Connect with us

Tanpa Bayaran Bakar Lahan, Tiga Petani di Muratara Ditangkap Polisi

Foto petugas Polres Muratara saat menggelar rilies ketiga pelaku di Mapolres Muratara

Kriminal

Tanpa Bayaran Bakar Lahan, Tiga Petani di Muratara Ditangkap Polisi

MURATARA,LK-Petugas Satuan Reskrim Polres Muratara, menangkap tiga orang pelaku yang terlibat melakukan pembakaran hutan dan lahan di Embacang Baru, Kecamatan Karang Jaya Kabupaten Muratara, Senin (6/4/2021) sekitar pukul 16.00 WIB.

Ketiga pelaku diketahui yakni Wahyudi, Wardoyo dan juga Nanang, ketiganya warga Desa Suka Mana, Kecamatan STL Ulu Terawas Kabupaten Musirawa.

Kapolres Muratara AKBP Eko Sumaryanto, didampingi Kabag Ops Kompol Hendri Karoma dan Kasat Reskrim AKP Dedy mengatakan tim reskrim, menangkap tiga pelaku dalam tindak pidana pembakaran hutan dan lahan. (Karhutla)

“Kami mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada tindak pidana kebaran hutan, lalu petugas langsung cek TKP di daerah Embancang baru Kecamatan Karang Jaya,”Kata Kapolres AKBP Eko Sumaryanto kepada wartawan saat pres rilies, Kamis (8/4/2021).

Dijelakan dia, sesampai di TKP ditemukan lahan terbakar dan didapat pelaku Wardoyo, Nanang dan Wahyudi, dilokasi
sedang membakar lahan tersebut, selain itu pelaku AR berhasil lolos.

Karena tertangkap tangan sedang membakar lahan, ketiganya langsung diamankan dan digelandang ke Mapolres Muratara.

“Informasi yang didapat, diduga ketiga pelaku ini membakar lahan karena diperintah pemilik lahan berinisial EM,”terang Kapolres Muratata AKBP Eko.

Namun, saat penangkapan EM tidak sedang berada di Lokasi.

Sehingga selain ketiga pelaku, dilokasi turut diamankan barang bukti (BB) berupa tiga korek api, 1 tangki semprot air, dan sisa kayu yang terbakar.

Menurut Kapolres, jumlah lahan yang dibakar itu sekitar 2,4 hektar, lahan tersebut milik dari suadara EM yang kini ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

Akibat perbuatannya, ketiga pelaku dikenakan tindak pidana dalam pasal 187 KUHP, tentang pembakaran lahan, dengan ancaman pidana penjara selama 15 tahun.

Oleh sebab itu, Kapolres menghimbau kepada masyarakat, ayo cintai Negeri, jangan sampe Kabupaten Muratara menjadi daerah penyumbang asap.

Sementara pelaku Nanang saat diwawancarai wartawan, mengaku kalau dirinya sebenarnya bertugas hanya untuk menyemprot racun dilahan milik EM.

“Kami berempat digaji Rp.1 juta untuk menyemprot 11 hektar lahan milik EM,”kata Nanang kepada wartawan

Lalu terang Nanang, mereka diminta oleh EM untuk membakar lahan tersebut, dijelaskan pelaku, mereka membakar lahan tersebut tidak mendapar upah atau bayaran.

“Kami hanya disuruh, karena disuruh kami bakar,”tutupnya.(rdw)

Penulis : Sudirman – copyright@linggauklik.com 2021

Click to comment

Apa Komentarmu

More in Kriminal

Trending

Terkini

RSS ANDROID NEWBIE ID

LinggauKlik

To Top