Connect with us

Cerita Sopir Mobil Angdes di Perbatasan, Penumpang Sepi Karena Perbatasan Disekat

Foto nampak petugas Angdes saat sedang menunggu penumpang

Lubuklinggau

Cerita Sopir Mobil Angdes di Perbatasan, Penumpang Sepi Karena Perbatasan Disekat

LUBUKLINGGAU,LK-Cerita Sopir Angkutan Desa (Angdes) jurusan Lubuklinggau-Curup, sepi penumpang karena Penyekatan di perbatasan Lubuklinggau Sumsel dan Rejang Lebong, Benkulu.

Sejumlah sopir angdes tersebut harus merana, karena penumpang yang sepi, anjlok pasca diterapkannya penyekatan, larangan mudik.

Dengan adanya penyekatan dan larangan mudik tersebut, membuat banyak warga Curup, Kabupaten Rejang Lebong, yang takut datang ke Lubuklinggau untuk berbelanja dan sebagainya.

“Penumpang ini takut datang ke Linggau, karena ada informasi masuk lubuklinggau dilarang, atau ditutup,” kata salah satu sopir Angdes, Zulkarnain, saat ditemui mangkal di sekitar terminal Watas, perbatasan Lubuklinggau-Bengkulu, Jumat (7/5/2021).

Dia mengaku, penumpang turun hingga 75 persen. Biasanya bisa dua kali narik pulang pergi (pp) tiap hari, saat ini hany sekali. “Kadang hanya bawa penumpang 3-4 orang yang ke Curup,” katanya.

Seperti diketahui, jarak ke Lubuklinggau yang hanya 50 km, membuat warga Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, banyak yang berbelanja keperluan ke Kota Lubuklinggau.

“Biasanya kami dari jam 8 pagi sudah narik penumpang. Sekarang sudah jam 11 siang, belum ada penumpang,” keluhnya.

Dia mengaku ongkos ke Curup dan sekitarnya Rp 35ribu per penumpang. “Kalau bisanya kami mengantongi uang pengahilan 100-150 per hari. Saat ini paling 50 ribu,” katanya.(rdw)

Penulis : Sudirman – copyright@linggauklik.com 2021

Click to comment

Apa Komentarmu

More in Lubuklinggau

Trending

Terkini

RSS ANDROID NEWBIE ID

LinggauKlik

To Top