Connect with us

Banyak Warga di Lubuklinggau Tak Mau Divaksin Karena Takut, Ini Pesan Jubir GTPP dr. Jeannita

Foto ilustrasi vaksin

Lubuklinggau

Banyak Warga di Lubuklinggau Tak Mau Divaksin Karena Takut, Ini Pesan Jubir GTPP dr. Jeannita

LUBUKLINGGAU,LK-Saat ini Pemerintah Kota Lubuklinggau terus gencar melakukan program vaksinasi Covid-19 kepada Masyarakat Kota Lubuklinggau.

Program vaksinasi ini dilakukan bertujuan mencapai herd immunity atau kekebalan kelompok untuk menekan penyebaran Covid-19. Namun masih saja ada masyarakat yang merasa takut untuk melakukan vaksin.

Seperti yang dikatakan Sum (48) warga Kelurahan Senalang, Kecamatan Lubuklinggau Utara II Kota Lubuklinggau, Sum saat ditemui, dia tak berani ikut vaksinasi, dengan alasan takut penyakitnya kambuh.

“Takut divaksin dek, saya takut penyakit dara tinggi saya kambuh,”kata Sum saat dibincangi wartawan, Senin (9/8/2021).

Apalagi diterangkan dia, saat ini banyak warga di Lubuklinggau yang meninggal setiap waktunya. Namun dia tidak mengetahui pasti apa yang menyebabkan orang banyak yang meninggal.

Selain itu ada juga, Dina (16) seorang pelajar, diapun takut divaksin, karena banyak informasi-informasi yang beredar di media sosial (Medsos) yang belum diketahui kebenarannya tersebut, mengenai vaksin.

Namun akibat informasi tidak jelas itu, membuat Dina merasa paranoid atau cemas untuk ikut dilakukan vaksinasi. Sehingga Dina bersama dengan orang tuanya, saat ditawarkan ikut vaksin gratis, tak ada yang mau divaksin.

Menanggapi itu, Juru bicara (jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanangan (GTPP) Kota Lubuklinggau, dr. Jeannita Sri A Purba, menghimbau kepada Masyarakat Kota Lubuklinggau, tidak perlu khawatir terhadap vaksin, yang perlu dilakukan masyarakat adalah sebelum vaksin harus banyak istirahat dan tidak boleh kurang tidur.

“Jadi bagi yang mau vaksin, yang memiliki penyakit diabeteskah, hipertensikah, atau penyakit-penyakit yang lainnya, yang perlu kita lakukan, kontrol dengan dokter yang menangani anda selama ini,”kata dr Jeanita kepada Linggauklik.com, Senin (9/8/2021).

Misalkan kata Jean, kalau dia adalah pasien BPJS kesehatan, pasien yang mempunyai komorbid, itu adalah pasien rujukan balik.

Contohnya menurut Jean, kalau dia pasien diabetes, maka dia adalah pasien rujuk balik dari Rumah Sakit, nanti dipertanyakan kepada dokter yang bertanggung jawab agar diperiksa pasiennya mengenai kesehatan pasien.

“Kalau gula darahnya stabil, tidak perlu khawatir, kalau tensinya stabil tidak perlu khawatir,”ujar Jean.

Dia menjelaskan apa yang dimaksud dengan stabil, stabil sendiri adalah obatnya ada, teratur dimakan, gula darah tidak tinggi, tensi juga tidak tinggi dibawah 180. Jadi mereka bisa saja ikut melakukan vaksinasi.

Kemudian lanjut Jean, pasien tersebut usai dilakukan vaksinasi, maka, mereka harus tetap melakukan protokol kesehatan. Tubuh akan bereaksi dengan vaksin yang diberikan. Sehingga pasien harus cukup istirahat dan menjaga jarak dengan orang-orang yang belum divaksin.

“Artinya bisa tidak kita kumpul-kumpul setelah divaksin, tentu tidak, itu namanya jumawa atau sombong, karena kalau sudah divaksin tubuhmu sedang bereaksi, maka perlulah kamu mengatur jarak dengan orang-orang yang belum divaksin,”jelas dia.

Jadi menurut dia, paling cepat selama tujuh hari harus mengatur jarak dengan orang yang belum divaksin,

“Oh.. artinya dirumah terus selama 7 hari?, jawabannya salah,  kamu tetap bisa melakukan aktivitas, tapi ingat tetap jaga jarak,”ujar dia.

Karena sambung dia, selama ini orang-orang tidak mau menjaga jarak, sebenarnya itu tidak boleh, masker tidak boleh dibuka kecuali mau makan atau sedang sendirian.

Kemudian Jean menghimbau, setelah dilakukan vaksin, jaga protokol sehatan, istirahat yang cukup, makan yang cukup, tetap tenang dan kalaupun tubuhmu merasa demam tetap memakan paracetamol.

Sedangkan efek yang dirasakan pasca disuntik vaksin pun sederhana, biasa ada merah ditempat lokasi penyuntikan, pegel, badan terasa nyilu dan itu tidak apa-apa.

Oleh karenanya, sebelum kamu divaksin perlu istirahat yang cukup, penyakitnya terkontrol dengan baik, dan harus jujur saat divaksin.

“Kalau memang sedang sakit, ya ditunda dulu,”tandasnya.(rdw)

Penulis : Sudirman – copyright@linggauklik.com 2021

Click to comment

Apa Komentarmu

More in Lubuklinggau

Trending

Terkini

RSS ANDROID NEWBIE ID

LinggauKlik

To Top