Connect with us

64 Rumah di Lubuklinggau Diterjang Banjir, Peralatan Sekolah Hingga Buku Nikah Tak Terselamatkan Lagi

Foto rumah warga di Lubuklinggau terendam banjir

Lubuklinggau

64 Rumah di Lubuklinggau Diterjang Banjir, Peralatan Sekolah Hingga Buku Nikah Tak Terselamatkan Lagi

LUBUKLINGGAU,LK-Empat Kelurahan di Kecamatan Lubuklinggau Timur II, Kota Lubuklinggau diterjang banjir akibat curah hujan yang cukup tinggi. Sekurangnya 64 rumah warga terendam banjir karena volume air meningkat.

Sekcam Lubuklinggau Timur II Lisumirat kepada Wartawan mengatakan ada empat Kelurahan yang diterjang banjir, dengan jumlah yang terendam berjumlah 64 rumah.

“Kelurahan Wirakarya, RT 8 ada 22 rumah, RT 3 ada 18 rumah, untuk Kelurahan Cereme Taba, di RT. 3, ada 2 rumah, Kelurahan Dempo di RT. 5 ada 2 rumah, di RT. 6 ada  2 rumah dan Kelurahan Karya Bhakti di RT. 7 ada 8 rumah, RT. 8, ada 10 rumah,”kata Lisumirat kepada wartawan.

Selain itu tambah dia, dari hasil cek dilapangan banjir tak hanya merendam rumah warga, banjir juga merusak fasilitas umum, seperti dua jembatan di Kelurahan Karya Bhakti dan Kelurahan Wirakarya.

“Jembatan penghubung kedua kelurahan tersebut, satu rusaknya berat dan satu rusak ringan,”ujarnya.

Sementara dilain tempat, diceritakan oleh Karimah warga warga RT.07 Kelurahan Wirakarya menceritakan detik detik kejadian banjir. Saat itu Hujan yang deras  tengah malam hingga pagi ini.

“Pas jam 1an tuh, anakku yang kecil minta dibuatkan susu, saat itu lah dengar suara air mulai ada ombak ombak kecik pikir kami biasa biasa bae, selang beberapa menit air besar menghantam pintu rumah kami”kata dia kepada wartawan.

Semua barang barang miliknya, habis direndam air, mulai daru peralatan elektronil, piring, bahkan surat nikah ,KK, KTP,  peralatan Sekolah Anak semua hanyut diterjang banjir.

untung saja sambung dia, tempat tidurnya tidak hanyut karena tersangkut, tentu pada saat itu dia tidak bisa berbuat apa-apa karena air masuk kedalam.rumah secara tiba-tiba, sehingga dia tak sempat menyelamatkan harta benda dirumahnya.

Saat ini, dia sedang membersihkan sisa-sisa banjir, barang-barang miliknya yang terendam banjir, jika masih bisa dipakai akan dia ambil, dan yang tidak bisa, maka akan dia buang.

 

Karimah pun berharap, semoga pemerintah bisa sedikit meringankan bebannya dan warga yang lain yang terdampak banjir, terutama peralatan sekolah karena tak satupun ada tersisa lagi, dia bingung bagaimana anak-anaknya akan sekolah dan dia pun meneteskan air mata.

Memang saat awaj media melihat kondisi dilapangan , tampak antara sungai dan rumah warga tidak dibentengi talud, hanya sebatas bronjong saja, yang mana jarak antara rumah dan sungai hanya sekitar 2 meter, sehingga hantaman air banjir itu langsung menyerang rumah-rumah warga permukiman warga ini hanya sekitar 2 meter dari permukiman warga.(rdw)

Click to comment

Apa Komentarmu

More in Lubuklinggau

Trending

Terkini

RSS ANDROID NEWBIE ID

LinggauKlik

To Top