Connect with us

Pahlawan Kebersihan Yang Tewas Jatuh, Bercita-cita Akan Sekolahkan Cucu di SMKN 1 Lubuklinggau

Foto Istri korban Rohila berjilbab dan anaknya Yuliana saat diwawancarai wartawan di rumah duka

Kriminal

Pahlawan Kebersihan Yang Tewas Jatuh, Bercita-cita Akan Sekolahkan Cucu di SMKN 1 Lubuklinggau

LUBUKLINGGAU,LK-Seorang petugas kebersihan Dinas  Lingkungan Hidup (DLH) Kota Lubuklinggau, yang meninggal dunia saat menjalankan tugasnya  sebagai pahlawan kebersihan di Kota Lubuklinggau, merupakan tulang punggung keluarga.

Korban Ahman (49) warga Jalan Kenangan II Lintas, Gang Bakti, Kelurahan Senalang Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Kota Lubuklinggau, meski di bulan puasa bekerja keras, ternyata almarhum mempunyai keingginan untuk meyekolahkan cucunya bernama Deva  di SMK Negeri 1 Lubuklinggau.

Hal tersebut diungkapkan anak korban bernama Yuliana (27), Yuliana menceritakan jika bapak bekerja sebagai honorer di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Lubuklinggau, sebagai petugas kebersihan sudah enam tahun lebih.

Yuliana mengungkapkan, jika bapak merupakan tulang punggung keluarga, dan bapak juga orang yang bertanggung jawab kepada cucu-cucunya. Bahkan bapak bekerja keras untuk menyekolahkan cucunya.

“Bapak punya cita-cita akan masukan cucunya sekolah di Smea (SMK Negeri 1 Lubuklinggau),”kata Yuliana kepada Linggauklik.com, Selasa (11/5/3021).

Selain itu tambah dia, bapak Ahman juga beniat akan membelikan cucunya Handphone (HP), namun cita-cita bapak belum sampai, bapak sudah pergi lebih cepat.

Tentunya dia tidak menyangka kalau bapak sudah tiada, sebabnya bapak saat pergi bekerja kondisinya sehat dan tidak ada keluhan sedikit.

“Kepergian bapak ini tidak ada tanda-tanda aneh sekalipun, bahkan Mamak tak punya firasat aneh,”ungkap dia.

Hanya saja terang Yuliana, ada anaknya yang berusia dua tahun bernama M Julian beberapa hari ini, mengajak Yuliana untuk pergi ke rumah nenek dan kalau tidak dituruti anaknya selalu menangis.

Berita sebelumnya, Seorang petugas kebersihan Dinas  Lingkungan Hidup (DLH) Kota Lubuklinggau, meninggal dunia saat menjalankan tugasnya  sebagai pahlawan kebersihan di Kota Lubuklinggau.

Korban bernama Arman (49) warga Jalan Kenanga II Lintas, Kelurahan Senalang, Kecamatan Lubuklinggau Utara II Kota Lubuklinggau, korban merupakan petugas kebersihan yang mengabdi sudah enam tahun lebih.

Korban tewas setelah terjatuh dari truk sampah dan kepalanya terbentur tanah saat hendak memindahkan sampah diatas truk. Dan peristiwa naas itu terjadiim pada, Senin (10/5/2021) sekitar pukul 10.05 WIB di depan Rumah Makan Singgalang di Kelurahan Lubuk Kupang, Kecamatan Lubuklinggau Selatan I.

Menurut supir truk sampah bernama Selamat menceritakan, saat itu mobil truk sampah dalam kondisi berhenti dan sedang memuat sampah di pinggir jalan, saat itu petugas yang mengambil sampah dipinggir jalan  berjumlah empat orang. Dua orang bertugas diatas truk dan dua orang bertugas dibawah.

Arman ini, saat itu tugasnya menyambut sampah dari bawah lalu memasukan sampah ke truk dan saat dia menyambut ember sampah itu dalam posisi berdiri diatas truk, mungkin saat dia akan duduk, korban ini terpeleset atau apa, tiba-tiba terengar suara ‘bedebuk’ ( Suara benda jatuh), dia pikir benda jatuh itu karung, dan setelah dilihat ternyata Arman jatuh dengan kondisi terlentang.

“Saat itu posisi saya sebagai supir tetap di setir, melihat yang jatuh itu Arman saya langsung turun,”kata Selamet kepada wartawan saat dirumah duka, Selasa (11/5/2021).

Dijelaskan selamet, saat korban jatuh itu tidak ada yang melihat, termasuk tiga temannya yang sedang mengambil sampah. Yang dua sibuk mengambil sampah dan yang satu sibuk mengumpulkan karung diatas bak truk.

Saa itu, dia dan teman-teman akan selasai bertugas mengambil sampah, dan selanjutnya akan menuju ke lokasi tempat pembuangan akhir di wilayah Keluraha Jukung.

“Kejadian ini sudah diurus dan sudah dilaporkan ke dinas,”ujar dia.

Memang sambung dia, kondisi sampah saat bulan puasa ini penuh. Dan Arman sendiri jatuh dalam kondisi terlentang. Sewaktu kejadian korban masih bisa diajak komunikasi bahkan sang supir sempat memberikan pertolongan pertama dengan mengurut korban.

“Saat saya urut kak Arman sehat, dan saat akan dibawah kerumah sakit kak arman tidak mau dan dia ingin pulang minta diurut,”ujarnya.

Sewaktu kejadian korban itu masih dalam kondisi sadar, selanjutnya korban diantar pulang kerumah, kemudian Selamet langsung mencari tukang urut dan mengantarkan tukang urut tersebut kerumah korban.

Korban terang dia, masih bisa berdiri dan diantar kerumahnya dengan menggunakan sepeda motor.

Sementara Istri Korban bernama Rohila (59) menceritakan, jika usai suaminya diurut sekitar 30 menit kemudian, suaminya tiba-tiba kesadarannya turun, dan tidak bisa diajak komunikasi lagi. Diduga korban mengalami luka dalam dibagian kepala belakang.

“Lalu bersama anak-anak suami saya langsung dibawa kerumah sakit Ar-Bunda, namun dari Rumah Sakit Ar Buda dirujuk ke Palembang,”jelas dia.

Dan pada keesokan harinya Selasa (11/5/2021) sekitar pukul 10.00 WIB tiba di Rumah Sakit di Palembang, setelah menjalani perawatan dirumah sakit di Palembang dan masuk di Ruang Gawat Darurat, tidak lama kemudian suaminya menghembuskan nafas terakhir.

“Sekitar pukul 20.00 WIB kita tiba dirumah di Lubuklinggau,”terangnya.

Suaminya, rencana akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) persatuan di Kelurahan Batu Urip, Kecamatan Lubuklinggau Utara II Kota Lubuklinggau.(rdw)

Penulis : Sudirman – copyright@linggauklik.com 2021

Click to comment

Apa Komentarmu

More in Kriminal

Trending

Terkini

RSS ANDROID NEWBIE ID

LinggauKlik

To Top