Connect with us

Satu Kali Mangkir, Jaksa Layangkan Surat Panggilan Kedua Untuk Ketua KTNA Musirawas

Foto petugas Kejaksaan saat menerima penyerahan barang bukti dari Ketua KTNA Musirawas Catur Handoko

Kriminal

Satu Kali Mangkir, Jaksa Layangkan Surat Panggilan Kedua Untuk Ketua KTNA Musirawas

LUBUKLINGGAU,LK-Surat pemanggilan kedua akan segera dilayangkan oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuklinggau, kepada tersangka Catur Handoko Ketua Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Musirawas.

Tersangka Catur Handoko menjadi tersangka dalam kasus dugaan Korupsi Dana Hibah dari Pemerintah Kabupaten Mura, untuk pekan Nasional (Penas) KTNA ke XVI.

Catur ditetapkan tersangka oleh tindak pidana Korupsi pada tanggal 13 Juli 2021, namun hingga kini, Senin (9/8/2021) tersangka belum juga hadir di Kantor Kejaksaan Negeri Lubuklinggau, beralasan sakit jatung dan sedang menjalani pengobatan di Rumah Sakit.

Kepala Kejari Lubuklinggau, Willy Ade Chaidir, melalaui Kasi Pidsus Yuriza Antoni saat dikonfirmasi mengatakan, jika yang bersangkutan hingga kini belum hadir memenuhi panggilan Kejari.

Yuriza mengutarakan dikarenakan tersangka belum hadir, oleh sebab itu pihaknya akan kembali menyurati tersangka.

“Pidsus saat ini lagi akan kami agendakan panggilan ke-2,”ujar Yuriza kepada Linggauklik.com, Senin (9/8/2021).

Dijelaskan dia, dari surat keterangan yang dilayangkan oleh Penasehat Hukum tersangka, saat pemanggilan pertama yang bersangkutan tidak dapat hadir, itu dikarenakan berhalangan, tersangka sedang dalam kondisi sakit jantung.

Untuk masalah kesehatan, sebelumnya pihak kejaksaan akan menyediakan dokter pembanding, guna menghindari rekayasa kesehatan. Sehingga kejaksaan bisa tahu apakah betul yang bersangkutan sedang sakit.

Sementara, Ardi Penasehat Hukum Tersangka Ketua KTNA Musirawas Catur Handoko, saat dikonfirmasi terkait kesehatan Ketua KTNA, Ardi mengabarkan jika saat ini kondisi kliennya masih dalam tahap pengobatan jantung.

“Info terakhir dari pak catur via wa (Whatsapp), masih pemeriksaan persiapan operasi katup,”kata Ardi kepada Linggauklik.com, Senin (9/8/2021).

Sedangkan, mengenai kapan yang bersangkutan bisa hadir memenuhi panggilan pertama Kejari, Ardi mengaku belum mengetahui secara pasti kapan yang bersangkutan dapat hadir.

“Kalau itu saya tidak tahu bisa hadir atau tidak, sampai sekarang saya dan pak Hidayat, belum tahu kapan panggilan kedua dilaksanakan,”jelasnya.

Namun dijelaskan Ardi, pada prinsipnya dia selaku Penasehat Hukum, mendampingi kliennya bertujuan agar perkara ini sesuai dengan due process of law.

Mengenai Pidsus Kejari Lubuklinggau akan melayangkan surat panggilan ke-2 kepada kliennya, Ardi sendiri menyebut belum bisa berkomentar lebih banyak.

“Belum bisa menanggapi soalnya kami belum tahu panggilan ke-2 itu kapan,”tandasnya.

Seperti diketahui, Dalam kasus dana hibah ini, dari hasil audit BPK, dalam kasus ini negara mengalami kerugian sekitar Rp.477 juta.

Dan akibat perbuatannya, yang bersangkutan disangkakan Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor).

Sebelumnya bahwa Tim Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuklinggau meminta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Sumsel, untuk melakukan audit secara langsung yang difasilitasi Kejari Lubuklinggau. Yang juga saat itu dihadirkan Ketua Kontak Tani dan Nelayalan Andalan (KTNA) Musi Rawas (Mura), Catur Handoko.

Dan saat itu masih pada tahap audit oleh BPKP, Kita berharap BPKP sesegera mungkin menyerahkan hasil audit dan bila ada kerugian negara, maka akan mencari siapa yang bertanggung jawab, dan hari ini Kamis (10/6/2021) Catur Handoko menyerahkan barang bukti ke Kejaksaan secara langsung.

Diketahui kasus dugaan korupsi ini mencuat dan dilakukan pemeriksaan karena menyangkut anggaran hibah KTNA Mura senilai Rp1, 075 miliar.

Dana tersebut diperuntukan kegiatan Pekan Nasional (PENAS) 2020 di Sumatera Barat (Sumbar). Namun kegiatan tersebut batal digelar lantaran adanya Pandemi Covid-19, sementara uang hibah tesebut belum dikembalikan ke kas negara hingga saat ini.(rdw)

Penulis : Sudirman – copyright@linggauklik.com 2021

Click to comment

Apa Komentarmu

More in Kriminal

Trending

Terkini

RSS ANDROID NEWBIE ID

LinggauKlik

To Top