Connect with us

Bertambah 11 Kasus Transmisi Lokal, Tembus 311 Kasus Covid-19, Jubir Sebut Linggau Zona Orange

Foto data rilies covid-19.di Sumsel pada Senin (7/9/2020) memperlihatkan kota Lubuklinggau saat ini masih berstatus zona merah

Lubuklinggau

Bertambah 11 Kasus Transmisi Lokal, Tembus 311 Kasus Covid-19, Jubir Sebut Linggau Zona Orange

LUBUKLINGGAU,LK-Pemerintah Kota Lubuklinggau melalui Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menyatakan bahwa masih ada penularan virus corona di masyarakat hingga, Senin (7/9/2020).

Hal ini menyebabkan jumlah kasus Covid-19 di Lubuklinggau terus bertambah.

Data pemerintah melalui laman Facebook Diskominfo Kota Lubuklinggau pada Senin (7/9/2020) memperlihatkan ada penambahan kasus sehari sebanyak 11 kasus. Sehingga kasus Covid-19 di Lubuklinggau saai ini sudah mencapai 311.

Dari 311 kasus, 204 orang dinyatakan sembuh dan hingga kini kasus konfirmasi aktif yang sedang menjalani perawatan sebanyak 96 orang pasien dan kasus meninggal dunia saat ini berjumlah 11 orang.

Penambahan kasus Covid-19 di Lubuklinggau saat ini kebanyakan statusnya berasal dari transmisi lokal. Namun Juru bicara Covid-19 Lubuklinggau dr Jeanita Purba mengatakan jika status zona merah Lubuklinggau saat ini statusnya sudah berubah menjadi zona Orange dan resiko sedang.

Padahal berdasarkan rilies Kominfo Sumsel di Website resminya di http://corona.sumselprov.go.id. status Kota Lubuklinggau masih bertatus zona Merah dan dengan resiko tinggi.

“Perkembangan Covid-9 dan Petah resiko kita masih di zona Orange, saya memberitahu kepada media kalau membadingkan real time laporan kota Lubuklinggau dengan Provinsi tentu akan berbeda,”kata Juru bicara dr Jeanita kepada wartawan, Senin (7/9/2020).

Dijelaskan ia, Karena data yang di Provinsi dibatasi waktunya yakni pada pukul 12.00 WIB, jadi kalau sampe pukul 12.00 WIB, belum ada hasil dari pemeriksaan Laboratorium dari mana saja maka dianggap tidak ada.

Tetapi kalau Kota Lubuklinggau, realtimenya malam, sehingga apa yang harus disampaikan untuk hari itu, kita closenya sampai dengan pukul 10.00 WIB, jadi kenapa data di Lubuklinggau berbeda itu jawabannya. Dan Karena kota Lubuklinggau akan menggambarkan se real timenya hasil keluar dari laboratorium.

“Laboratorium pemeriksa kita itu ada di BBLK milik pemerintah pusat, kemudian perpanjangan tangan dari pemerintah pusat di Rumah Sakit Siti Aisyah Lubuklinggau melalui tes cepat. Dan juga Melalui tiga pihak swasta yang ada di Lubuklinggau, yaitu di Rumah sakit Air Bunda, Kimia Parma, Rumah Sakit Siloam,”jelasnya.

Ia mengatakan, jika Hari ini jumlah pasien yang dirawat dirumah sehat di Badiklat Kota Lubuklinggau sampai hari ini ada 15 orang yang diwrawat disana, kemungkinan kalau hasil siang, sore keluar dan mereka dinyatakan sembuh maka mereka akan di pulangkan.

Menurut pedoman yang baru, untuk diketahui, selesai isolasi itu memeliki kriteria, diantaranya orang yang selesai isolasi adalah orang yang menyelesaikan masa isolasi pada kontak erat 14 hari.

Jika dia tanpa gejalah dia tidak perlu dilakukan pemeriksaan swab, kedua, selesai isolasi pada kontak erat tanpa gejalah 14 hari dan akan dikeluarkan oleh Pukesmas wilayah setempat.

Selanjutnya selesai isolasi pada kasus suspect, kasus suspect itu punya kriteria dia akan menyelesaiakan isolasi yang disebut keluar dari pada corona virus, maka mereka pemeriksaan swab dua kali atau isolasi selama 13 hari  bebas gejala

“Dan misal mereka memiliki gejala demam, batuk, sesak nafas, sakit tenggorokan maka mereka wajib di swab dua kali,”ujarnya.

Atau sambungnya, hasil swabnya keluar dua kali negatif, maka dia bukan lagi sebagai kasus suspect mungkin akan dilakukan dengan istilah baru discarded.

Ketiga kasus probable,  semua suspect berat  itu disebut kasus probable bila belum ada hasil, tapi menunjukan gejala.
Kapan mereka selesai isolasi.(rdw)

Penulis : Sudirman – copyright@linggauklik.com 2019

Click to comment

Apa Komentarmu

More in Lubuklinggau

Trending

Terkini

Follow me on Twitter

LinggauKlik

To Top