Connect with us

Mahar Nikah Membawa Petaka, Calon Pengantin Pria Aniaya Pengantin Wanita

Kriminal

Mahar Nikah Membawa Petaka, Calon Pengantin Pria Aniaya Pengantin Wanita

MUSI RAWAS LK-Niat hati ingin melanjutkan hubungan kearah yang serius yakni jenjang pernikahan, namun yang terjadi, malah mengantarkan calon pengantin pria kejeruji besi.

Itula yang dialami, Agus Vijayanto (22), warga Desa Lebaran Jaya, Kecamatan Tuah Negeri, Kabupaten Mura.

Pasalnya, Agus berniat hati ingin melakukan rundingan menurunkan permintaan mahar pernikahan, namun lantaran calon pengantin wanita berinisial, VY (18), tidak bisa memberikan keputusan.

Sehingga, Agus membuat persyaratan dan memaksa korban untuk menandatanganinya, tetapi korban menolak, membuat, Agus naik pitam, dan nekat menganiaya, melepar korban, menggunakan asbak rokok.

Kejadian penganiayaan tersebut terjadi dirumah tersangka di Desa Lebaran Jaya, Kecamatan Tuah Negeri, Kabupaten Mura, sekitar pukul 08.30 WIB, Selasa (3/8/2021).

Tersangka berhasil dibekuk, di Kelurahan Simpang Priuk, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, Kota Lubuklinggau, sekitar pukul 20.00 WIB, Jumat (24/9/2021).

Kapolres Mura, AKBP Efrannedy melalui Kasat Reskrim, AKP Alex Andriyan membenarkan adanya perkara tersebut, hanya saja tersangnya sudah dibekuk.

“Benar, namun tersangka atas nama, Agus Vijayanto, saat ini masih dilakukan pendalaman perkara,” kata AKP Alex, Sabtu (25/9/2021).

Kasat Reskrim menjelaskan, perkara penganiayaan tersebut terjadi, bermula saat korban di jemput dari rumahnya oleh pelaku untuk membicarakan tentang mahar pernikahannya, agar korban menurunkan mahar tersebut menjadi Rp 5 Juta.

Lalu korban menjelaskan kepada pelaku jika itu urusan orang tua mereka berdua, kemudian pelaku memanggil ibunya, kemudian ibu pelaku menjelaskan kepada korban kalau dirinya tidak ada uang sebesar Rp.15 juta, dan hanya memiliki uang Rp 5 juta.

Kemudian, pelaku menyiapkan surat perjanjian antara korban dan pelaku yang mana isinya ialah “DUDUK NIKAH TEGAK CERAI “, kemudian pelaku memaksa korban untuk menandatangani surat perjanjian tersebut.

Namun korban bersikeras tidak mau menandatangani surat perjanjian tersebut, kemudian pelaku memaksa korban sambil mencengkram tangan korban dan memukul korban dengan tangannya yang mengenai bahu korban pada bagian sebelah kanan.

Kemudian, pelaku yang dilerai oleh keluarganya, dan masuk kedapur dan keluar kembali untuk menemui korban dan langsung melemparkan asbak yang terbuat dari bambu ke arah korban dan mengenai pinggul, pinggang korban.

“Selanjutnya, korban pulang ke rumahnya dan selanjutnya melaporkan peristiwa tersebut ke Mapolres Mura, guna diproses sesuai hukum yang berlaku,” jelasnya.

Lebih lanjut, AKP Alex menjelaskan, berdasarkan laporkan polisi Lp / B / 102 / VII / 2018 / Mura/ Sumsel, tgl 03 Juli 2018.

Anggota melakukan penyelidikan, setelah diketahui tersangka berada di Kelurahan Simpang Priuk, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, Kota Lubuklinggau.

Anggotapun langsung meluncur kelokasi, setiba dilokasi, ternyata benar bahwa tersangka berada di TKP, tanpa pikir panjang, anggota langsung meringkus tersangka.

“Saat diintrogasi tersangka mengakui perbuatannya, selanjutnya tersangka beserta BB sebuah asbak yang terbuat dari bambu, ditahan dipolres,” tutupnya.(Roem)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Apa Komentarmu

More in Kriminal

Trending

Terkini

RSS ANDROID NEWBIE ID

LinggauKlik

To Top