Connect with us

Saksi Katakan, Sapu Tangan Untuk Membius Ipung Itu Hoak

Foto sidang kasus pembunuhan Ipung Efendi nampak emapt saski sedang memberikan kesaksiannya di persidangan Di Pengadilan Negeri Lubuklinggau

Kriminal

Saksi Katakan, Sapu Tangan Untuk Membius Ipung Itu Hoak

LUBUKLINGGAU,LK-Sidang lanjutan perkara pembunuhan Ipung Efendi alias Ipung (60) yang merupakan owner salon Ipung Kota Lubuklinggau, kembali di gelar di Pengadilan Negeri Lubuklinggau, Kamis (16/1/2020).

Terdakwa  Afriyanto alias Wahab alias UP alias Siska (39)   hanya menunduk mendengarkan keterangan empat saksi yang dihadirkan Nanda Hardika selaku jaksa penuntut umum Kejari Linggau.

Dalam sidang yang dipimpin hakim Ketua Iman Santoso didampingi Tatap Situngkir dan Ferdinaldo, serta terdakwa didampingi Ayub Zakaria dan Edwar Antoni selaku penasehat hukumnya.

Dipersidangan jaksa menghadirkan saksi Anton Anak angkat Ipung, Yeni dan Erlina Pegawai salon Ipung, serta Pandi tetangga korban Ipung.

Dari keterangannya, Anton mengaku mendapati kabar ayah angkat terbunuh setelah dikasih tahu Istrinya, sementara Istrinya bernama Yuni, medapat kabar terbunuhnya Ipung dari pegawai salon yakni Yeni.

Saat itu dikatakannya, setelah mendapat kabar ia langsung meluncur kerumah korban dengan waktu sekitar 20 menit, setiba dirumah ia melihat korban sudah tergetak dan ditubuhnya penuh dengan darah.

Anton menjelaskan jika ia sering main kerumah Ayah angkatnya itu, dalam satu bulan ia bisa berkunjung tiga kali sampai empat kali kerumah korban.

Tetapi diteruskannya, orang tuanya tidak perna bercerita ada konflik dengan terdakwa.

Memang  kata ia dihadapan hakim, ia mengaku perna melihat terdakwa datang kerumah korban satu bulan sebelum kejadian dan melihat sendiri, jika Terdakwa perna datang kesalon untuk silaturahmi.

“Saya mengenal jelas dengan terdakwa, namun tidak mengetahui pasti sifatnya, selain itu ia juga tidak mengenali Redi dan Dedi “ujarnya dipersidangan.

Anton juga dipersidangan mengatakan jika ia perna meng interogasi terdakwa, untuk menanyakan siapa saja orang yang diduga ikut membunuh Ayahnya. Dan dijawab Terdakwa jika ia bersama Redi dan Dedi

“Kalau sema sih Redi,  beliau (Terdakwa) dekat, dan si Dedi cuma kenal dipasar, dan siska mengaku Redi itu tinggal di Talang Bandung dan bekerja sebagai supir Grab nah sebatas situ yang saya dapatkan dari terdakwa dan saya tidak kasih tahu dia kalau saya anak angkat korban,”ujarnya.

Anton juga menegaskan dipersidangan, jika yang disebutkan ada sapu tangan yang beri obat bius, itu tidak benar atau hoak.

“Tidak ada sapu tangan itu dilokasi, itu hoak,”ungkapnya.

Sementara Saksi Yeni dan Erlina mengaku tidak mengetahui secara pasti kesaharian korban, dan juga korban tidak perna ada cerita mengenai Siska.

Yeni juga tidak mengatahui apakah korban sehari sebelum kejadian korban sempat kepasar atau tidak.

“Memang setiap pagi kebiasaan korban sering meraton dan kepasar,”ujarnya.

Dirinya mentakan jika ia hanya bekerja di salon Ipung, dan waktu kejadian ia sudah melihat Korban tergeletak penuh darah, dan didekatnya ada batu dan kayu.

Sedangkan Dipersidangan terdakwa membenarkan semua keterangan yang diberikan oleh para saksi.

Dalam sidang yang akan datang, Senin (20/1/2020) JPU masih akan menghadirkan saksi-saksi.

Seperti diketahui pada pemberitaan sebelumnya Warga Kelurahan Taba Jemekeh mendadak heboh dengan ditemukan sesosok mayat yang diketahui bernama Muhammad Ipung Effendi alias Ipung (60) dengan kondisi kepala pecah dan tubuh terdapat luka tusuk, Jumat (23/8/2019) sekitar pukul 10.00 WIB.

Menurut informasi yang didapat penemuan mayat tersebut bertempat di Salon Ipung yang berada di Jalan Yos Sudarso NO.70 RT 11 Kelurahan Taba Jemekeh Kecamatan Lubuklinggau Timur II.(rdw)

Penulis : Sudirman – copyright@linggauklik.com 2019

Click to comment

Apa Komentarmu

More in Kriminal

Trending

Terkini

Follow me on Twitter

LinggauKlik

To Top