Connect with us

Tambang Minyak Ilegal di Rawas Ilir Terbakar, Asap Hitam Membumbung Tinggi ke Langit

Foto nampak di lokasi kejadian warga ramai-ramai melihat kebakaran dan nampak asap hitam membumbung tinggi ke langit

Kriminal

Tambang Minyak Ilegal di Rawas Ilir Terbakar, Asap Hitam Membumbung Tinggi ke Langit

MURATARA,LK-Sumur Minyak ilegal di Desa Beringin Makmur II, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Muratara terbakar, Minggu (30/8/2020) pagi tadi.

Kobaran asap hitam membumbung tinggi ke langit dan terlihat dari kejauhan, belum diketahui dalam insiden tersebut apakah ada korban yang terluka.

Menurut warga Setempat Mulyadi saat ditanyain dirinya membenarkan tadi pagi ada kebakaran di tempat tambang minyak. Namun saat ini api sudah berhasil dipadamkan.

“Saya sedang di lokasi api sudah padam,”kata Mulyadi kepada Linggauklik.com, Minggu siang.

Iya menjelaskan jika untuk kronologis terbakarnya tambang tersebut tidak ia ketahui. Dan durasi kebakaran sendiri diperkira kurang lebih selama satu jam. Sementara untuk korban belum diketahui apakah ada korban dalam insiden itu.

Sementara Camat Rawas Ilir Heri Martoni saat dihubungi tidak menjawab.

Seperti diketahui pada berita sebelumnya, Warga di Desa Beringin Makmur II, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Muratara mengendus adanya dugaan ilegal Drilling atau pengeboran minyak tanpa izin yang telah melakukan aktivitas pertambangan di pemukiman warga.

Menurut SM (40) warga setempat Pengeboran minyak ilegal itu tepatnya depan Kantor Camat Rawas Ilir, belakang kantor Koramil dan tak jauh dari kantor Polsek setempat dan sangat meresahkan masyarakat.

“Karena sekarang dengan pengeboran itu menimbulkan gas keluar berasap dan suara dentuman,”kata SM kepada wartawan, Kamis (6/8/2020).

Dijelaskannya, akibat dari ilegal driling tersebut, membuat warga setempat banyak yang mengungsi, karena bau gas yang menyengat, termasuk ia juga mengungsi karena tidak tahan.

“Karena bau ada juga warga yang pingsan dan harus dilarikan ke Pukesmas,”jelasnya.

Kapolres Muratara AKBP Adi Witanto melalui Kapolsek Rawas Ilir Iptu Aprinaldi saat dikonfirmasi dirinya membenarkan ada aktivitas yang diduga ilegal mining tersebut.

“Saat ini kita lagi rapat di Kantor Camat untuk membahas penutupan minyak tersebut,”ujarnya.

Sementara Camat Rawas Ilir Heri Martoni mengaku sudah memberikan sosialisasi, dan telah Menyetop aktivitas ilegal drilling di Desa Beringin Makmur II, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Muratara.

Ilegal Driling atau pengeboran minyak tanpa izin yang telah melakukan aktivitas pertambangan di pemukiman warga.

“Keadaan sekarang sudah normal, memang masih ada dua mata bor minyak yang belum bisa ditutup karena sesuai dengan petunjuk dr Tim PT.Sele Raya Merangin Dua (SRDM),”kata Camat Rawas Ilir saat dikonfirmasi Linggauklik.com, Senin (10/8/2020).

Dijelaskannya, untuk menutup mata bor yang mengeluarkan gas itu, sebaiknya berkoordinasi dengan pihak SKK Migas yang berkompeten dan punya tenaga ahli.

Karena menurut ia,  kalau hal tersebu ditutup sembarangan atau tanpa tenaga ahli, dan di khawatirkan tidak efektif.

Saat ini sambungnya, aktivitas warga yang mengambil minyak sudah tidak ada lagi, seperti pada video-video yang viral kemarin.

“Sekarang dak ada lagi aktivitas dan bau gaspun dak ado lagi,”tegasnya.

Selain itu dijelaskannya dilokasi pengeboran juga saat ini sudah terpasang himbauan dari pihak Kepolisian.

Jadi sambungnya, pihak Kepolisian sudah memasang Police Line di sekitar pengeboran dan ia selaku Pemerintah juga sudah melayangkan surat, agar masyarakat tidak mengadakan aktivitas pengeboran lagi.

“Kalau ada yang melangar hukum ya kita serahkan ke penegak hukum,”tegasnya.

Sementara aktivitas pengeboroan tersebut merepukan sumber rejeki bagi sebagian masyarakat di Rawas Ilir. Namun hal tersebut melanggar Undang-undang yang berlaku.(rdw)

Penulis : Sudirman – copyright@linggauklik.com 2020

Click to comment

Apa Komentarmu

More in Kriminal

Trending

Terkini

Follow me on Twitter

LinggauKlik

To Top