Connect with us

Bronjong “Baijuri” Taba Baru Dipertanyakan Warga

Lubuklinggau

Bronjong “Baijuri” Taba Baru Dipertanyakan Warga

LUBUKLINGGAU, LK – Pembangunan Bronjong yang berada di RT 05 Kelurahan Taba Baru Kecamatan Lubuklinggau Utara I dipertanyakan warga. Soalnya, informasi pemasangan bangunan penahan tebing dari erosi ini tidak dipasang atau dengan kata lain tidak transparan. Selain itu formasi bangunan pun sepertinya tidak menganut azas manfaat serta banyak kejanggalan lainnya.

Seperti yang dikemukakan Hamzah (45) warga setempat. Proyek yang dimulai sekitar akhir November ini tidak banyak diketahui informasinya. Siapa pemborongnya? berapa nilainya? warga tidak ada yang tahu, sama seperti Tahun 2017. Tak hanya itu, warga juga sudah meminta kepada pelaksana di lapangan untuk mendapatkan gambar proyek. Namun yang terjadi malah diping-pong.

“Kami tanya ke Pelaksana di lapangan, katanya gambar ada di Dinas PU. Nah, kami tanya ke PU katanya ada di pemborong. kami merasa dipermainkan,” kata Hamzah.

Tak hanya itu, kualitas pekerjaan juga dipertanyakan. Sebab menurut warga tidak mengacu pada azas manfaat. Sebab tahun 2017, bronjong yang dipasang sepanjang 60 meter dengan empat tingkatan formasi bronjong yakni 2-2-1-1. Sedangkan untuk tahun ini hanya dipasang formasi yaitu 1-1-1-1. Sementara kondisi lokasi untuk saat ini yaitu sepanjang 32 meter, sangat rawan longsor tergerus air sungai.

“Posisi lokasi proyek saat ini merupakan posisi di tikungan. Sehingga arus air untuk lokasi ini lebih kuat dari pada yang dikerjakan terdahulu. Kalau dulu ada pondasinya yaitu bronjong 2-2-1-1. Sekarang yang ada di tikungan malah sepertinya tidak ada pondasi dengan formasi 1-1-1-1,” jelasnya.

Struktur bronjong yang cuma fromasi 1-1-1-1.

Lain halnya diungkapkan Senen, salah seorang aktifis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerhana. Menurutdia, pemborong ‘gelap’ ini ternyata adalah milik keluarga dekat walikota, SN. Prana Putra Sohe. “Kami mendapatkan informasi dari tukang yang mengerjakan proyek ini. Tukang itu mengatakan kalau pemborongnya adalah baijuri. Dan saat kami tanyakan apakah Baijuri, mertua Nanan (walikota-red) tukang menjawab, iyo, kalu,” kata Senen kepada linggauklik.com, Jumat (7/12/2018).

Dilanjutkannya, jikalau memang proyek ini adalah seperti yang dimaksud ‘tukang’ itu, maka sangat naif. Seorang sekelas mertua walikota mempunyai proyek ‘sekecil’ ini. Dan tidak juga transparan kepada masyarakat.

“Jika memang betul, ada satu kata buat pak Nanan. Parah,” tutup Senen.

(rls/ufa)

 

1 Comment

Apa Komentarmu

More in Lubuklinggau

Trending

Terkini

RSS ANDROID NEWBIE ID

LinggauKlik

To Top