Connect with us

Keterangan Kabur, Penasehat Hukum Minta Siska Diringankan

Foto terdakwa Siska saat menjalank sidang menggunakan via video conference

Kriminal

Keterangan Kabur, Penasehat Hukum Minta Siska Diringankan

LUBUKLINGGAU,LK-Terdakwa  Afriyanto alias Wahab alias UP alias Siska (39) dituntut oleh Penuntut Umum dengan kurungan penjara selama seumur hidup, lalu terdakwa meminta keringanan hukuman kepada Majelis Hakim.

Permohonan keringanan hukuman itu, terdakwa ajukan melalui pengacara atau penasehat hukumnya pada sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Lubuklinggau.

Sidang lanjutan kasus pembunuhan kembali digelar di Pengadilan. Sidang yang berlangsung Kamis (2/4/2020)  mengagendakan pembacaan pembelaan (pledoi) terdakwa.

Dalam persidangan dihadapan majelis hakim Iman Santoso Penasehat hukum terdakwa Ayub Zakaria dan Edwar Antoni  meminta keringanan hukuman. Dengan lertimbangannya karena terdakwa saat  melakukan pembunuhan didalam pengaruh minuman keras yang dicampur dengan obat.

“Bahwa psikologis terdakwa tidak stabil karena sangat gampang tersulut emosinya dan keterangan dari terdakwa sering berubah-beurbah dalam memberikan keterangan,”kata Ayub Zakaria.

Selain juga pelaku ada tiga orang jadi kebenaran dalam perkara ini ambigu dan kabur. karena hanya keterangan tunggal dari terdakwa sedangkan dua pelaku masih DPO.

Jadi sambungnya rantai kebenaran kronologisnya terputus.

“Psikologis terdakwa tidak stabil karena seharusnya ada rasa bersalah karena telah menghilangkan nyawa orang lain itu untuk manusia normal,”ujarnya.

tetapi dijelaskan Ayub,  hal tersebut tidak berlaku untuk terdakwa, jadi kesimpulannya ketidak stabilan pskologis terdakwa dijadikan pertimbangan juga

Sementara mendengar pembelaan terdakwa tersebut, Penuntut umum Nanda Hardika tetap pada tuntutan seumur hidup.

Selanjutnya sidang akan dilanjutkan pada Kamis tanggal 14 April 2020 dengan agenda pembacaan putusan.

Seperti diketahui pada pemberitaan sebelumnya Warga Kelurahan Taba Jemekeh mendadak heboh dengan ditemukan sesosok mayat yang diketahui bernama Muhammad Ipung Effendi alias Ipung (60) dengan kondisi kepala pecah dan tubuh terdapat luka tusuk, Jumat (23/8/2019) sekitar pukul 10.00 WIB.

Menurut informasi yang didapat penemuan mayat tersebut bertempat di Salon Ipung yang berada di Jalan Yos Sudarso NO.70 RT 11 Kelurahan Taba Jemekeh Kecamatan Lubuklinggau Timur II.(rdw)

Penulis : Sudirman – copyright@linggauklik.com 2019

Click to comment

Apa Komentarmu

More in Kriminal

Trending

Terkini

Follow me on Twitter

LinggauKlik

To Top