Connect with us

BKSDA Sumsel Segera Turun, Guna Cek Izin Kepemilikan Buaya, Milik Ketua DPRD Lubuklinggau

Foto warga berfoto dengan bangkai buaya yang dikabarkan milik ketua DPRD Lubuklinggau yang diduga lepas

Lubuklinggau

BKSDA Sumsel Segera Turun, Guna Cek Izin Kepemilikan Buaya, Milik Ketua DPRD Lubuklinggau

LUBUKLINGGAU,LK-Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel, akan mendatangi Kota Lubuklinggau, guna mengecek izin kepemilikan Buaya Muara, milik Ketua DPRD Kota Lubuklinggau Rodi Wijaya.

Mereka akan mendatangi Kota Lubuklinggau guna menyusul adanya laporan dari aktivis atas kepemilikan buaya muara. Selain itu ada warga yang melihat buaya muara bersarang di Danau di Kelurahan Nika Jaya.

Namun karena meresahkan, sehingga warga terpaksa menembak mati buaya yang dikabarkan milik Ketua DPRD Lubuklinggau yang diduga lepas.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel Ujang menjelaskan, buaya termasuk satwa yang dilindungi berdasarkan UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Al Hayati. Apalagi membunuh, memeliharanya saja tidak sembarang orang diperbolehkan.

Jadi terang ia, gak sumua bisa di sembarangan pelihara, jadi harus mengurus izinya di lembaga konsevasi, sebab semua ada aturannya.

“Harus ke penangkaran resmi, urus izin,”kata Kepala BKSDA Sumsel Ujang kepada Linggauklik, Selasa (23/2/2021).

Menurutnya,  saat memelihara reptil yang dilindungi, itu harus dipastikan juga sesuai prosedur.

Prosedur kata ia, mulai dari ada izinnya, selain itu pemilik juga harus menyediakan sarana-prasarana, mulai dari tim medis dan kandangnya.

Nanti terang ia, setelah memeroleh izin penangkaran, BKSDA akan rutin melakukan pemantauan.

Dijelaskan dia, Untuk di Sumsel sendiri penangkaran bauaya Muara di Wilayah BKSDA Sumsel, cuma ada satu yaitu PT. Vista Agung Kencana yang berada di Ogan Ilir.

Jadi tegas Ujang, mengenai laporan kepemiliki buaya, milik Anggota DPRD tersebut, pihak BKSDA akan mengecek izinnya dan akan segera turun ke Kota Lubuklinggau.

“Iya kita akan turun, nanti akan kita cek dulu ya, sabar,”ujar ia.

Namun ia menyayangkan warga yang menembak mati buaya tersebut, semestinya warga melaporkan hal tersebut ke BKSDA, sehingga BKSDA bisa mengevakuasi buaya yang liar di pemukiman warga.

Sebelumnya, GMNI Lubuklinggau, Musirawas dan Muratara, menanggapi berita yang beredar mengenai Buaya milik Ketua DPRD Kota Lubuklinggau yang diduga lepas di danau di Kelurahan Nikan Jaya, Kecamatan Lubuklinggau Timur I yang meresahkan warga.

Ketua DPC GMNi Eris yong hengki mengatakan perihal hewan reptil tersebut. Meskipun pada saat ini sifat kepemilikan buaya tersebut masih praduga.

Namun di media yang beredar bahwa buaya itu telah meresahkan warga dan mendatangkan ketakutan di tengah-tengah masyarakat.

Dari keterangan masyarakat, buaya tersebut milik ketua DPRD Kota Lubuklinggau, untuk itu haruslah di sikapi dengan baik,tepat dan cepat oleh pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

“Yang dimana sesuai dengan UU RI No 5 thn 1990 Pasal 21 ayat (1), Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem, dimana memelihara satwa liar yang dilindungi tanpa izin dapat dikenakan ancaman penjara paling lama lima tahun dan denda 100 juta,”kata Eris kepada wartawan, Senin (22/2/2021).

Ditegaskan ia, karena buaya itu adalah hewan yang di lindungi maka jika ingin memeliharanya haruslah mendapatkan izin sesuai dengan prosedur yang berlaku terlebih dahulu.

Jika kepemilikan buaya tersebut tidak memiliki izin dalam pemeliharaannya tentu ini merupakan suatu bentuk pelangaran yang dilakukan oleh oknum dewan yang diduga pemilik (pemelihara) buaya tersebut.

Maka terang ia, hukum haruslah tegak dengan setegak-tegaknya tanpa pandang bulu sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan.

“Dimana yang tertuang di dalam UU RI No 5 thn 1990 Pasal 21 ayat (1),”ujarnya.

Menurut iq, ketika buaya (Hewan buas) saja dipelihara maka diduga besar kemungkinan ada banyak satwa liar yang dilindungi lainnya yang juga di rawat oleh oknum dewan tersebut.

Seperti diketahui Buaya muara yang dikabarkan milik Ketua DPRD Lubuklinggau diduga lepas di danau yang ada Kelurahan Niken Jaya, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, Kota Lubuklinggau.

Karena lepas dari sangkar tempat pemiliknya, sehingga buaya tersebut bersarang di dalam danau di RT 06 Kelurahan Niken Jaya, Kecamatan Lubuklinggau Timur I.

Akibat lepasnya buaya tersebut, banyak memakan ternak milik warga dan membahayakan anak-anak di sekitar, sehingga warga terpaksa menembak mati buaya tersebut dengan menggunakan senapang angin.

Usai ditembak mati buaya tersebut langsung diambil oleh pemiliknya yang rumahnya tidak jauh dari lokasi danau itu.

“Setelah mati, Buaya itu sudah diambil oleh anak buahnya dan sudah diserahkan dalam kondisi sudah mati,”kata salah seorang warga bernama Tarjuni (50) warga Kelurahan Niken Jaya, Minggu (21/1/2021) kepada wartawan.

Dijelaskan ia, buaya tersebut buaya peliharaan, Namun Warga di dekat danau sudah banyak yang tidak nyaman dengan kemunculan buaya tersebut di danau, karena buaya sudah sering memakan ayam, dan bebek warga sekitar.

“Buaya itu jenisnya buaya muara, panjang buaya sekitar kurang lebih sekitar dua meter,”terang ia.

Menurut Tarjuni, Buaya yang dikabarkan milik Rodi Wijaya, sudah lama lepas, dan bersarang di danau sendiri diperikirakan kurang lebih satu bulan setengah.

Ia sudah sering memberi tahu pemilik agar buaya tersebut segera ditangkap, namun sang pemilik selalu berkata, iya-iya saja.

Ia menyebut, sebenarnya buaya tersebut tidak ingin dimatikan, ia dan warga lain ingin menangkap buaya muara tersebut dalam kondisi hidup, namun apa jaring yang digunakan untuk menangkap selalu putus.

Sehingga, warga mengambil inisiatif untuk menembak buaya tersebut dengan menggunakan senapang angin. Karena Selain membahayakan anak-anak yang sedang main di danau, buaya juga banyak memakan ternak.

Lalu pada awalanya warga sedang memancing ikan di danau, pada Sabtu (20/2/2021) sekitar pukul 16.00 WIB. warga ada yang melihat buaya sedang di daratan

Dan tidak lama kemudian, dirinya dipanggil oleh warga lain, dan mengajak ia untuk pulang agar menembak buaya yang sedang bertepi tersebut dengan menggunakan senapang angin.

“Ayo pulanglah ada buaya yang sedang mendarat,”kata ia menirukan warga.

Setelah mendapat kabar itu, dirinya langsung pulang kerumah dan mengambil senapang angin.

“Saat kepalanya sedang didaratan, kepalanya langsung saya tembak dengan menggunakan senapang angin,”kata ia

Setelah peluruh timah senapang angin mengenai kepala buaya, didalam air buaya tersebut terus mutar-mutar dan tidak lama kemudian buaya mati.

Setelah mati terang ia, buaya tersebut diantarkan kerumah Rodi, dan sudah diterima oleh orang yang bekerja disana.

Sementara Linggauklik berusaha mengkonfirmasi Pemiliknya Ketua DPRD Kota Lubuklinggau Rodi Wijaya dengan mendatangi rumahnya di depan Bandara Silampari Kota Lubuklinggau.

Namun, saat dicoba dikonfirmasi Rodi tidak ada dirumah dan media hanya ditemui oleh penjaga rumahnya. Dan memberi tahu kalau pak Rodi sedang pergi kondangan.

Kemudia media mencoba menghubungi Rodi Wijaya melalui sambungan telepon, saat dikonfirmasi dirinya belum mengetahui dengan buaya yang diserahkan warga kerumahnya tersebut.

Karena Rodi mengaku, dia sejak pagi hingga siang belum pulang kerumahnya, dan sedang pergi kondangan ke Daerah Kecamatan Karang Jayo, Kabupaten Muratara.

“Jadi aku ni pagi tadi berangkat karang jayo, jadi aku belom balek dari pagi tadi dan tahu kalau ada yang nganter buaya,”ujarnya.

Saat dikonfirmasi Rodi tidak membenarkan kalau buaya yang ada di danau tersebut adalah milik dirinya.

Namun Rodi mengakui memiliki peliharaan Buaya yang masih kecil, dan itu adalah peliharaan milik anaknya.

“Aku ada pelihara buaya dikolam, kalu mau lihat ada buayanya dikolam, nah masalah buaya kolam dibelakang  aku tidak tahu,”tutupnya.(rdw)

Penulis : Sudirman – copyright@linggauklik.com 2021

Click to comment

Apa Komentarmu

More in Lubuklinggau

Trending

Terkini

Follow me on Twitter

LinggauKlik

To Top