Connect with us

Polisi Masih Selidiki Pelaku Perampokan dan Pemerkosaan Mahasiswi Cantik di Lubuklinggau

Foto petugas Kepolisian saat melakukan oleh TKP kejadian

Kriminal

Polisi Masih Selidiki Pelaku Perampokan dan Pemerkosaan Mahasiswi Cantik di Lubuklinggau

LINGGAUKLIK-Terkait kasus perampokan dan disertai dengan pemerkosaan yang menimpa Mahasiswi di Kota Lubuklinggau, Polisi masih terus menyelidiki kasus tersebut dengan meminta keterangan saksi dan mengumpulkan barang bukti.

Kapolres Lubuklinggau AKBP Harissandi melalui Kasat Reskrim AKP M. Romi mengaku belum mengungkap secara pasti pelaku perampokan dan pemerkosaan terhadap seorang Mahasiswi di Kota Lubuklinggau.

“Kita sekarang lagi dilapangan sedang melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan bukti-bukti,”kata AKP Romi kepada wartawan, Minggu (15/5/2022).

Dia menyebut, jika Polisi sudah meminta keterangan saksi-saksi dan juga sudah mengumpulkan berupa bukti-bukti yang ada dilokasi kejadian di rumah korban di Kecamatan Lubuklinggau Utara I.

Kasat mengatakan, barang bukti yang sudah berhasil dikumpulkan yakni mulai dari senjata tajam jenis parang beserta sarungnya milik pelaku yang ditinggal, sudah diamankan di Mapolres Lubuklinggau.

“Pakaian korban dan kotak HP juga diamankan sebagai barang bukti,”tegasnya.

Sementara sambung dia, dari keterangan korban sendiri, korban tidak mengenali pelaku. Intinya tegas dia, kasus perampokan dan pemerkosaan ini masih penyelidikan. Dan Kasat berharap kasus ini segera terungkap dan pelaku cepat ditangkap.

Seperti diketahui seorang Mahasiswi di Kota Lubuklinggau menjadi korban perampokan dan juga korban pemerkosaan oleh orang tidak dikenal (OTD), Sabtu (14/5/2022) pagi.

Korban sebut saja Bunga (21) bukan nama sebenarnya, ini Warga Kecamatan Lubuklinggau Utara I, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan (Sumsel), akibatnya korban mengalami trauma, hingga harus dilarikan kerumah sakit.

Menurut Informasi, Korban saat itu sedang sendirian berada dirumahnya. Ibu korban bekerja sebagai petani karet, sedangkan sang Ayah bekerja sebagai kuli bangunan. Kedua orang tua korban sejak pukul 06.00 WIB pagi sudah pergi bekerja sedangkan adik korban pergi Sekolah.

Sehingga, saat kejadian sekitar pukul 07.30 WIB korban sedang sendirian berada dirumah dan sedang berada didalam kamarnya sambil bermain HP.

Saat itu, korban mendengar suara dari pintu belakang rumahnya, namun korban tak menghiraukan, dia mengira itu adalah adiknya, sehingga dia tetap memainkan HP didalam kamarnya.

Pelaku diduga sendirian, dan masuk dari pentilasi yang berada dibelakang rumah, pentilasi itu percis berada diatas Pintu belakang Rumahnya, pentilasi tersebut terbuat dari kayu dan memang sangat mudah untuk dimasuki orang.

Dan setelah pelaku masuk, pelaku langsung menuju ke kamar korban, saat itulah korban diancam dengan menggunakan senjata tajam, karena takut korban tak berkutik tak berani melawan.

Selanjutnya karena korban tak berkutik, pelaku langsung mengikat tangan dan kaki korban, dan kemudian mulut korban disekap dengan menggunakan kain.

Diduga setelah berhasil menyekap korban, pelaku langsung meruda paksa korban, dan setelahnya pelaku langsung pergi keluar dari rumah lewat pintu belakang dan merampas HP, Laptop dan uang sebesar kurang lebih sekitat Rp.4 juta untuk biaya wisudah korban.

Lalu menurut Wiwik (40) tetangga korban, sekitar pukul 08.30 WIB dia mendengar suara teriakan minta tolong dari dalam rumah korban, mengetahui itu Wiwik langsung bergegas menuju kerumah korban.

“Korban teriak minta tolong sambil menangis,”kata Wiwik saat dibincangi wartawan,”Sabtu siang.

Saat teriak minta tolong itu, korban sudah melepaskan ikatan ditangannya dan kain dimulutnya, dan kepada Wiwik korban mengaku kalau dia menjadi korban perampokan dan pemerkosaan.

Menurut Wiwik, korban mengaku kalau barang berharga seperti laptop, HP dan uang tunai berhasil digasak pelaku. Selain itu pelaku juga meninggalkan barang bukti berupa parang yang diduga digunakan untuk mengancam korban.

Wiwik menyebut, jika saat kejadian korban dirumah sedang sendirian, karena kedua orang tuanya sedang bekerja diluar dan pergi sudah sejak pagi pagi.

Dari pantauan dilokasi, petugas Kepolisian dari Polsek Lubuklinggau Utara dan Tim Macan Sat Reskrim Polres Lubuklinggau yang dipimpin langsung oleh Waka Polres Kompol Nasution dan Kapolsek Lubuklinggau AKP Baruanto melakukan olah TKP.

Petugas Kepolisian melakukan Olah TKP mulai dari melihat awal mula pintu masuk, dan juga kamar belakang lokasi tempat korban diduga diperkosa. Dari pantauan kondisi kamar dalam kondisi berantakan.(rdw)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

More in Kriminal

Trending

Terkini

LinggauKlik

To Top