Connect with us

Cerita Warga Lubuklinggau, Rekan Kerja Rion Yogatama Yang Lolos Dari Kecelakaan Sriwijaya Air

Foto Septian warga Lubuklinggau saat bersama teman-temanya kerja saat menumpangi kapal KM. Dharma Kartika VII, dengan tujuan Pontianak, mereka adalah rekan-rekan kerjan Rion Yogatama yang menjadi penumpang Pesawat Sriwijaya Air yang jatuh.

Lubuklinggau

Cerita Warga Lubuklinggau, Rekan Kerja Rion Yogatama Yang Lolos Dari Kecelakaan Sriwijaya Air

LUBUKLINGGAU,LK-Septian Aprial dan kawannya kaget setelah mendapat kabar pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak, Senin (11/01/2021), karena ia dan rekannya hampir saja ikut menumpangi pesawat yang diduga jatuh di Kepulauan seribut tersebut.

Septian warga Lubuklinggau yang tinggal di Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Lubuklinggat Barat II, dia bekerja satu Perusahaan atau di PT. YPTT dengan Rion Yogatama (30) warga Lubuklinggau yang ikut menumpangi pesawat Sriwijaya Air naas tersebut.

Direncanakan Septian dan tim kerjanya yang berasal dari berbagai daerah akan berangkat dari Jakarta ke Pontianak bersama dengan Rion Yogatama menaiki pesawat. Namun niatnya naik pesawat batal, karena saat itu Septian diajak rekannya untuk menggunakan mobil dan menyeberang menumpangi KM. Dharma Kartika VII dari Semarang ke Pontianak.

“Kita dari Jakarta naik mobil, lalu menumpangi kapal,”kata Sertian saat dihubungi Linggauklik.com, Rabu (13/1/2021).

“Kami dengan Rion sama-sama bekerja di PT. YPTT di Jakarta, tapi saya bekerja disana sebagai pemasangan sinyal, sementara Rion Yogatama itu bekerja bagian yang ngurus tower-tower seperti itu,”kata Septian.

Dijelaskan ia, Jadi memang ada beberapa tim yang ada di Jakarta, itu diberangkatkan ke Pontianak, termasuk ia dan Rion.

Sebenarnya kata ia, pada Sabtu (9/01/2021) itu mau naik pesawat berbarengan dengan Rion Yogatama, dari Jakarta ke Pontianak, tetapi tim dan kawan-kawam lain mengajak untuk naik mobil dan menyeberang menggunakan kapal saja.

“Kita memang sudah di Jakarta, Makanya mereka dan saya dari Jakarta berangkat ke Semarang, dan berangkatnya juga pada sabtu itu Jam 1 siang,”ujarnya.

Sementara Rion ini terang ia,  karena dia dari Kota Lubuklinggau, makanya dia transit ke Pontianak dan  tidak dari Jakarta. Selain itu  Tim kerja Rion juga sudah ada yang berangkat ke Pontianak, jadi tim Rion itu sudah nyampe di Pontianak lebuh awal.

Karena teman-teman Rion sudah di Pontianak, sehingga Rion akan nyusul timnya ke Pontianak, itulah dia naik pesawat.

“Sebenernya saya juga pada sabtu itu niatnya akan naik pesawat, tapi karena tim saya ngajak naek kapal saja, dan sekalian jalan-jalan,”ungkapnya.

Lanjut diceritakan Septian, Karena di perjalanan Kapal lama dan sinyal juga tidak ada, sehingga setelah sampai di Pontianak baru mendapat kabar kalau pesawat Sriwijaya Air yang ditumpangi Rion jatuh.

Setelah sampai di Pontianak hari  Senin (11/01/2021), ia langsung menghubungi keluarga di Lubuklinggau, bahwa dia berangkat menggunakan kapal, dan tidak ikut dengan pesawat yang ditumpangi Rion.

Ia menjelaskan, dari PT. Sendiri Banyak yang dikirim dari Jakarta ke Pontianak, ada sekitar enam tim.

“Untuk yang berasal dari Kota Lubuklinggau ada tiga, Saya, teman saya, dan Rion,”ungkapnya.

Namun sambung ia,  yang naik pesawat hanya Rion Sendirian. Septian dan teman-teman memilih naik mobil lalu menyeberang menggunakan kapal.

Semua tim dan ia,  hampir saja ikut menjadi korban, bersyukur ia dan rekannya memilih naik kapal.

“Dan kami dari rekan kerja Rion mengcapkan turut berbela sungkawa atas kejadian ini, semoga Rekan kerja kami dapat segera di identifikasi, dan bagi keluarga agar tetap sabar dan tawakal, semoga keluarga segera mendapat kabar baik dari kondisi teman kita Rion Yogatama,”tutupnya.

Sebelumnya Vivi (28) istri dari Rion Yogatama menyebut terakhir kontak dengan Suaminya, Sabtu (9/01/2021) sekitar pukul 12.30 WIB sebelum ia menumpangi pesawat Sriwijaya Air, Sabtu (9/1/2021).

Diceritakan Vivi jika Rion berencana pergi ke Pontianak karena dipanggil kerja disana, dan ia pada Jumat (8/9/2021) berangkat ke Jakarta dengan menumpangi pesawat Batik Air. Sekitar pukul 11.50 WIB dan tiba di Jakarta sekitar pukul 13.00 WIB.

Kemudia saat kejadian Naas tersebut terjadi pada, Sabtu (09/1/2021) dirinya menyebut terakhir kontak dengan Suaminya itu sekitar pukul 12.30 WIB.

“Saya hubungi suami saya. Kata dia berangkat sekitar jam 1an, terus sore sekitar jam 3 saya chat lagi, tapi WAnya ceklis, kemudian ditelpon juga tidak bisa,”ungkap Vivi kepada wartawan, Sabtu malam.

Karena khawatir sehingga ia mencoba menghubungi temannya yang berada di di Pontianak, dia adalan rekan kerja Suaminya Rion Yogatama. Dan Vivi mencoba bertanya kira-kira pesawat dari Jakarta ke Pontianak berapa jam. Dan temannya suami menjawab sekitar satu jam.

Dan dia melihat di televisi berita pesawat dari Jakarta tujuan Pontianak hilang kontak, dan dia mencoba kembali menghubungi rekannya di Pontianak, namun Suaminya belum ada kabar. Bahkan sampai Sekarang belum ada kabar suaminya.

Vivi pun menangis, dan berharap suaminya baik-baik saja.

Vivi juga menceritakan jika suaminya membeli tiket transit ke Pontianak. Dia dari Lubuklinggau pada Jumat kemarin berangkat dan ia sempat menginap semalam di Jakarta.

Dan rencananya pada Sabtu hari ini dia akan berangkat dari Jakarta ke Pontianak akan menggunakan Nam Air dan dijadwalkan berangkatnya sekitar pukul 07.00 WIB.

sebenarnya suaminya membeli satu tiket transit Lubuklinggau-Jakarta dan transit ke Pontianak. Kemungkinan karena dia ditinggal pesawat Nam Air atau apa sehingga dia memili pesawat Sriwijaya Air naas tersebut.(rdw)

Penulis : Sudirman – copyright@linggauklik.com 2021

Click to comment

Apa Komentarmu

More in Lubuklinggau

Trending

Terkini

Follow me on Twitter

LinggauKlik

To Top