Connect with us

Viral Video Culik di SS Linggau, Ternyata Diduga Pelakunya Pecandu Lem Campur Pertalite

Kriminal

Viral Video Culik di SS Linggau, Ternyata Diduga Pelakunya Pecandu Lem Campur Pertalite

LUBUKLINGGAU,LK-Terkait berita yang viral di media sosial (Medsos) adanya kejadian diduga peristiwa penculikan yang terjadi Kelurahan Jawan Kanas SS, Kecamatan Lubuklinggau Timur II Kota Lubuklinggau ternyata benar adanya.

Namun pihak keluarga anak yang diduga menjadi korban penculikan mengatakan, jika keluarga tidak mengetahui motif yang sebenarnya, sebab menurut orang Tua N, saat peristiwa itu terjadi ibunya tidak sedang berada dilokasi.

“Sewaktu kejadian itu saya sedang berada dirumah,”kata Eka yang merupakan ibu kandung dari N.

Dia itu mau nyusul om (Paman Red) nya ke Masjid untuk ikut Sholat Magrib, ketika sudah sampai di masjid melihat om nya  tidak ada, dikarenakan om nya tidak ada lalu dia ingin pulang, dan saat itulah ketemu samo GN  yang merupakan Warga Kelurahan Cianjur Kecamatan Lubuklinggau Utara II.

Lalu Anak N berusia (3) itu terlihat nangis-nangis dibawa pohon bersama dengan GN, saat itu ada orang yang pulang  dari gelanggang burung dan ditanya kepada GN kenapa anaknya nangis. GN ditanya warga kenapa dia Nangis apa itu anak kamu.

Karena ditanya seperti itu lalu GN berlari jauh, dan dikejar oleh warga di pasar Pemiri dan ketemunya di pasar Inpres, lalu GN diamankan warga dan digiring.

“Nah pas itu tu ado warga lihat anak saya nangis-nangis dilokasi terus anak saya ada kenal dan  panggil om, om dan dibawa lah oleh warga depan masjid itu keruma saya, dan sesampai dirumah saya diberi tahu anak saya nangis diduga ada yang mau menculik”ungkapnya.

Mengetahui hal tersebut sambungnya, ia pun panik, tidak lama kemudian datanglah warga Membawa diduga pelaku kerumanya dan diomongi warga bahwa GN la  orangnya, lalu mengetahui itu warga lain jadi ramai berdatangan. Setelah itu remaja itu dibawa ke Polres, sesampai di Polres ada warga yang mengenalinya, kemudian warga tersebut menjemput orang tua GN dan dibawa ke Polres.

“Orang tua GN mengungkapkan jika ia sudah pasrah, karena orang tua sudah merasa kesal dengan GN karena sudah mendapatkan laporan warga sebanyak 10 kali,”ungkapnya.

Karena ada juga  warga lain yang dilakukan sama oleh GN, saat itu anak tersebut membawa duit Rp20 ribu, dan HP, sudah dibawa HP Dan uangnya diambil lalu anaknya ditinggal disiring. Tetapi saat kejadian N tidak membawa HP.

Sementara bibik korban Novi menambahkan jika dirinya mendapat informasi dari anak-anak yang berada di sekitaran Masjid itu, keponakannya itu dipegang kuat oleh GN, selain GN membawa Aibon yang dicampur dengan Pertalite dibungkus kantong plastik yang dihisap GN , terus keponakannya dicium-cium dan di peluk.

“Menurut keterangan dari anak dimasjid melihat namun takut dengan GN karena GN sering seperti itu,”ungkapnya

Dan memang anak-anak di sini sudah banyak menegenali GN, sebabnya GN sendiri sering main ke SD di Inpres sambil joget-joget dan membawa Pertalite dicampur lem aibon dibungkus plastik sambil dihisap. Bahkan guru-guru sering mengusirnya.

“Kayaknya GN memang suka ngisap lem campur minyak, namun saat di Polres GN mengaku jika memeluk keponakannya karena sayang,”ungkapnya.(rdw)

Penulis : Sudirman – copyright@linggauklik.com 2019

Click to comment

Apa Komentarmu

More in Kriminal

Trending

Terkini

RSS ANDROID NEWBIE ID

LinggauKlik

To Top