Connect with us

Jais Diringkus, Diduga Terlibat Perkara Penganiayaan

Kriminal

Jais Diringkus, Diduga Terlibat Perkara Penganiayaan

MURATARA LK- Setelah sempat menghilang alias kabur, usai diduga menjadi aktor utama tindakan peganiayaan sekaligus keresahan menimpa warga Dusun V, Desa Air Bening, Kecamatan Rawas Ilir Kabupaten Musi Rawas (Mura).

Jais (40) warga blok C ketapat bening, Kecamatan Rawas Ilir, telah diamankan Petugas Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Mura.

Tertangkapnya pelaku jais sendiri, dilakukan anggota Polsek Rawas Ilir.

Ketika bersangkutan tengah bersembunyi Kontrakannya di Jalan Wira Karya II, RT VI Kelurahan Cereme Taba, Kecamatan Lubuk Linggau Timur II, dan untuk kepentingan lebih lanjut, pelaku Jais harus merasakan dingginya jeruji besi sel tahanan Mapolres Mura.

Untuk diketahui, lantaran kejadian penganiayaan. Sejumlah warga menjadi korban berbondong-bondong mendatangi Kantor Bupati Muratara meminta keadilan.

Dimana, berdasarkan informasi dihimpun. Kejadian penganiayaan diduga, dilatarbelakangi adanya intimidasi dialami pera korban, dilakukan pelaku erat kaitanan dipicu permasalahan lahan.

Kapolres Musi Rawas, AKBP Suhendro mengatakan bahwa Ahmad Jais sudah ditangkap dan menjalani penahanan di Polres Musi Rawas, penangkapan itu berdasarkan atas Laporan Polisi Nomor : LPB/ 18 / IV / 2018 / Sumsel / Mura / Sek Rawas Ilir, tgl 13 April 2018 tentang Penganiayaan.

“Hingga kini pihaknya masih terus mendalami dan menyelidiki kejadian yang ada di daerah Air Bening, namun tersangka Jais memang sudah berhasil diamankan pihaknya sesuai dengan laporan polisi terkait penganiayaan, yang dilakukan tersangka pada bulan April lalu,” kata Suhendro saar dibincangi diruang kerjanya, sekitar pukul 16.00 WIB, Selasa (27/11/2018).

Suhendro menyebutkan bahwa dalam persoalan terjadi sudah cukup lama. Namun proses penangkapan tersangka dilakukan langsung oleh Kapolsek IPTU Afrinaldi, yang telah melakukan pengintaian rumah Ahmad Jais semalaman.

Setelah itu, Kanit Reskrim Ipda Lae Tambunan bersama personil langsung masuk ke rumah kontrakan dan melihat Ahmad Jais sedang tertidur. Dan penangkapan dilakukan dengan adanya surat perintah penangkapan.

Hasil pemeriksaan, Tersangka mengakui perbuatannya telah melakukan penganiayaan kepada beberapa warga yang melaporkannya, lantaran kesal karena lahan milik Sunar dibersihkan, ditanami oleh warga transmigrasi tersebut.

“Intinya, kita disini hanya melakukan penyidikan mengenai penganiayaan dilakukan tersangka, sedangkan untuk hal lainnya, kita masih melakukan pendalaman perkara, belum bisa kita simpulkan, berkenaan soal apa dan motifnya apa,”tutup pria yang hobi ngetrail ini.

‎Untuk diketahui, perkara penganiayaan diduga dilakukan tersangka, sekitar pukul 09.00 WIB, Jumat (13/4/2018).

Diduga, bermula ketika tersangka berhenti menghampiri korban!, BN dan WO didepan rumah FI.

Dilokasi tersebut, tersangka menanyakan kepada BD “‎SIAPA YG IKUT GOTONG ROYONG ” lalu, BN menjawab ” SAYA GAK TAU” kemudian, tersangka langsung ‎mengarahkan sebilah parang yang masih terbungkus kayu ke arah, WO sebanyak satu kali dan ke arah BN sebanyak empat kali.

Lalu datanglah, MI untuk  mengambil sepeda motor yang ada didekat tersangka. Tanpa fikir panjang tersangka memukul wajah MI yang mengakibatkan korban mengalami luka lecet dan memar di bagian wajah. Kemudian korban melaporkan kejadian tsb ke Polsek Rawas Ilir.(Roem Royen)‎

Penulis : Roem Royen – copyright@linggauklik.com 2018

Click to comment

Apa Komentarmu

More in Kriminal

Trending

Terkini

RSS ANDROID NEWBIE ID

LinggauKlik

To Top