Connect with us

Polisi Pidanakan Dua Pemilik Cafe, Pemerintah Tutup Cafe Permanen

Foto petugas saat sedang melakukan pemeriksaan terhadap salah satu cafe yang terjaring razia di Lubuklinggau

Kriminal

Polisi Pidanakan Dua Pemilik Cafe, Pemerintah Tutup Cafe Permanen

LUBUKLINGGAU,LK-Polisi saat ini sedang melakukan pemeriksaan terhadap, dua orang pemilik Cafe di Patok Besi, Kelurahan Sumber Agung, Kecamatan Lubuklinggau Utara I, terkait pelanggaran Penerapan Pembatasan Kegiata  Masyarakat (PPKM) level IV.

Hal itu diungkapkan langsung Kapolres Lubuklinggau, AKBP Nuryono, Kapolres menyebut jika saat ini kedua pengusaha cafe statusnya sebagai terperiksa.

“Para pemilik cafe akan kita proses hukum terkait pelanggaran di masa PPKM pevel 4 ini,”kata Kapolres Lubuklinggau AKBP Nuryono kepada wartawan, Senin (2/8/2021) siang.

Ditegaskan Kapolres, tentunya ini akan memberikan efek jera kepada pelaku usaha agar tidak melanggar peraturan yang ada.

“Keduanya akan kita pidanakan,”tegas dia.

Namun hingga saat ini, Kapolres belum memberi tahu identitas siapa pemilik kafe tersebut, Kapolres belum mau menjelaskan.

Sementara dari hasil pemeriksaan lebih lanjut di patok besi, dua kafe tersebut beroperasi tanpa memiliki izin. Oleh karenanya Pemerintah Kota Lubuklinggau berencana akan menutup dua Kafe tersebut selamanya.

Selain kedua pemilik kafe di area patok besi tersebut, yang diproses pidana juga ada satu tersangka bernama Efran  atas kepemilikan 22 butir ekstasi yang berhasil diamankan dalam razia yang dilakukan Minggu (1/8/2021), sekitar pukul 02.00 WIB dini hari.

“Jadi narkoba ada tersangkanya sendiri dan pemilik kafe kaitannya dengan PPKM,” jelas Nuryono.

Seperti berita sebelumnya, Dari hasil Giat Razia Penertiban Lokalisasi Patok Besi Kelurahan Sumber Agung, Kecamatan Lubuklinggau Utara II Kota Lubuklinggau, Minggu (1/8/2021) sekitar pukul 02.00 WIB, Ini data-data warga diamankan di Mapolres Lubuklinggau.

Terdata dari 227 orang yang diamankan mereka terdiri dari warga Musirawas berjumlah 33 orang ditambah 4 orang masih berstatus anak-anak.  Warga Muratara berjumlah 42 orang ditambah 2 orang masih berstatus anak-anak. Ada juga Warga Rejang Lebong berjumlah 7 orang.

Sedangkan sisnya mereka adalah warga dari Kota Lubuklinggau. 227 orang ini diangkut polisi karena diduga sedang pesta narkoba jenis pil ektasy. Mereka sedang party di diskotik Relax Discotic dan Diskotik Memes yang ada di Lokasi Patok Besi.

Kapolres Lubuklinggau AKBP Nuryono mengatakan, untuk warga Muratara dan Musirawas yang turut diamankan, mereka akan diarahkan dan diserahkan ke Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten masing-masing, untuk di proses lebih lanjut.

“Sementara untuk yang anak-anak berjumlah 8 orang akan kita proses dan kembalikan kepada orang tuanya masing-masing,”tegas Kapolres.

“Ada 227 pengunjung yang diamankan ke Mapolres,”kata Kapolres Lubuklinggau AKBP Nuryono, Minggu pagi.

Dari 227 yang diamanankan kata Kapolres, 219 orang dewasa yang terdiri dari 164 laki-laki, 55 orang perempuan. Sedangkan sisanya 8 orang, masih berstatus anak-anak.

Dari ratusan orang yang diamankan di Mapolres, setelah dilakukan tes urinenya 190 orang dinyatakan positif menggunakan narkoba.Sedangkan 37 orang dari hasil tes urine mereka negatif.

“Selain itu ada satu orang pengunjung yang kedapatan menyimpan barang bukti narkoba,”tegasnya.

Selain itu, polisi menyitan barang bukti diduga narkoba jenis pil ektasy sebanyak, 32 butir.

Kapolres menuturkan, Para pengunjung yang negatif narkoba, diperbolehkan kembali pulang, dan yang positif dilakukan pembinaan serta dimintai keterangan dengan mengisi biodata masing-masing.

Selanjutnya, petugas sedang melakukan pengembangan, terkait dengan kepemilikan narkoba, apa tujuan keberadaan mereka disana, terlebih dalam masa pandemi Covid-19 ini.

Sementara untuk pemilik Cafe atau tempat diskotik, saat ini masih dilakukan proses lebih lanjut, terkait perannya disana. Untuk penutupan sendiri saat ini Polres sedang berkoordinasi dengan Pemerintah Kota.

“Terlebih mereka membuka Cafe dimasa PPKM level 4 ini, tentu masalah penindakan kafe akan kita koordinasikan lebih lanjut,”tandasnya.

Kapolres menyebut, kegiatan ini bertujuan untuk penerapan bagi warga atau pemilik tempat hiburan yang melanggar aturan yang ada sesuai dengan kebijakan pemerintah tentang PPKM Mikro level 4 ( empat ) yang berdasarkan surat INMENDAGRI NO. 25 Tahun 2021 dan surat edaran Walikota Lubuklinggau.(rdw)

Penulis : Sudirman – copyright@linggauklik.com 2021

Click to comment

Apa Komentarmu

More in Kriminal

Trending

Terkini

RSS ANDROID NEWBIE ID

LinggauKlik

To Top