuklinggau Bertambah 19 Ribu Orang

Foto ilustrasi/Sumber Internet

Lubuklinggau

Dampak Corona, Warga Miskin di Kota Lubuklinggau Bertambah 19 Ribu Orang

LUBUKLINGGAU,LK-Dampak dari virus corona atau Covid 19 l, banyak Masyarakat yang kehilangan mata pencarian, akibatnya saat ini muncul fenomena warga miskin baru.

Berdasarkan Data Dari Dinas Sosial Kota Lubuklinggau sampai dengan Senin (6/4) kemarin, warga miskin baru yang terdata di Kota Lubuklinggau ada 19 ribu orang.

“Saat ini tim TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan) masih melakukan pendataan, sampai dengan saat ini baru terdata 19 ribu KK dan saat ini pendataan masih terus dilakukan,” ujar Kepala Dinas Sosial Kota Lubuklinggau, A Ritonga pada kepada Linggauklik.com, Selasa (7/4/2020).

Bahkan lanjutnya, hingga Senin (6/4/2020) kemarin saat video conference (Vidcon) ulang dengan dihadiri 17 Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kota di Sumsel terkait menanyakan kesiapan pendataan semuanya rata-rata belum siap.

Hasilnya semua kepala dinas sosial kabupaten kota meminta tempo, karena posisinya KK dan KTP harus diketik ulang, tidak mungkin hanya disampaikan dalam bentuk format, jadi semua minta tempo waktu sampai senin depan.

Ia menjelaskan pendataan warga miskin baru ini dilakukan menindak lanjuti permintaan Gubernur Sumsel Herman Deru terkait pendataan warga miskin dampak pandemi Covid-19 atau Virus Corona.

“Intinya kita melakukan pendataan warga miskin baru atau orang yang kehilangan mata pencarian saat pandemi ini berlangsung,” paparnya.

Ia mengungkapkan, mereka yang didata ini adalah warga diluar Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang ada di Pusdatin atau diluar PKH dan diluar bantuan Sembako yang akan diberikan Pemkot Lubuklinggau.

Kriteria warga miskin baru yang akan mendapat bantuan ini yakni pegawai yang di luar tanggungan negara seperti Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, Polri, pegawai BUMN serta BUMD. Lebih tepatnya pegawai tidak tetap atau pedagang kecil, termasuk ojek pangkalan dan ojek online (Ojol).

Ketika disinggung untuk jumlah kuota Kota Lubuklinggau, ia menegaskan sampai dengan saat ini pihaknya belum mengetahui berapa jumlah kuota untuk keseluruhannya.

“Sumsel secara keseluruhan juga belum tahu termasuk Lubuklinggau, kita hanya disuruh melakukan pendataan, bentuk bantuannya kita juga belum tahu, apakah bentuk nominal atau sembako,” tambahnya.(rdw)

Penulis : Sudirman – copyright@linggauklik.com 2019

Click to comment

Apa Komentarmu

More in Lubuklinggau

Trending

Terkini

Follow me on Twitter

LinggauKlik

To Top