Connect with us

BPOM Linggau Temukan 196 Jenis Produk Kosmetik Ilegal Mengandung Zat Berbahaya

Lubuklinggau

BPOM Linggau Temukan 196 Jenis Produk Kosmetik Ilegal Mengandung Zat Berbahaya

LUBUKLINGGAU,LK-Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kota Lubuklinggau, berhasil menemukan bahan komsmetik  yang mengandung bahan berbahaya sebanyak 196 jenis produk, dari hasil penertiban pasar dari Kosmetik ilegal di Pasar yang ada di Kota Lubuklinggau.

Kepala BPOM Kota Lubuklinggau Aidil Kurnia dalam press riliesnya mengatakan dari 196 berjumlah 1962 pcs yang diantaranya krim natural 99, krim dr Gold, krim SP spesial uv whitening, temulawak day krim, Ponds palsu, Revlon palsu, parfum berbagai merk ilegal dan berbagai jenis produk lainnya.

“Nilai keekonomian dari seluruhnya sekitar lebih kurang Rp26 juta,”kata Aidil Kurnia kepada media, Jumat (7/12/2018).

Dilanjutkannya seluruh jumlah temuan telah dilakukan pemusnahan oleh pemilik sarana dan sebagian telah diserahkan oleh pemilik sarana kepada petugas untuk selanjutnya akan dimusnakan.

Selain itu dikatakan Aidil, terhadap pemilik sarana telah dinerikan pembinaan dan masing-masing telah diminta untuk membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya mengedarkan komestik ilegal, namun apabila masih mengedarkan mereka dapat di proses secara hukum yang berlaku.

“Sebab menurut Undang-undang no 36 tahun 2009 tentang kesehatan, berdasarkan pasal 196, pasal 197 dan 198 tentang kesehatan, bahwa setiap orang yang dengan sengaja  mengedarkan kesedian alat kesehatan yang tidak memenuhi standar maka dapat diancam pidana penjara 10 tahun sampai 15 tahun dan denda milyaran rupiah,”tegasnya.

Ditambahkan Aidil, kegiatan operasi pasar ini menindak lanjuti perintah Kepala BPOM Sumatera Selatan (Sumsel), untuk melakukan kegiatan aksi penertiban pasar dari Kosmetik  ilegal yang mengandung bahan berbahaya, yang targetnya kosmetik tanpa izin edar.

“Targetnya yakni meliputi pusat perbelanjaan baik modern maupun bukan medern yang ada di kota Lubuklinggau,”ujarnya

Diteruskannya, untuk aksi sendiri berjalan selama satu pekan yang dimulai dari 29 Nopember sampai 5 Desember, dalam aksi tersebut melibatkan lintas sektor terkait, seperti dinas kesehatan dan dinas perindustrian dan perdagangan.(rdw)

Penulis : Sudirman – copyright@linggauklik.com 2018

Click to comment

Apa Komentarmu

More in Lubuklinggau

Trending

Terkini

RSS ANDROID NEWBIE ID

LinggauKlik

To Top