Connect with us

Almarhum Suwandi Syam Pernah Mendapat Penghargaan Dari Presiden Sebagai Pelestari Budaya di Sumsel

Foto penghormatan terakhir kepada almarhum sejarawan Lubuklinggau Suwandi Syam

Lubuklinggau

Almarhum Suwandi Syam Pernah Mendapat Penghargaan Dari Presiden Sebagai Pelestari Budaya di Sumsel

LUBUKLINGGAU,LK-Semasa Hidupnya Almarhum Drs. H. Suwandi Syam M.Pd pernah mendapatkan penghargaan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2009, sebagai pelaku dan pelestari budaya di Sumatera Selatan.

Almarhum dikenal sebagai salah satu dosen di STKIP PGRI dan STAI Bumi Silampari Kota Lubuklinggau, beliau juga dikenal sebagai salah pejuang literasi, budayawan dan penggiat sejarah daerah Bumi Silampari, serta kurator sekaligus Pengurus di Museum Subkoss Garuda Sriwijaya.

Atas dedikasi dan perjuangannya dibidang sejarah dan budaya, almarhum Suwandi Syam pernah mendapatkan penghargaan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2009, sebagai pelaku dan pelestari budaya di Sumatera Selatan.

Separuh hidupnya dihabiskan untuk mengabdi dan membangun dunia pendidikan, di Bumi Silampari (Musi Rawas, Lubuklinggau dan Musi Rawas Utara) terutama dibidang sejarah dan budaya.

Suwandi Syam merupakan penggiat huruf Aksara Ulu, yang ia kenal sebagai huruf Ka Ga Nga, selain itu beliau juga pengurus Museum Subkos Garuda Sriwijaya Kota Lubuklinggau Sumsel.

Banyak karya tulisnya yakniz Buku Sejarah Subkos Garuda Sriwijaya di Lubuklinggau, Buku Riwayat Noerdin Padji, dan Buku Cerita Rakyat Bujang Kurang dan Putri Silampari serta masih banyak yang lainnya.

Almarhum juga turut berjasa membangun dan membesarkan STKIP PGRI hingga ikut mendirikan perguruan tinggi STKIP PGRI Lubuklinggau. Dan aktif sebagai tenaga pengajar (dosen) disana serta erta berkontribusi besar bagi Lembaga Adat Kota Lubuklinggau.

“Jasa almarhum begitu besar untuk STKIP PGRI, beliau sangat paham tentang sejarah STKIP di Kota Lubuklinggau. Mudah-mudahan beliau mendapat tempat terindah disisi ALLOH SWT, karena banyak amal ibadahnya,” ujar Ketua STKIP PGRI, Rudi Erwandi.

Rasa belasungkawa mendalam juga disampaikan Kepala Museum Negeri Balaputra Dewa Sumsel, H Chandra Amparyadi melalui Kepala Unit Museum Garuda Sriwijaya Subkoss, Eva Kusmalwati mengungkapkan, almarhum Suwandi Syam merupakan sosok pengayom sekaligus guru di Museum Garuda Sriwijaya Subkoss.

“Beliau sesepuh sekaligus kurator sekaligus pengurus di Yayasan Museum Subkoss Garuda Sriwijaya. Kami merasa sangat kehilangan, banyak jasa dan ilmu-ilmu beliau yang kita rasakan,” tukasnya.

H Kustoni, menantu almarhum dihadapan wartawan menuturkan, selama ini, almarhum dirawat di rumah dan mengalami gejala sesak nafas. Sehingga disiapkan empat tabung besar oksigen, yang biasanya hampir dalam waktu dua hari.

Kamis (12/8/2021) kondisi almarhum semakin menurun. Bahkan diperiksa oleh cucu menantunya yang dokter, saturasi oksigen 55 persen.“Saturasinya tidak naik-naik, sempat dibawa ke RS dr Sobirin, namun karena butuh ICU maka Senin (16/8/2021) dibawa ke RS AR Bunda. Kemudian masuk ICU dan pakai ventilator, hingga meninggal dunia di sana,” jelasnya.

Seperti diketahui Berita Duka menyelimuti Bumi Silampari. Tepat dihari dan tanggal bersejarah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang ke 76 Tahun 2021, sejarahwan Bumi Silampari Drs H Suwandi Syam M Pd Bin Ilyas wafat di usia 77 tahun, di rumah sakit sekitar pukul 19.25 WIB, Selasa (17/08).

Suwandi Syam yang lahir di Bengkulu, 21 September 1944, meninggal setelah menjalani perawatan atas penyakit yang dideritanya sejak awal Agustus lalu. Almarhum meninggalkan 1 istri, 8 anak, 21 cucu dan 3 cicit.

Almarhum dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Keramat Tanjung, Kelurahan Cereme Taba, Kecamatan Lubuklinggau Timur II, sekitar pukul 10.44 WIB, Rabu (18/08/2021).(rdw)

Click to comment

Apa Komentarmu

More in Lubuklinggau

Trending

Terkini

RSS ANDROID NEWBIE ID

LinggauKlik

To Top