Connect with us

Sebelum Kejadian, Almarhumah Guru SMPN 2 Linggau Sempat Tunjukan Video Tiktok di Sekolah

Kriminal

Sebelum Kejadian, Almarhumah Guru SMPN 2 Linggau Sempat Tunjukan Video Tiktok di Sekolah

LUBUKLINGGAU,LK-Arlan (34) yang merupakan rekan seprofesi dengan Eli Heriana (51) mengajar di SMPN 2 Kota Lubuklinggau, mengaku tak percaya kalau temannya Eli sudah sudah tiada.

“Tidak menyangka mas, namanya ajal ya kita tidak tahu, Ibuk Ely orangnya di Sekolah Asyk dan Baik,”kata Rekannya Arlan yang merupakan guru olaraga di SMPN 2 Kota Lubuklinggau kepada media, Kamis malam dirumh duka.

Ia mengungkapkan jika dirinya saat di Sekolah Masih bertemu dengan almarhumah, Ibu Eli merupakan  guru BK dan juga humas di SMPN 2 Kota Lubuklinggau.

Bahkan lanjutnya, Ibu Eli saat  Kegiatan BNN Kota Lubuklinggau mengadakan sosialisasi di Sekolah, Almarhumah sempat menampilkan video tiktok yang dibuat bersama teman seprofesinya dan ditunjukan kepada anak-anak murid. Ia juga sempat ngobrol dengan almarhumah mengenai UTS yang sebentar lagi akan diadakan.

“Beliau itu memiliki empat orang anak, tiga cewek dan satu cwok,”ujarnya.

Tentunya ia merasa kaget Setelah  mendapat kabar ini, dari kabar yang ia dapat dari teman-temannya diduga menjadi korban jambret, dan terjatuh hingga mengalami luka di bagian kepala dibelakang. Dari informasi juga kayaknya belum ada barang-barangnya yang hilang.

Sementara Kepala Sekola SMPN 2 Kota Lubuklinggau Parman menambahkan jika ia mendapat informasi disekolah sekitar pukul 17.20 WIB dari murid-murid jika Ibu Eli dijambret dan dibawa kerumah sakit.

(Rumah duka yang berada di Komplek Perumahan Lestari di RT 05 Kelurahan Perumnas Lestari Kecamatan Lubuklinggau Timur I, ramai didatangi murid, keluarga, tetangga rekan kerja almarhumah,Kamis 3/10/2019.Foto Sudirman)

“Beliau sangat dekat dengan anak-anak tidak ada indikasi sama anak-anak semuanya disamakan olehnya,”ungkapnya. Memang sambungnya, terkahir bertemu pas acara sosialisasi di Sekolah.

Dikatakan Parman, Ibu Eli mengajar menjadi guru BK di SMPN 2 Kota Lubuklinggau sudah lama, ia sudah mengajar 15 tahun lebih.

Rencananya Ibu Eli sendiri akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) dekat rumahnya, dan saat ini pihak keluarga masih menunggu suaminya Ahmad Romzah yang merupakan pegawai Dispora Musirawas.

“Saat ini suaminya sedang di Singapore mengawal anak-anak Paskibraka jalan-jalan, malam ini iya terbang dari Singapure,”ujarnya.

Seperti diketahui Guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) SMP Negeri 2 Kota Lubuklinggau, diduga tewas menjadi korban aksi jambret jalanan yang terjadi di Jalan Lapter Kelurahan Air Kutih Kecamatan Lubuklinggau Timur I Kota Lubuklinggau , Kamis (3/10/2019) sekitar pukul 17.30 WIB

Diketahui guru tersebut bernama Eli Heriana (50) warga RT 05 Perumahan Lestari Kelurahan Taba Lestari, Kecamatan Lubukinggau Timur I. Kejadian naas itu terjadi tepat didepan kantor eks BNN Kabupaten Musirawas (Mura).

Korban merupakan guru Bimbingan Konseling (BK) di SMPN 2 Kota Lubuklinggau, ia diduga tewas ditempat dengan luka dikepala diduga akibat terjatuh dari sepeda motor matix yang ia gunakan.

Berdasarkan informasi yang di peroleh di tempat kejadian perkara (TKP) korban dari arah lampu merah simpang lapter menuju arah Rumah Sakit Siti Aisyah, dan setiba di TKP korban yang mengendarain sepeda motor Honda Vario Techo warna merah tanpa nopol, diduga di pepet oleh sepeda motor vixion warna merah yang dikendarai oleh dua orang.

“Kami cuma liat ada motor yang mepet korban, tidak lama kemudian terlihat korban terjatuh sambil berteriak, sedangkan dua orang yang mengendarai motor vixion sempat menoleh dan langsung ngebut. Sepertinya jambret itu mba.”kata DS warga setempat kepada Media.

Saat itu ibu itu menggunakan tas selempang, diduga ditarik lalu terjatuh dari sepeda motornya. Dan helmnya terlepas. Dikarekan korban menggunakan jilbab terlihat dari hidung dan kepalanya mengeluarkan darah.

Sedangkan menurut Puput ibu itu guru di SMP 2 mau jemput anaknya, karena tadi tetangganya sempat ngomong bahwa korban mau jemput anaknya.

“ Tadi anaknya lewat dan melihat ibunya langsung menangis.”

Warga yang sempat melihat korban yang terkapar dengan bersimbah darah langsung melarikan korban ke RS Siti Aisyah. Namun setelah sempat mendapatkan pertolongan korban menghembuskan nafas terakhirnya. Kini korban sudah dibawa ke rumah duka.(rdw)

Penulis : Sudirman – copyright@linggauklik.com 2019

Click to comment

Apa Komentarmu

More in Kriminal

Trending

Terkini

RSS ANDROID NEWBIE ID

LinggauKlik

To Top