Connect with us

Besok BPJS Berlakukan Sanksi Baru, Bagi Peserta JKN-KIS Yang Nunggak

Lubuklinggau

Besok BPJS Berlakukan Sanksi Baru, Bagi Peserta JKN-KIS Yang Nunggak

LUBUKLINGGAU,LK-Besok, Kamis (20/12/2018), Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Cabang Kota Lubuklinggau akan memperlakukan sanksi baru kepada peserta JKN-KIS yang menunggak iuran. Aturan tersebut sesuia dengan peraturan presiden (Perpres) 82 tahun 2018.

Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer Aida Afrida menerangkan perpres tersebut juga memberi ketegasan mengenai denda bagi peserta JKN-KIS yang menunggak.

Status kepersertaan JKN-KIS seorang dinonaktifkan jika ia tidak melakukan pembayaran iuran bulan berjalan sampai dengan akhir bulan, apalagi ia menunggak lebih dari satu bulan, status kepersertaan JKN-KIS peserta tersebut akan di aktifkan kembali jika ia sudah membayar iuran bulan tertunggak, paling banyak untuk 24 bulan, dan ketentuan ini mulai berlaku besok, Kamis.

“Kalau dulu hanya dihitung maksimal 12 bulan, sekarang diketatkan lagi aturannya menjadi 24 bulan ilustrasinya,”Kata Aida saat pres rilies.

Dilanjutkan ia, peserta yang pada saat perpres ini berlaku telah memiliki tunggakan iuran sebanyak 12 bulan, maka pada bulan Januari 2019 secara gradual tunggakannya akan bertambah menjadi 13 bulan dan seterusnya pada berikutnya, sampai maksimal jumlah tunggakannya mencapai 24 bulan.

Sementara itu dikatakan ia, denda layanan diberikan jika peserta terhambat melakukan pembayaran iuran. Jika peserta tersebut menjalani rawat inap di fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan (FKRTL) dalam waktu sampai dengan 45 hari sejak status kepersertaanya aktif kembali.

Maka diteruskannya peserta akan dikenakan denda layanan sebesar 2,5 persen, dari biaya diagnosa awal INA-CBG’s. Adapun besaran denda pelayanan paling tinggi adalah 30 juta.

“Ketentuan denda layanan dikecualikan untuk peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI), peserta yang didaftarkan oleh pemerintah daerah dan peserta tidak mampu,”ungkapnya.

Ditegaskan ia, ketentuan ini sebenarnya bukan untuk memberatkan peserta, tapi lebih untuk mengedukasi peserta agar lebih disiplin dalam menunaikan kewajibannya membayar iuran bulanan.

“Jangan lupa dibalik hak yang kita peroleh berupa manfaat jaminan kesehatan, ada kewajiban yang juga harus dipenuhi,”tutupnya.(rdw)

Penulis : Sudirman – copyright@linggauklik.com 2018

Click to comment

Apa Komentarmu

More in Lubuklinggau

Trending

Terkini

RSS ANDROID NEWBIE ID

LinggauKlik

To Top