Connect with us

Mantan Ketua KTNA Musi Rawas Terbukti Bersalah, Hakim Beri Vonis, Jaksa Pikir-pikir

Foto proses persidangan beberapa waktu lalu

Kriminal

Mantan Ketua KTNA Musi Rawas Terbukti Bersalah, Hakim Beri Vonis, Jaksa Pikir-pikir

LINGGAUKLIK-Catur Handoko Mantan Ketua KTNA Kabupaten Musi Rawas (Mura) dinyatakan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Palembang terbukti bersalah dan divonis penjara selama empat tahun enam bulan kurungan penjara, pada sidang dengan agenda putusan, Selasa (21/12/2021).

Selain itu majelis hakim Sahlan, juga mentapkan terdakwa Catur Denda sebesar Rp.200 juta beserta Subsider tiga bulan kurungan penjara, serta uang pengganti sebesar Rp. 365.796.000 dan subsider satu tahun enam bulan penjara.

Putusan majelis hakim, lebih rendah satu tahun dari tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuklinggau, yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan kurungan penjara selama lima tahun enam bulan penjara.

Dengan putusan tersebut, membuat JPU Sumarherti dan Rahma Wati belum terima putusan majelis dan melakukan opsi pikir-pikir, sementara terdakwa Catur dengan putusan yang dijatuhkan dia terima. Artinya putusan majelis belum memiliki kekuatan hukum yang tetap.

Seperti diketahui yang membuat terdakwa divonis bermula, Kepala Kejaksaan Negeri Lubuklinggau Willy Ade Chaidir, melalui Kasi Pidsus Yuriza Antoni didampingiJaksa Penuntut Umum (JPU) Bidang Pidsus Kejari Lubuklinggau, Rahmawati dan Agrin Nico Reval dalam dakwaan mengatakan Ketua KTNA Musi Rawas, Catur Handoko yang dinyatakan sebagai tersangka dalam kasus tindak pidana korupsi anggaran Penas KTNA Tahun Anggaran 2021, Kamis (19/8/2021).

Penahanan terhadap tersangka Ir Catur Handoko, sesuai dengan pasal 21 KUHP
untuk mempelancar proses penyidikan, karena khawatir takut yang bersangkutan melarikan diri dan menghilangkan barang bukti, maka penyidik langsung melakukan penahan.

Ketika ada bantuan dana hibah dari APBD Pemkab Mura sebesar Rp 1.073.000.000
untuk Pengurus KTNA Mura, untuk Penas-KTNA XVI tahun 2020 di Padang. Namun kegiatan tersebut tidak jadi dilaksanakan karena Pandemi C ov i d – 1 9 . S e h i n g ga seharusnya uang tersebut dikembalikan tersangka kepada kas negara.

Diketahui kerugian negara atas kasus
ini berdasarkan hitungan BPKP, sebesar Rp 477 juta. Dari Terdakwa Catur Handoko selaku pengguna anggaran disita (BB) dokumen uang dari tiga saksi yakni Rp 105 juta, lalu Rp 3 juta dan Rp 2 juta yang keseluruhan disita Rp 110 juta. Kemudian 100 tas, 100 celana
olahraga (training), 100 baju olahraga,
100 topi dan alat bukti berupa dokumen.

Juga dokumen dari pemeriksaan saksi dan pemeriksaan tersangka. Dengan surat dakwaan tersebut, Ketua Hakim PN Tipikor Palembang Abu Sahlan Efendi menanyakan kepada Terdakwa Ir Catur Handoko apakah sudah membaca dan mengerti? Terdakwa membenarkan dan tidak membantah.

Maka, Ketua Majelis Hakim Sahlan Efendi meminta sidang dilanjutkan dengan menghadirkan saksi. JPU Rahmawati meminta waktu sepekan kedepan untuk
menghadirkan saksi pada sidang
Jumat (22/10).(rdw)

Penulis : Sudirman – copyright@linggauklik.com 2021

Click to comment

Apa Komentarmu

More in Kriminal

Trending

Terkini

RSS ANDROID NEWBIE ID

LinggauKlik

To Top