Connect with us

Remaja Putri di Lubuklinggau Dianiaya Pacar Karena Cemburu, Korban Ditonjok Hingga Digigit

Foto korban saat berada dirumahnya di gang Gelatik, Kelurahan Keputraan, Kecamatan Lubuklinggau Barat, Kota Lubuklinggau

Kriminal

Remaja Putri di Lubuklinggau Dianiaya Pacar Karena Cemburu, Korban Ditonjok Hingga Digigit

LUBUKLINGGAU,LK-Seorang remaja Putri   bernama Agnes Putri Mega Kristina (19) mengalami penganiayaan dari pacarnya sendiri di dekat Sekolah Dasar (SD) Negeri 10, Kelurahan Siderejo, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Kota Lubuklinggau.

Diduga, lelaki yang berinisial D melakukan penganiayaan atas dasar cemburu buta karena korban mendapat telepon dari teman lelakinya. Bahkan, pelaku juga membanting dan merusak Handphone (HP) milik korban hingga hancur berkeping-keping.

Korban Agnes dirumahnya di Gang Gelatik, Kelurahan Keputraan, Kecamatan Lubuklinggau Barat, menceritakan kronologis kejadian bermula, pada Sabtu (22/5/2021) sekitar pukul 19.30 WIB, Agnes dari rumah dijemput oleh pacarnya D, mereka adalah pasangan kekasih dan akan menikmati malam Minggu bersama.

“Saya diajak D jalan-jalan, terus kami isi bensin, tiba-tiba HP saya berbunyi ada telepon masuk, dan ternyata yang menelepon itu teman cowok,”kata Agnes saat dibincangi wartawan dirumahnya, Senin (25/5/2021).

Karena yang telpon itu adalah cowok, terus D mengetahui dan menayakan siapa cowok yang telpon Agnes, terus dijawab oleh korban kalau yang telpon itu adalah temannya. Karena jawabannya, diduga pelaku tidak percaya.

Sehingga terang Agnes, pacarnya berinisial D marah-marah sepanjang jalan diatas sepeda motor, namun dirinya tidak menanggapi kemarahan pelaku yang dianggap tidak jelas.

“Memang dia itu sudah dari hari sebelumnya merajok (ngambek, marah),”ujar dia.

Tetus sambung Agnes, karena dirinya bersikap dingin dan tidak mengeluarkan satu katapun saat pelaku marah, akibatnya pelaku kesal sambil mengatakan ke korban, kenapa diam saja, padahal salah dan tidak mengakui kesalahan.

Disitulah, tangan korban mulai dicubit oleh pelaku. Lalu pelaku mengajak korban masuk kejalan Bangau di dekat SDN 10, tiba-tiba disana kening korban langsung disundul oleh pelaku menggunakan kepala.

“D itu marah kenapa saya tidak mengakui kalau saya yang salah,”terang dia.

Karena pelaku marah, lalu korban langsung turun dari sepeda motornya dan pelaku langsung merampas HP milik korban. Agnes sempat melawan dan berusaha mengambil HP-nya kembali, namun pelaku malah menggigit tangannya.

Lalu terang korban, HP dirinya langsung dibanting berkali-kali, dan terus diinjak dan dipatahkan tiga oleh pelaku. Akibatnya HP milik korban tidak bisa hidup sama sekali.

“Sudah merusak HP, dia (Pelaku) menonjok kepala saya, dan aku diam saja, terus dia tonjok lagi hingga lima kali, lalu saya tersungkur,”ungkap Agnes.

Karena terjatuh, lalu pelaku menyekap tubuhnya, dan kemudian menggigit punggung sampai berdarah. Setelah kejadian itu pelaku ngajak pulang, karena HP itu rusak, korban tidak mau diajak pulang dan berharap agar pelaku menggantinya.

Korban terus meminta pelaku menggantinya, namun pelaku tetap marah, dan saat pelaku marah, korban langsung merebut remot sepeda motor.

Waktu itu korban diantar oleh pelaku persimpangan gang rumah korban, korban terus merengek meminta agar HP diganti. Karena pelaku terus marah-marah sehingga setiba di persimpangan gang rumah korban.

Korban langsung melompat dari sepeda motor korban, dan membawa remot kontak sepeda motor pelaku. Karena remot sepeda motor dipegang korban, pelaku kesal dan meninggalkan sepeda motornya dan menyerahkan kepada korban.

“Ambilah motor ini, dan aku mau berlari,”kata korban merikukan pelaku.

Usai, sepeda motor itu ditinggalkan, lalu sepeda motor itu dibawa korban kerumah tantenya. Karena saat itu korban takut pulang kerumah karena HP miliknya dirusak oleh sang pacar.

“Setelqh kejadian saya tidak berani balek dan saya pulang kerumah tante, dan lalu tante bersama saya mendatangi rumah orang tua pacar saya di Kelurahan Ulak Lebar, meminta ganti HP,”jelas dia.

Dan sesampai dirumah orang tua pelaku, lalu orang tua pelaku tidak bisa mengganti HP tersebut, namun hanya bisa membantu uang Rp.1 juta, namun uang tersebut tidak cukup untuk membeli HP.

Dan usai dari rumah orang tua pelaku, korban bersama tante kembali pulang, setiba dirumah tantenya, tante bingung melihat korban lesu dan menundukan wajah, setelah dicek tanten ternyata, di wajah korban banyak lula lebam.

Karen ditubuh banyak memar, lalu tantenya mengajak kerumah orang tua pelaku lagi, dan setiba dirumah orang tua pelaku, korban pingsan.

Dan langsung dibawa kerumah sakit Sobirin di Lubuklinggau, guna mendapatkan perawatan

Kapolsek Lubuklinggau Barat AKP Luhut melalui Katim 29 Bon mengatakan, jika kasus ini sudah dilaporkan ke Mapolsek, saat ini kasus ini sedang dalam penyelidikan unit Reskrim Polsek Lubuklinggau Barat.

“Kita sudah mengamankan beberapa barang bukti, seperti baju korban, HP  dan barang bukti lainnya”ujar Katim 29Bon kepada wartawan.

Pelaku tegas dia, saat ini sedang diburu dan semoga pelaku cepat ditangkap, dan bisa menjalani proses hukum yang berlaku.

“Kita himbau agar pelaku segera menyerahkan diri,”tandasnya.(rdw)

Penulis : Sudirman – copyright@linggauklik.com 2021

Click to comment

Apa Komentarmu

More in Kriminal

Trending

Terkini

RSS ANDROID NEWBIE ID

LinggauKlik

To Top