Connect with us

Mantan Kepala BKPSDM Muratara, Terdakwa Lelang Jabatan Fiktif Jalani Sidang Perdana

Foto terdakwa Sudartoni saat menjalani sidang dari Lapas Lubuklinggau melalui virtual

Kriminal

Mantan Kepala BKPSDM Muratara, Terdakwa Lelang Jabatan Fiktif Jalani Sidang Perdana

LUBUKLINGGAU,LK-Mantan Kepala BKPSDM (Badan Kepegawai dan Pengembangan Sumber Daya Manusia) Kabupaten Muratara, Sudartoni (50), pada Senin (26/7/2021) pagi, menjalani sidang perdana dengan agenda Pembacaan Dakwaan.

Pembacaan dakwaan digelar secara virtual,  Pembacaan dakwaan dilakukan dari Kejaksaan Negeri Lubuklinggau dan dihubungkan ke hakim Pengadilan Tipikor Palembang. Sementara terdakwa berada di Lapas Kelas IIA Kota Lubuklinggau.

Kepala Kejaksaan Negeri Lubuklinggau Willy Ade Chaidir melalaui, Kasi Pidsus Yuriza Antoni, mengatakan, Sudartoni merupakan terdakwa baru dalam kasus lelang jabatan fiktif di Muratara.

“Iya betul hari dia melaksanakan sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan,”kata Yuriza kepada wartawan, Senin.

Yuriza menjelaskan, sidang sendiri digelar secara virtual, dan jaksa yang menyidangkan yakni, Rahmawati dan juga Sumar Herti.

“Sudartoni, didakwa Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor),”jelas dia.

Yurizal menyebut, terdakwa S diduga berperan selaku Pengguna Anggaran didalam kegiatan itu. Terdakwa saat itu selaku Kepala BKPSDM muratara di tahun 2016.

Sebelumnya penetapan Sudartoni sebagai tersangka,  dalam kasus yang telah merugikan keuangan negara sebesar 300 juta tersebut.

Penetapan, merupakan hasil dari fakta – fakta persidangan yang telah dilakukan, Selain itu, Kejari Lubuklinggau juga telah melakukan sidang penuntutan terhadap dua terdakwa sebelumnya yakni Riopaldi Okta Yudha dan Hermanto.

Mereka dituntut dengan hukuman yang berbeda, yakni terdakwa Riopaldi dituntut dua tahun dan terdakwa Hermanto tiga tahun pidana penjara.

Mereka dituntut dengan hukuman yang berbeda, yakni terdakwa Riopaldi dituntut dua tahun dan terdakwa Hermanto tiga tahun pidana penjara.

Kronologis singkat yang membuat terdakwa disidangkan, bermula pada tahun 2016 terdapat kegiatan uji kompetensi pejabat struktural dan pegawai potensial pada BKPSDM Kabupaten Muratara.

Dan kegiatan tersebut di laksanakan di Hotel Palembang selama enam hari, dan tidak dianggarkan pada DIPA tahun 2016 atas perintah dari Abdula Macik selaku Plt sekda Kabupaten Muratara pada saat itu.

Dan mereka membuat Spj fiktif kegiatan tersebut, seolah-olah dilaksanakan di Hotel 929 di Lubuklinggau, akan tetapi kegiatan tersebut tidak perna dilaksanakan di Hotel 929. Akibat Fiktif tersebut Negara mengalami kerugian.

Dan berdasarkan hasil audit BPKP Perwakilan Sumatera selatan, dan mengakibat kerugian Negara sebesar Rp 366.605.170, (Tiga ratus enam puluh enam juta enam ratus lima rubu seratu tuju puluh).

Penulis : Sudirman – copyright@linggauklik.com 2021

Click to comment

Apa Komentarmu

More in Kriminal

Trending

Terkini

RSS ANDROID NEWBIE ID

LinggauKlik

To Top