Connect with us

Cerita Pengrajin Rotan di Lubuklinggau Ditengah Wabah Covid-19 Rajinannya Tak Laku

Foto Anto saat sedsng menyerut rotan miliknya untuk dijadikan rajinan tangan karyanya

Lubuklinggau

Cerita Pengrajin Rotan di Lubuklinggau Ditengah Wabah Covid-19 Rajinannya Tak Laku

LUBUKLINGGAU,LK-Sejak pemerintah mengimbau masyarakat untuk melakukan social distancing agar penularan Covid-19 berkurang, mebuat pengrajin rotan di Kota Lubuklinggau mulai merasakan masalah.

Semisal yang dialami Anto pengarajin rotan, Warga RT 6 Kelurahan Jawa Kiri Kecamatan Lubuklinggau.

“Karena covid ini, usaha pengrajin saya terdampak, kesaharian saya pengrajin rotan dan karena covid ini kerajinan kami ini tidak ada yang mau beli,”kata Anto saat dibincangi wartawan, Rabu (22/4/2020).

Diungkapkanya, untuk beralih propesi ke pekerjaan yang lain, sungguh tidak mudah untuk dirinya, sebab ia tidak memiliki keahlian yang lain selain sebagai pengarajin rotan, sejak kecil kepandaiannya hanya sebagai pengarajin rotan.

Anto kini bingung. Dia tidak tahu berbuat apa untuk mensiasati kebutuhan hidup keluarganya. Usaha rumahan satu-satunya untuk menyambung hidup kini tak bisa diharapkan selama masa pandemi virus corona.

Ia juga kecewa dengan Pemerintah, sebab ia yang terdampak, saat pembagian sembako kemarin belum mendaparkan. Ia menilai pembagian sembako tidak adil, ia mengaku kalau ia orang yang terdampak juga.

“Kami sudah menyerahkan data, data itu data yang lama Setelah kami tanya ke posko katanya tahap kedua dan kami mengaharapkan bantuan yang petama ini,”kata Anto.

Ia mengaku, untuk mencukupi kebutuhan Keluarga  saat ini sangat berat.

Ia berharap dan meminta kepada Pemerintah untuk seadil-adilnya, jangan yang layak medapatkan, tetapi tidak dapat.

Sementara Walikota Lubuklinggau H. SN Prana Putra Sohe mengatakan ia meminta masyarakat yang belum mendapatkan sembako untuk bersabar nanti yang belum dapat akan dibagikan.

“Kita bertahap dan beguyur,”kata ia.

Dan pembagian sembako ini menurut Nanan, merupakan rejeki juga untuk orang yang miskin. Misal pedagang, rumahnya besar dan sebagainya, tetap ia dikasih untuk saat ini.

Karena, suatu saat dagangannya diminta untuk tutup bagaimana, tentu ia juga akan terdampak.

“Memang saya juga mendapatkan masukan seperti tukang orgen tidak main, banyak lagi yang lain ya berkaitan dengan covid ini ya itu sabar,”jelasnya.

Ia menjelaskan, nantikan Gubernur Sumsel juga akan memberikan bantuan dan ka berharap masyarakat untuk menunggu terlebih dahulu, sebabnya ia tidak bisa melampaui Gunernur.

Dan tugas yang berat ini, minimal sudah menyelesaikan tahap pertama dulu dan menjadi ringan.

Nanan mengungkapkan, saat ini petugas yang membawa sembako tersebut tidak bisa satu orang untuk membawanya ke satu rumah, bayangkan minyak, telok, beras dan ini door to door. Pengerjaan sangat capek bagi petugas dilapangan.

“Jadi kalau ada hal-hal yang terjadi riak-ria di Masyarakat itu wajar saja, tapi perlu kita lihat secara keseluruan,”tutupnya.(rdw)

Penulis : Sudirman – copyright@linggauklik.com 2020

Click to comment

Apa Komentarmu

More in Lubuklinggau

Trending

Terkini

Follow me on Twitter

LinggauKlik

To Top