Connect with us

Polres Mura Siagakan 350 Personel Sambut Nataru

CEK PASUKAN : Bupati Mura, H Hendra Gunawan didampingi Kapolres Mura, AKBP Suhendro saat mengecek pasukan Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Musi 2019 di halaman depan kantor Bupati Mura, Kamis (19/12/2019).

Kriminal

Polres Mura Siagakan 350 Personel Sambut Nataru

*Bupati Mura Jadi Inspektur Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Musi 2019

MUSI RAWAS LK-Bupati Musi Rawas, H Hendra Gunawan menjadi inspektur dalam pelaksanaan Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Musi 2019 di halaman depan kantor Bupati Mura, Kamis (19/12/2019).

Dalam kesempatan itu juga dihadiri, Wakil Bupati Mura, Hj Suwarti, Kapolres Mura, AKBP Suhendro, Ketua Pengadilan Agama Kelas I B, H Muchlis serta para Forkompinda Mura.

Kapolres Mura, AKBP Suhendro didampingi Kabag Ops, Kompol Suparlan mengatakan pelaksanaan apel gelar pasukan Operasi Lilin ini sekaligus bertepatan dengan hari Bela Negara.

“Sedikitnya, ada 350 personel nantinya akan di tempatkan di tempat ibadah seperti di Gereja di Tugumulyo akan didirikan pos pelayanan, kemudian akan didirikan pos pantau dilokasi objek wisata diantaranya, Danau Gegas, Danau Aur dan Simpang Gegas,” kata Suhendro didampingi Suparlan.

Sementara itu, Bupati Mura, H Hendra Gunawan berkesempatan menyampaikan, amanat Kapolri RI, Jendral Pol, Drs Idham Aziz.

Dalam amanatnya, operasi lilin 2019 ini merupakan kegiatan terpusat yang dilaksanakan selama 10 hari dimulai, Senin (23/12/2019) hingga, Rabu (1/1/2010).

Fokus pengamanan 61.308 objek baik gereja, tempat wisata, pusat perbelanjaan, objek perayaan tahun baru, terminal, pelabuhan, stasiun KA dan bandara.

Dalam pelaksanaan ini, melibatkan 191.807 personel pengamanan gabungan yang terdiri atas 121.358 personel polri, 17.190 personel TNI, serta 55.259 personel Sat Pol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Pramuka, Pemadam Kebakaran, Linmas, Senkom dan intansi terkait lainnya.

“Dimana, kekuatan personel tersebut akan ditempatkan pada 1.792 titik pos pengaman, 745 titik pos pelayanan, dan 45 titik pos terpadu,” jelas Bupati.

Bupati Mura menjelaskan, nantinya strategi yang diterapkan dalam operasi ini adalah mengedepankan tindakan preemtif dan preventif dengan didukung kegiatan intelegen, berupa deteksi dini dan deteksi aksi, serta penegakan hukum secara tegas dan profesional.

Berdasarkan prediksi intelejen, terdapat 12 potensi kerawanan yang harus kita antisipasi yaitu, aksi terorisme, kejahatan konvensional, kemacetan lalulintas, kecelakaan transportasi, sweeping ormans.

Kemudian, aksi penolakan peribadatan, kenaikan harga sembako, konflik sosial dan tawuran, bencana alam, konvoi dan balap liar, kebakaran akibat petasan, dan pesta narkoba ataupun minuman keras.

“Maka dari itu, berkaitan dengan hal tersebut, stakeholder harus bersinergi menentukan langka antisipasi yang proaktif dan menerapkan strategi yang tepat guna mengatasi potensi gangguan yang ada,” tutur Bupati.

Bupati juga menambahkan, untuk kiranya untuk melakukan penekanan untuk dipedomani diantaranya, tetap jaga kesehatan serta niatkan setiap pelaksanaan tugas sebagai ibadah kepada Tuhan YME, pastikan setiap personel hadir sesuai plotting serta paham terhadap tugas dan tanggung jawabnya.

Kemudian, lakukan deteksi dini dengan memetakan titik kerawanan secara tepat dan oktimalkan penggalangan untuk mencegah aksi yang meresahkan masyarakat, laksanakan pengamanan secara profesional dan humanis, berikan pelayanan terbaik, serta tingkatkan kewaspadaan pengamanan melalui penerapan buddy system.

“Serta, mantapkan kerja sama, sinergi, dan solidaritas para pihak yang terlibat demi keberhasilan pelaksanaan operasi,” tutup H2G.(Roem)

Click to comment

Apa Komentarmu

More in Kriminal

Trending

Terkini

RSS ANDROID NEWBIE ID

LinggauKlik

To Top