Connect with us

BNN Lubuklinggau Bentuk Lima Agen Pemulihan Pasca Rehabilitas

Kepala BNN Kota Lubuklinggau AKBP Himawan Bagus Riyadi

Lubuklinggau

BNN Lubuklinggau Bentuk Lima Agen Pemulihan Pasca Rehabilitas

LUBUKLINGGAU,LK-Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Lubuklinggau akan membentuk lima agen pemulihan pasca rehabilitasi bagi para mantan pecandu Narkoba yang merupakan warga Kota Lubuklinggau.

“Agen pemulihan karena menjadi pengawas risiden/klien yang sudah direhab, setelah selesai direhab agen Pemulihan itu akan mendapingi mereka untuk mengendalikan residen atau mantan pencandu,”kata Kepala BNN Kota Lubuklinggau AKBP Himawan Bagus Riyadi, Rabu (15/7/2020) kepada wartawan.

Dijelaskan ia, kenapa residen atau mantan pencandu harus dilakukan pengawasan oleh agen pemulihan, karena mereka kalau tidak di dampingi dan diawasi kemungkinan akan kemabali relapse atau kambuh.

Oleh sebab itulah, BBN akan segera melakukan pelatihan untuk agen-agen pemulihan dan itu kemungkinan akan dilaksanakan pada akhir bulan ini.

“Lima agen tersebut akan disebar di lima Kelurahan yang ada di Lubuklinggau,”ujarnya

Kerena jelasnya, lima kelurahan tersebut ada residen yang sudah menjalani rehabilitas. Lima kelurahan tersebut yakni Kelurahan Kenanga, Taba Lestari, Batu Urip, Muara Enim, Pasar Pemiri dan rata-rata ada tiga residennya.

Jadi yang menjadi sasaran agen tersebut ada 15 residen yang telah melakukan rehabilitas.

Rencanannya kata ia, BBN akan berkoordinasi dengan Polres Lubuklinggau, apakah akan menyiapkan agen dari Kepolisian juga, yang nantinya siap mendampingi 15 Anggota Polisi yang saat ini dalam proses rehabilitas.

“Yang namanya penyalaguna itu tak ada yang sembuh,  dan kalau relapse (Kambuh) itu bisa berlipat-lipat penggunaannya, sebab itu diperlukan agen pemulihan,”jelasnya.

Dirinya mengungkapkan, jika BNN kota Lubuklinggau sudah merehab 34 orang, sementara untuk yang di Polres, sudah dilakukan asesment apakah dari BNN yang akan merehabnya atau apakah dari Polres itu sendiri.

Menurutnya Asesment itu kan permitaan keluarga, kalau ini kan anggota polisi dan awal masuk diserahkan dari Polres dan tentu titik penentunya ada pimpinannya.

Dan dirinya berharap instansi lain bisa seperti Polres Lubuklinggau, mebuat surat dosa dengan mengakui kalau menggunakan narkoba. Jadi kalalu yang seperti ini bisa dilindungi.

“Jadi jangan sampai nunggu kami tangkap, baru mau mengakui menggunakan narkoba,”tutupnya.(rdw)

Penulis : Sudirman – copyright@linggauklik.com 2019

Click to comment

Apa Komentarmu

More in Lubuklinggau

Trending

Terkini

Follow me on Twitter

LinggauKlik

To Top