Connect with us

Lika-liku Inclinator Tak Laku-laku (1)

Lipsus

Lika-liku Inclinator Tak Laku-laku (1)

WISATAWAN yang berkunjung ke Kota Lubuklinggau, rasanya tak lengkap jika tidak singgah ke Taman Wisata Bukit Sulap. Wisatawan dapat melihat keindahan kota Lubuklinggau dari ketinggian. Tak perlu bersusah payah untuk menuju puncak. Karena Pemerintah Kota Lubuklinggau telah menyediakan fasilitas berupa kereta miring atau yang lebih dikenal dengan Inclinator.

Inclinator adalah sebuah sarana transportasi yang biasa digunakan di area yang memiliki kemiringan cukup ekstrim, yakni sekitar 45 derajat. Inclinator yang ada di Kota Sebiduk Semare ini merupakan kereta miring terpanjang di Indonesia.

Penyediaan sarana ini dikatakan sebagai pembeda dari bukit-bukit lain yang ada di Indonesia. Meski kononnya, fasilitas yang menelan anggaran Rp13 Milyar lebih ini ditargetkan menjadi salah satu fasilitas termewah dalam ajang Asian Games 2018 cabang olahraga Sepeda Gunung.

Berbagai event baik taraf nasional hingga internasional diselenggarakan sebagai warming dan Pematangan arena serta untuk mendapatkan simpati Olympic Council of Asia (Dewan Olimpiade Asia) dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) agar Kota Lubuklinggau menjadi tuan rumah tempat penyelenggaran sepeda gunung (mountain bike) pada Asian Games 2018.

Sebut saja seperti event International MTB Downhill Championship 2010, Mountain Bike Open Championship 2012 yang memperlombakan dua nomor sekaligus yaitu MTB Downhill dan MTB Cross Country.

Sukses penyelenggaraan Kejuaraan MTB tahun 2010 dan 2012, maka pada tahun 2013 Pemkot Lubuklinggau membuat terobosan membangun shelter dan inclinator sebagai fasilitas para atlet membawa sepeda gunungnya ke titik start track di puncak Bukit Sulap. Dana awal yang dianggarkan ketika itu sebesar Rp725 juta dan dilakukan lelang pada bulan oktober 2013.

Pada anggaran tahun 2014, pemkot makin serius dalam pembangunan inclinator ini dengan menyiapkan dana sebesar Rp13 Milyar. Pembangunan ini juga sejalan dengan program Visit Lubuklinggau 2015.

Sementara inclinator dibangun, Kota Lubuklinggau kembali dipercaya sebagai penyelenggara event Asian Mountain Bike Championship (AMBC) 2014 ke-20 yang diikuti 14 negara di Asia serta junior AMBC ke-6.

Event-event olahraga sepeda gunung yang sukses diselenggarakan ini membuat SN Prana Putra Sohe Walikota Lubuklinggau mengundang Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrowi dan Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga Faisal Abdullah untuk meninjau inclinator dan lokasi track downhill dan Arena Cross Country sekaligus peletakan batu pertama Rumah Pemuda di kawasan Kelurahan Petanang Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Minggu (22/2/2015).

Kunjungan kerja yang dihadiri Gubernur Alex Noerdin ketika itu, Menpora memberikan apresiasi yang tinggi kepada Lubuklinggau yang telah membangun track downhill dan Rumah Pemuda. Ia juga mengaku bangga melihat kota Lubuklinggau yang memiliki kepedulian dan perhatian besar terhadap olahraga dan pemuda.

Kedatangan Menpora, Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga serta Gubernur Alex Noerdin itu membuat Pemkot semakin yakin bahwa Arena sepeda gunung di kawasan Bukit Sulap Kota Lubuklinggau ini akan dijadikan sebagai salah satu venue pada Asian Games 2018.

Entah dari mana dan siapa sumbernya, sejumlah media kemudian mengekpose, mengadang-gadangkan track sepeda gunung di Bukit sulap akan dijadikan sebagai venue cabor sepeda BMX Asian Games 2018. Berita yang belum jelas kepastiannya ini disambut gembira oleh masyarakat Lubuklinggau, terkhusus Walikota SN Prana Putra Sohe. Bagaimana tidak, pembangunan track arena MTB di Bukit Sulap beserta fasilitas inclinator yang menjadi andalan itu tidak sia-sia. Tujuan bakal tercapai.

Empat bulan kemudian, impian itu sirna. Olympic Council of Asia dan Kemenpora mengeluarkan rilis bahwa venue cabor sepeda BMX Asian Games 2018 diberikan kepada Provinsi Jawa Barat.

Nanan sapaan akrabnya Walikota Lubuklinggau, kepada sejumlah media menyayangkan sikap Kemenpora yang tidak memantau langsung lokasi trek yang telah disiapkan. Bahkan penyelenggaraan kejuaran sepeda gunung berkelas internasional beberapa waktu lalu, pun tidak terpantau secara langsung.

“Apapun tentang rilis itu belum tentu positif, kan Asian Games masih lama, apapun bisa terjadi. Tugas kita untuk terus mensosialisasikan trek yang kita miliki, terlebih trek yang berada di bukit sulap memiliki inclinator (kereta gantung) untuk para atlet,” kata Nanan, Rabu (24/6/2015).

Kendati Kemenpora telah menentukan venue MTB di Jabar, dirinya masih optimis penunjukan akan kembali diberikan kepada Lubuklinggau. Hal itu akan dibuktikan Pemkot dengan event sepeda gunung se- Asia Pasifik yang dilaksanakan pada November 2015. Event Asia Pacific Downhill Challenge (APDHC) 2015 pun digelar dengan sukses. Namun tanda-tanda penunjukkan venue Asian Games 2018 belum juga muncul.

Tahun 2016 Pemkot tidak mengadakan perhelatan kejuaraan Sepeda Gunung lagi. Pemkot memfokuskan diri mempercantik dan melengkapi arena Bukit Sulap. Inclinator dan fasilitas lainnya rampung dikerjakan. Sejumlah tokoh penting, tamu-tamu luar daerah dijamu dengan suguhan menikmati sensasi naik kereta miring itu.

Sejumlah masyarakat Kota Lubuklinggau beramai-ramai ikut menguji adrenalin menaiki kereta miring itu, walaupun diduga terjadi pungli, karena tidak ada payung hukum atau aturan lainnya dalam memungut biaya.

===
Seakan tak menyerah, awal Januari 2017 Walikota mengundang Ketua Umum PB ISSI Raja Sapta Oktohari untuk melihat fasilitas trek MTB yang dimiliki di Bukit Sulap.

Lubuklinggau cukup potensial untuk menjadi pusat pelatihan mountain bike di Indonesia, khususnya untuk region Sumatra karena memiliki fasilitas yang baik, seperti inclinator dan jalur evakuasi yang variatif, ditambah lagi dukungan dari pemerintah setempat. Dengan ini juga kami akan menerbitkan surat penunjukkan Lubuklinggau sebagai pusat pelatihan MTB di Sumatra dan menunjuk sebagai tuan rumah National Championships yang akan berlangsung Juli,” ujar Oktohari, Jumat (6/1/2017).

Tak hanya menjadi tuan rumah National Championships, PB ISSI juga akan menunjuk Lubuklinggau sebagai tuan rumah kejuaraan downhill international open, yang waktunya akan ditentukan kemudian.

Menurutnya, track mountain bike di Bukit Sulap memiliki keunikan tersendiri karena terletak di tengah kota dan hanya membutuhkan waktu 10 menit bersepeda dari pusat kota untuk mencapainya. Pemerintah Kota Lubuklinggau pun telah membangun inclinator, atau kereta berjalur miring, untuk membawa atlet dan sepedanya dari kaki bukit menuju gerbang start yang terletak di puncak bukit.

===

Maret 2017, Lubuklinggau kembali mendapatkan kejutan. Informasi yang diterima menyebutkan kalau Kemenpora memutuskan Kota Lubuklinggau menjadi tuan rumah Asian Games 2018 dalam Cabor BMX. Jatah Venue dari Jawa Barat beralih ke Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan.

“Kita sangat bersyukur kalau Lubuklinggau ditunjuk menjadi tuan rumah, dan ini merupakan kabar gembira bagi masyarakat Lubuklinggau karena tidak seluruh daerah bisa jadi tuan rumah,” ungkap Walikota Lubuklinggau.

Dengan event tersebut tentu akan membawa dampak positif bagi Kota Lubuklinggau, baik secara ekonomi maupun promosi bagi daerah.

“Kita akan siapkan segala sesuatu untuk Asian Games 2018, kita berupaya keras untuk menjadi tuan rumah yang baik, harus sukses menjadi tuan rumah,” ujarnya.

Informasi mengejutkan ini dikemukakan Ketua Pengurus Cabang Ikatan Sepeda Sport Indonesia Sumsel, Leonardi Sohe. Ia mengaku mengetahui hal ini dari Kadispora Sumsel, Yusuf Wibowo yang menelpon dirinya memberikan informasi tersebut. Keputusan ini terungkap dari hasil rapat terbatas tentang Asian Games yang pimpin langung Presiden Joko Widodo, Kamis (2/3/2017).

“Hari Rabu saya lagi survey ke bukit Sulap dengan tim track designer, Candra Aria Vijaya dari puncak sampai ke bawah, sekitar jam 3 sore Kadispora Sumsel menelpon mengatakan Lubuklinggau menjadi tuan rumah cabor BMX,”kata Dodi, sapaan akrab Leonardi Sohe.

Sebenarnya, lanjut Dodi Kota Lubuklinggau sudah mengajukan surat ke PB ISSI untuk MTB baik Cross country maupun downhill, meskipun Linggau memiliki sirkuit BMX.

“Intinya persyaratan yang diminta PB ISSI pusat sudah diajukan untuk MTB. Kemudian kenapa Lubuklinggau ditunjuk tuan rumah? salah satunya karena inclinator. Sebab di Indonesia hanya Lubuklinggau yang ada, sementara di daerah lain belum ada,” kata Dodi.

Kegembiraan ini tak berlangsung lama, lagi-lagi Lubuklinggau berduka. Juni 2018, diputuskan cabang olahraga BMX ditetapkan akan digelar di Jakarta.

Meski demikian, event Mountain Bike National Championship 2017 seperti yang dijanjikan Ketua Umum PB ISSI tetap digelar. Walikota Lubuklinggau membuka acara yang diikuti 110 pembalap sepeda dari 12 provinsi di Indonesia, Selasa (18/7/2017). Selain itu, ada peserta dari International dengan melombakan 16 kategori lomba sepeda. Mereka berjumlah sekitar 50 orang atlet dari 6 negara, yakni Malaysia, Filipina, Vietnam, Italy, Portugal dan Ceko. Sehingga, jika ditambah dengan Indonesia berarti ada atlet asal 7 negara yang akan ikut menjajal sirkuit andalan Sumatera Selatan ini.

Ternyata, keinginan menjadi tuan rumah Asian Games 2018 ini masih bergelora. Menurut Nanan, kegiatan ‘besar’ ini dijadikan ajang untuk menunjukkan bahwa sirkuit Lubuklinggau siap menjadi tuan rumah Asian Games 2018 cabang Mountain Bike.

Gayung bersambut. Peluang Sirkuit Bukit Sulap Kota Lubuklinggau menjadi venue Asian Games 2018, kembali dibuka. Namun bukan Cabor sepeda Kelas BMX, tapi Cabor mountain bike kelas Downhill, seperti yang diidam-idamkan Kota Lubuklinggau. Kesempatan kali ini dilontarkan Ketua PB Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI), Raja Sapto Oktohari yang berkunjung ke Lubuklinggau untuk keduakalinya, (21/7/2017).

Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau ditantang agar melengkapi persyaratan infrastruktur transportasi sepeda untuk naik keatas Bukit Sulap. Berdasarkan persyaratan UCI dan OCA mengenai transportasi itu minimal dalam kurun waktu satu jam, mulai dari titik awal sampai keatas, harus bisa 100 sepeda dapat naik keatas.

Okto menegaskan juga pihaknya butuh komitmen dan rencana. Sebab pihaknya selaku federasi harus memberikan laporan dan hanya bisa mengusulkan. Sedangkan untuk keputusannya ada dipanitia Asian Games atau Inasgoc,kemudian Inasgoc akan meminta persetujuan dari UCI.

“Trek tidak masalah. Kita lihat dari yang paling siap saja. Kalau Jawa Barat, sementara ini belum terbangun. Jadi memang mereka itu direncanakan akan membangun sesuai dengan kebutuhan Asian Games,” ujarnya.

Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe menyanggupi tantangan yang diberikan ketua PB ISSI, Raja Saapta Oktohari untuk melengkapi syarat menjadi tuan rumah cabor balap sepeda kelas downhill pada Asian Games 2018.

Nanan mengaku akan segera melakukan pembenahan kekurangan,seperti permasalahan inclinator yang nantinya akan diperbesar beban dan dipercepat.

“Kita juga akan membangun sarana jalan untuk bisa mencapai tempat start, lebih cepat” janji Nanan.

Pihaknya dalam waktu dekat akan segera membuat surat pernyataan sebagai bentuk komitmen untuk melengkapi kebutuhan transportasi agar para atlet naik keatas dapat lebih cepat.

“Itu akan kita selesaikan dan akan kita jadikan komitmen kita. Intinya adalah, kita sanggup untuk mengikuti segala ketentuan yang ada didalam UCI,” tambah Nanan.

==
Lagi-lagi, sedih. Ternyata, cabor sepeda sport kelas downhill tidak diperlombakan pada Asian Games 2018. Sementara kelas BMX, sudah bergeser ke Jakarta dan venue BMX Asian Games 2018 dibangun di kawasan Pulomas, Jakarta Timur.

Harapan menjadi tuan rumah Asian Games 2018, pupus sudah.

Meski sejumlah keputusan-keputusan itu mengecewakan, Menpora Imam Nahrawi masih tetap berkunjung ke Kota Lubuklinggau. Minggu (30/7/2017), Menpora Imam Nahrawi bersama masyarakat dan Walikota tentunya, melakukan senam poco-poco Nusantara di Taman Kurma Masjid Agung As-Salam dilanjutkan dengan menikmati rafting di Sungai Kelingi.

Malamnya, Menpora Imam Nahrawi mendapatkan Gelar Kehormatan dari pemangku adat Lubuklinggau yang dipimpin Penasehat Lembaga Adat Lubuk Linggau Abu Nawas dengan diketahui oleh Wali Kota Prana Putra Sohe. Menpora mendapat gelar “Sayidul Amin Mangku Raga” yang mempunyai arti sebagai Guru Besar yang terpercaya memberikan bimbingan dan tuntunan jiwa dan raga kepada generasi muda. Tak hanya Menpora, Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar dianugerahkan gelar kehormatan sebagai “Sayidul Imam Surya Negara” yang memiliki makna sebagai Guru Besar yang mampu memimpin dan menerangi bumi.

Selanjutnya, pada 17 Agustus 2017, saat menjadi Pembina Upacara pada Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2017, di Halaman Kemenpora, Menpora Imam Nahrawi mengenakan baju kebesaran adat Lubuklinggau yang diberikan saat penganugrahan Gelar Kehormatan. (TIM)

>>Lanjut “2019, Inclinator Dibuka Untuk Umum?

—————————

DIOLAH DARI SUMBER BAHAN:
http://kemenpora.go.id –
http://mediaindonesia.com –
https://sp.beritasatu.com –
http://juara.net –
http://bola.com –
http://icf.id –
http://sumsel.tribunnews.com –
http://www.infollg.net –
https://korankito.com –
http://www.zonarantau.com –
http://www.mutiaraindotv.com –
http://www.radar-palembang.com –
http://koran-sindo.com –
http://beritapagi.co.id –
http://kabarsumatera.com –
https://www.tuntasonline.com
https://www.linggaupos.co.id
https://www.hariansilampari.co

 

NOTE: Artikel ini sudah dicetak MLM Media Edisi Desember 2018

Click to comment

Apa Komentarmu

More in Lipsus

Trending

Terkini

RSS ANDROID NEWBIE ID

LinggauKlik

To Top