Connect with us

Terkait Perkara AKN Muratara, Kejari Linggau Selamatkan Uang Negara Sebesar Rp882 Juta

Foto nampak Kajari Lubuklinggau saat menyerahkan uang tunai kepada Pemerintah Kabupaten Muratara

Kriminal

Terkait Perkara AKN Muratara, Kejari Linggau Selamatkan Uang Negara Sebesar Rp882 Juta

LUBUKLINGGAU,LK-Kejaksaan Negeri (Kejari ) Lubuklinggau, menyerahkan uang titipan perkara senilai Rp882.786.038 ke Pemerintah Kabupaten Muratara, Rabu (2/9/2020).

Penyerahan tersebut Pasca kelima terpidana korupsi dalam pembangunan gedung Akademi Komunitas Negeri (AKN) pada Dinas Pendidikan Muratara yang dibiayai dari APBD Muratara tahun 2016 sebesar Rp7,9 miliar inkrach (putusan tetap) Pengadilan Tipikor Palembang pada Juli 2019 lalu.

Kajari Lubuklinggau Willy Ade Chaidir didampingi Kasi Pidsus Yurizal Antoni mengatakan bahwa pada tahun 2016 pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Musi Rawas Utara terdapat kegiatan pembangunan gedung Akademi Komunitas Negeri (AKN) dengan anggaran sebesar Rp8. 500.000.000 (Delapan milyar lima ratus juta rupiah).

Berdasarkan Surat Direktur Jenderal Kelembagaan ilmu Pengetahuan Teknologi dan Pendidikan Tinggi pada Kemen Ristek Dikti Nomor : 390/C/KL/2015 tanggal 28 September 2015 perihal Pengumuman Hasil Seleksi Pendirian Calon Akademi Komunitas Tahun 2015 Kabupaten Muratara tidak terpilih sebagai Kabupaten/Kota. yang dapat mendirikan perguruan tinggi karena belum memenuhi persyaratan sebagaimana diatur.

Namun Pemerintah Kabupaten Muratara tetap menganggarkan dan melaksanakan kegiatan pembangunan gedung AKN tersebut, selanjutnya sampai dengan tahun anggaran pekerjaan tidak selesai dilaksanakan oleh pihak penyedia sehingga PPK dengan alasan terdapat banyak kendala akses jalan menuju lokasi pekerjaan membuat adendum dengan alasan kahar sesuai  dengan adendum kontrak II Nomor 027/001/SP PPK. ADD/P. 27.01- 49/Disdikbud/2016.

“Mereka yang disidangkan berlima dan saat ini sedang menjalani hukuman,”kata Willy Ade kepada Wartawan saat rilies, Selasa (2/9/2020).

Kelimannya yakni Brio Al Khoir selaku Kuasa Direktur PT. Binuriang Karya Mandiri berdasarkan Putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Palembang dengan amar putusan “Pidana penjara nama 5 (lima) Tahun dan 6 (enam) bulan dan denda sebesar Rp 500.000.000 (lima ratus juta rupiah) subsider 3 (tiga) bulan kurungan membayar uang pengganti sebesar Rp 1.290.595.808,13. subsider 2 (dua) tahun dan 6 (enam) bulan penjara.

Muhammad Subhan Selaku PPK berdasarkan Putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Palembang dengan amar putusan Pidana penjara selama 5 (uma) Tahun dan 6 (enam) bulan dan denda sebesar Rp 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah) subsider 3 (tiga) bulan kurungan penjara dan  membayar uang pengganti sebesar Rp. 1.295.879.444,63 dari 2 (dua) tahun dan 6.

Ferry Susanto selaku PPTK berdasarkan Putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeru Palembang dengan amar putusan “Pidana penjara selama enam) Tahun dan denda sebesar Rp 500.000.000 (lima ratus juta rupiah) subsider 3 (tiga) bulan kurungan, dan membayar uang pengganti sebesar Rp. 1.473.669.180, 63  subsider 2 (dua) tahun dan 6 (enam) bulan penjara.

Fahrurrozi  selaku Direktur Utama PT. Binuriang Karya Mandiri berdasarkan Putusan Mahkamah Agung dengan amar putusan Pidana penjara selama 6 (enam) tahun dan denda sebesar Rp 500.000.000 – C Subsider 3 (tiga) Bulan kurungan, uang pengganti sebesar Rp.1.290.595.808,13 subsider pidana penjara selama 2 (dua) tahun dan 6 (enam). Bulan.

Firdaus selaku kuasu pengguna anggaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Musirawas Utara, berdasarkan putusan Mahkamah Agung dengan amar putusan, penjara selama enam tahun dan denda sebesar Rp.500.000.000, subsidair tiga bulan kurungan.

Serta membayar uang pengganti sebesar Rp. 1.478.942.817,13 dan Subsidair pidana penjara selama dua tahun dab enam bulan.

“Serta terhadap barang bukti berupa uang tunai  sebesar Rp.882.786.038,25 dan telah diselamatkan Kejari Lubuklinggau,”tutupnya.(rdw)

Penulis : Sudirman – copyright@linggauklik.com 2020

Click to comment

Apa Komentarmu

More in Kriminal

Trending

Terkini

Follow me on Twitter

LinggauKlik

To Top