Connect with us

Kapolres “Blender Sabu” 99,08 Gram

Kriminal

Kapolres “Blender Sabu” 99,08 Gram

*Fizi Diancam Maksimal 12 Tahun Penjara dan Denda Rp 800 Juta

MUSI RAWAS LK-Satresnarkoba Polres Mura, menggelar pemusnaan Barang Bukti (BB) sebanyak 99, 08 gram sabu hasil ungkap kasus pengerbekan disalah satu rumah makan di Desa Lubuk Rumbai, Kecamatan Tuah Negeri, Kabupaten Mura.

Pemusnaan BB dilaksanakan dengan cara diblender kemudian dibuang disaluran pembuangan septic tank di Mapolres Mura, sekitar pukul 10.00 WIB, Senin (9/8/2021).

Barang haram disita, dari tersangka Alparizi alias Rizi (35) warga warga Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Lubuklinggau Barat II, Kota Lubuklinggau, pada Rabu (28/7/2021), lalu.

Pemusnaan sabu dipimpin langsung, Kapolres Mura, AKBP Efrannedy serta hadir, Kepala BNNK Mura, Hendra Amoer, Kasi Pidum Pengadilan Negeri Lubuklinggau, F. Affandi, Kasat Narkoba, AKP Denhar serta personel Satnarkoba Polres Mura dan tersangka, Aparizi alias Rizi.

Kapolres Mura, AKBP Efrannedy menyampaikan sebagai menindaklanjut ungkap kasus penyalagunaan narkoba, penangkapan salah satu tersangka pengedar sabu asal Lubuklinggau, TKP salah satu rumah makan di Lubuk Rumbai Tuah Negeri, akhir bulan lalu sesuai delik aduan : LP/A/109/IV/2021/SAT. RES. Narkoba Polda Sumsel/ RES Mura/Tanggal 28 Juli 2021.

“Hari ini, dari hasil penangkapan Satresnarkoba Polres Mura. Kita bersama BNN dan Kajari, melakukan pemusnahan BB 99,08 gram sabu dimusnakan dengan cara diblender, sedangkan sisanya digunakan untuk BB dipersidangan,” kata AKBP Efrannedy.

Kapolres menjelaskan, menegaskan selain melakukan pemusnahan barang bukti. Untuk pelaku inisial A telah ditetapkan tersangka, kemudian kembali ditahan sel tahanan Polres Mura.

Dari keterangan tersangka, bahwa tersangka disuruh oleh, DN (DPO), untuk mengambil BB di Simpang Semambang.

Selanjutnya, tersangka berangkat dari rumah yang berada di Lubuklinggau menuju lokasi, dan bertemu dengan seorang laki-laki yang baru dikenal tersangka dilokasi.

Kemudian laki-laki tersebut meminta tersangka untuk membawa BB, ke Kecamatan Selangit sambil memberikan panjar upah Rp.3.000.000.

Meminta tersangka untuk mengambil sisanya dengan penerima apabila sudah tiba di Kecamatan Selangit, yang mana total upah adalah Rp.10.000.000.

Dan, berdasarkan keterangan tersangka, untuk penerima BB di Kecamatan Selangit, belum diketahui dan baru akan ditanyakan tersangka dengan DN, apabila sudah di perjalanan menuju Kecamatan Selangit.

Namun, sebelum berangkat, tersangka dibekuk anggota Satnarkoba Polres Mura, sedangkan laki-laki yang memberikan BB di TKP dengan ciri-ciri menggunakan baju, celana warna hitam dan menggunakan topi serta berperawakan sedang, setelah dilakukan pengejaran oleh anggota berhasil melarikan diri dengan cara masuk ke dalam hutan di belakang lokasi.

“Selanjutnya tersangka, berikut BB digelandang ke ruangn Satres Narkoba Polres Mura untuk dilakukan proses penyidikan lebih lanjut,” papar perwira berpangkat melati dua ini.

Lebih lanjut, Kapolres memaparkan, tersangka ditahan dan melanggar Pasal 114 ayat (2) dan atau pasal 112 ayat (2) UU RI NO. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman minimal 4 (empat) tahun dan maksimal 12 (dua belas) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp. 800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah).

Selain barang haram yang disita, anggota juga menyita barang berharga milik tersangka yang digunakan untuk menjalankan aksinya yakni, satu buah tas warna hijau merk Fortune, yang didalamnya berisikan, satu bungkus plastik warna hitam, satu unit handphone merk Nokia warna hitam.

“Saat ini tersangka, masih dilakukan pendalaman, sejauh mana yang bersangkutan terlibat dengan barang haram tersebut,” tutupnya.(Roem)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Apa Komentarmu

More in Kriminal

Trending

Terkini

RSS ANDROID NEWBIE ID

LinggauKlik

To Top