Connect with us

Terdakwa Kucut Dituntut Enam Tahun Penjara

Foto terdakwa Kucut saat menjalani sidang virtual dari dalam lapas

Kriminal

Terdakwa Kucut Dituntut Enam Tahun Penjara

LUBUKLINGGAU,LK-Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuklinggau Akbari Darnawinsyah menuntut Terdakwa Desri Zahri alias Kucut (40) enam tahun penjara, denda Rp 1,5 milyar, subsider enam bulan penjara. Tuntutan tersebut dibacakan di Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau, Rabu (22/9/2021).

Warga Jalan Abadi, RT 05, Kelurahan Taba Koji, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, Kota Lubuklinggau, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) ini disidangkan akibat kepemilikan 200 butir pil ekstasi seberat 54,78 gram, serta sabu-sabu seberat 1,40 gram.

Sidang dilaksanakan melalui zoom meeting, dipimpin Ketua Majelis Hakim Faisal, dibantu Hakim Anggota Rizal Firmansyah dan Amir Rizki Apriadi serta Panitera Pengganti (PP) Rahmat Wahyu Agus Susanto. Sementara terdakwa yang berada di Lapas Narkoba Musi Rawas, didampingi Penasehat Hukum Rika Deslaini SH.

Dalam tuntutannya, JPU Kejari Lubuklinggau, Akbari Darnawinsyah menyatakan Kucut terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana permufakatan jahat tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman yang beratnya melebihi lima gram sebagaimana dalam dakwaan Kedua Penuntut Umum melanggar Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Desri Zahri dengan pidana penjara selama enam tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dan denda sebesar Rp1,5 miliar, subsider enam bulan penjara

JPU menegaskan hal yang memberatkan terdakwa, karena perbuatannya terdakwa tidak mendukung program dari pemerintah dalam memusnahkan narkotika di Indonesia. Sedangkan yang meringankan terdakwa berterus terang mengakui perbuatanya, dan terdakwa belum pernah dihukum.

Ketua Majelis Hakim, Faisal lalu bertanya kepada terdakwa atas tuntutan tersebut.

Terdakwa melalui pensehat hukumnya menyatakan akan melakukan pembelaan secara tertulis (pledoi). Sementara JPU saat ditanya hakim tetap pada tuntutan. Maka Ketua Majelis Hakim menunda sidang dan akan dilanjutkannya Selasa (28/9) dengan agenda vonis dari Majelis Hakim PN Lubuklinggau.

Kronologis terdakwa disidangkan, berdasarkan informasi dari masyarakat setelah dua anak buah Desri, yakni Tersangka Gusti Yuda Sutira dan Tomi yang tertangkap lebih dulu dan sekarang sedang menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Muara Beliti. Saat anak buahnya diringkus, Tersangka Desri Zahri masih menjabat Anggota DPRD Kota Lubuklinggau.

Oktober 2019, tersangka melarikan diri ke Bandung, Provinsi Jawa Barat dan ditetapkan sebagai DPO oleh Polres Lubuklinggau.

“Tersangka saat menjalankan bisnis barang haram ini, masih menjadi Anggota DPRD Kota Lubuklinggau aktif. Kami sudah melakukan pemanggilan, tapi tiga kali pemanggilan tidak hadir. Walaupun sudah dikeluarkan surat keterangan dari Gubernur Sumsel Oktober 2019. Maka kami tetapkan sebagai DPO, tapi dari keterangan masyarakat tersangka sudah kabur dari kawasan Polda Sumsel, ke Jawa Barat, tepatnya di Kota Bandung. Sempat dikejar ke Kota Bandung, tapi belum bisa ditemukan. Saat penangkapan, kebetulan tersangka sedang berada di Kota Lubuklinggau, setelah kabur ke Jawa Barat dan mengetahui dirinya menjadi DPO Polres Lubuklinggau terkait bandar dan peredaran narkoba,” jelasnya.

Selanjutnya, tersangka dan BB digelandang ke Polres Lubuklinggau, lalu dilakukan pendalaman perkara dari mana tersangka mendapatkan barang haram tersebut. Dengan itu, atas perbuatannya tersangka dikenakan pasal 114 ayat 2 dan atau pasal 112 ayat 2 UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika.(rdw)

Click to comment

Apa Komentarmu

More in Kriminal

Trending

Terkini

RSS ANDROID NEWBIE ID

LinggauKlik

To Top