Connect with us

Korsek Bawaslu Muratara Pingsan Setelah Tahu Jadi Tersangka, dan Jaksa Tetapkan Tersangka Baru

Foto tersangka Hendrik saat digotong petugas kedalam mobil karena pingsan

Kriminal

Korsek Bawaslu Muratara Pingsan Setelah Tahu Jadi Tersangka, dan Jaksa Tetapkan Tersangka Baru

LINGGAUKLIK-Kejaksaan Negeri Lubuklinggau kembali mentapkan tiga orang tersangka dalam kasus dugaan Korupsi Bawaslu Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Senin (11/4/2022) sekitat pukul 16.30 WIB.

Ketiga tersangka ini merupakan Kordinator Seketariat (Korsek) Bawaslu Kabupaten Muratara, ketiganya yakni Hendrik, Tirta dan AC. Ketiga tersangka hari ini terjadwal oleh penyidik tindak pidana khusus (Pidsus) pemeriksaan sebagai saksi.

Namun, hanya dua orang yang memenuhi panggilan penyidik, dia adalah Hedrik dan Tirta, sementara AC kembali mangkir untuk yang ketiga kalinya.

Sementara Mantan Korsek Bawaslu Hendrik sendiri, saat sedang dilakukan pemeriksaan oleh penyidik, tiba-tiba dia pingsan, sehingga Hendrik digotong petugas guna membawa tersangka menuju mobil, dan akan

dibawa Kerumah sakit.

Hendrik dan Tirta memenuhi panggilan penyidik terjadwal pukul 13.00 WIB, namun dikarena mengalami hipertensi dan pingsan, Hedrik terpaksa dirawat diruma Sakit.

Kepala Kejaksaan Negeri Lubuklinggau Willy Ade Chaidir,  melalui Kasi Pidsus Yuriza Antoni dalam rilies mengatakan, hari ini ketiga korsek dipanggil penyidik sebagai saksi dalam kasus dugaan Korupsi Muratara.

Namun, dari hasil penyidikan ketiganya ditetapkan tersangka, termasuk AC meski tak hadir, tetapi dia juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

“Untuk tersangka HD penyidik belum melakukan penahanan dikarenakan sakit saat diperiksa penyidik dan dirawat RS Sobirin Lubuk Linggau,”kata Yuriza dalam rilies resmi di Kejari Linggau.

Sementara itu, untuk tersangka AC dikarenakan tidak hadir maka akan dipanggil pada hari Kamis (14/4/2022) sebagai tersangka panggilan pertama.

Dan jika lanjut dia, AC tidak memenuhi panggilan pertama, kedua dan ketiga sebagai tersangka tidak hadir maka penyidik akan melakukan penangkapan atau penjemputan paksa terhadap AC.

Yuriza menambahkan, Dengan adanya tambahan tiga tersangka ini, maka saat ini kasus dugaan dana hibah Bawaslu Muratara berjumlah delapan orang sebagai tersangka.

“Mereka ketiganya melanggar pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 ayat 1 uu no 20 tahun 2001 tentang perubahan atas uu no.31 tahun 1999 tentang pemberantasan pidana korupsi tuntutan diatas lima tahun,”ujarnya.

Dia juga meminta kepada tersangka AC agar koperatif dan mengindahkan panggilan penyidik.

Seperti diketahui, Tiga Komisioner Bawaslu Muratara, bersama dua staf Bendahara ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan Korupsi penyimpangan bantuan dana hiba dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muratara, Kamis (7/4/2022).

Kelima tersangka tersebut, yakni MN Ketua Bawaslu, dua Komisioner berinisial MAA dan PL, serta Bendara berinisial SZ bersama Staf bendahara berinisial KRP.

Kedelapan tersangka ini, terlibat dalam kasus dugaan tindak pidana Korupsi bantuan dana Pemerintah Kabupaten Muratara yang bersumber dari APBD tahun 2019 dan tahun 2020 sebesar Rp.9.200.000.000.

Akibat dari perbuatan tersangka, dari hasil audit ditemukan kerugian negara sebesar Rp. 2.514.800.079.(rdw)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

More in Kriminal

Trending

Terkini

LinggauKlik

To Top