Connect with us

Polisi Gelar Rekontruksi Pembunuhan, Korban Tewas di Cekik, Dililit Selimut, Dibekap dengan Bantal

Kriminal

Polisi Gelar Rekontruksi Pembunuhan, Korban Tewas di Cekik, Dililit Selimut, Dibekap dengan Bantal

*Tersangka Perangkan 27 Adegan, Adegan 11 dan 12, Tersangka Menghabisi Nyawa Korban

*Ibu Tersangka Pingsan, Usai Pelaksanaan Rekontruksi

*Tersangka Berniat Hendak Mengubur Jenazah Korban Dibelakang Rumah

*Tersangka Melanggar Pasal 338 KUHP, Dengan Ancaman Maksimal 15 Tahun Penjara

MUSI RAWAS LK-Guna memastikan gambaran jelas kejadian perkara penganiayaan hingga terjadi pembunuhan yang dilakukan oleh, Bagus Tri Atmaja (23), terhadap, WS (22), kejadian yang viral baru-baru ini di Kabupaten Mura.

Tim Penyidik dan Tim Landak Satreskrim Polres Mura, menggelar rekontruksi perkara penganiayaan sekaligus pembunuhan di Tempat Kejadian Perkara (TKP), di Desa E Wonokerto, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Mura, sekitar pukul 10.00 WIB, Selasa (28/9/2021).

Rekontruksi tersebut serontak menjadi tontonan warga Desa E Wonokerto, serta diakhir rekontruksi ibu tersangka berinisial SP, sempat pingsan dalam memerankan sebagai saksi dalam kejadian pembunuhan.

Rekontruksi dipimpin langsung, Kasat Reskrim, AKP Alex Andriyan, KBO Reskrim, Ipda Ikhsan serta Tim Penyidik dan Tim Landak Satreskrim Polres Mura.

Turut hadir, tersangka, Bagus Tri Atmaja, dan ibu tersangka, SP dan peran pengganti korban, Kades E Wonokerto, Hermanto, serta saksi-saksi pembunuhan.

Hasil rekontruksi yang diperankan tersangka sedikitnya ada 27 adegan, dan di adegan ke 11 dan 12, tersangka membunuh korban dengan cara mencekik menggunakan tangan, melilit menggunakan jilbab dan selimut hingga membekap korban menggunakan bantal, hingga tewas.

Usai pelaksanaan rekontruksi, Kapolres Mura, AKBP Efrannedy melalui Kasat Reskrim, AKP Alex Andriyan mengatakan bahwa, sengaja menggelar rekontruksi ini untuk mengetahui kejadian sebenarnya, dan setelah dilakukan ada 27 adegan, dan diadegan ke 11 dan 12, tersangka menghabisi nyawa korban.

“Ada, 27 adegan, yang diperankan, dan di adegan ke 11 dan 12 adegan, tersangka membunuh korban dengan cara mencekik, melilit hingga membekap korban hingga tewas,” kata AKP Alex sapaanya.

Kasat Reskrim menjelaskan, di adegan 11 dan 12 tersebut, tersangka merasa tersinggung dan sakit hati lantaran perkataan korban, dan sebelum melakukan aksinya, tersangka sempat keluar rumah dan langsung memiliki niat untuk membunuh korban.

“Dan, muncul informasi baru, dari hasil rekontruksi ini, di adegan ke 10, tersangka keluar rumah, terbesit untuk membunuh korban,” jelas AKP Alex.

Lebih lanjut, AKP Alex menjelaskan, untuk sementara tersangka melanggar pasal 338 KUHP dengan ancaman maksimal lima belas tahun, dan tidak menutup kemungkinan akan ada pasalnya karena kita masih melakukan pendalaman.

Selain itu, muncul juga informasi tambahan bahwa tersangka terbesit untuk mengubur mayat korban dibelakang rumah, hanya saja lokasi sering ramai takut ketahuan, sehingga mengurungkan niatnya.

Dan selesai melakukan aksinya, Kamis, tersangka masih melakukan aktifitas mondar-mandir dirumah tersebut, dan sempat tidur di lokasi.

Namun, pada, Sabtu (18/9/2021), mulai jenazah korban mengeluarkan bauk tidak sedap (Busuk), dan teman korban ada yang main kelokasi pembunuhan, mulai merasa curiga, namun temannya ingin menumpang buang air kecil, tersangka tidak mengizinkan kekamar mandi dirumah tersebut dengan alasan tidak ada air.

“Dan, pada, Sabtu sore, pembunuhan tersebut terbongkar, lantaran muncul bauk tidak sedap, saat ibu tersangka menyiram bunga, dan memanggil ayah tersangka, hingga dilakukan penobrakan rumah tersebut masuk kedalam kamar mandi, dan menemukan jenazah korban,” tutupnya.(Roem)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Apa Komentarmu

More in Kriminal

Trending

Terkini

RSS ANDROID NEWBIE ID

LinggauKlik

To Top