Connect with us

Hasil Penyidikan, 18 Ditahan Saat Penangkapan, 6 Dipulangkan, 9 Direhab dan 3 Diproses

Kriminal

Hasil Penyidikan, 18 Ditahan Saat Penangkapan, 6 Dipulangkan, 9 Direhab dan 3 Diproses

MURATARA LK-Berdasarkan dari hasil penyelidikan, Polres Muratara, enam orang termasuk kepala desa dari 18 orang diamankan dipulangkan.

Sedangkan sembilan orang lainnya direhabilitasi dan tiga orang lagi masih diproses.

Orang-orang yang dipulangkan, direhab dan diproses termasuk dalam 18 orang yang diamankan saat penggerebekan diduga kampung narkoba di Desa Surulangun, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Muratara, beberapa waktu lalu.

Kapolres Muratara, AKBP Eko Sumaryanto didampingi Wakapolres, Kompol Adik Listoyono, Kabar Ops, Kompol Hendri dan Kasat Reskrim, AKP Dedi Rahmat Hidayat mengatakan bahwa keenam orang yang dipulangkan tersebut setelah dilakukan tes urine, dan hasilnya negatif, dan dari hasil penyelidikan enam orang tersebut tidak terlibat kasus apapun.

“Kendati demikian keenam orang yang dipulangkan tadi kenakan wajib lapor,” kata AKBP Eko Sumaryanto didampingi Kompol Adik, Kompol Hendri dan AKP Dedi.

Kapolres menjelaskan, kemudian untuk sembilan orang yang direhabilitasi memang dinyatakan positif narkoba setelah dilakukan tes urine.

Walaupun tes urine positif polisi tidak menemukan barang bukti narkoba dalam penguasaan kesembilan orang tersebut. Barang bukti penggerebekan.

“Kesembilan orang tersebut akan direhab di BNN, karena mereka pemakai (narkoba), urine mereka semuanya positif. Saat penggerebekan tidak kita temukan barang bukti dalam penguasaannya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kapolres menjelaskan, dalam penggerebekan itu diamankan puluhan barang bukti diantaranya narkotika jenis sabu-sabu seberat 34,20 gram, uang tunai Rp. 18,4 juta, 50 unit hanphone berbagai merek, 26 unit kendaraan roda dua, 34 unit mesin judi bar-bar.

Kemudian 3 unit senpira dan satu pucuk senpi laras panjang. Satu buah pedang panjang.

Sementara itu Kepala Desa Surulangun Ahmad Saleh menyampaikan, jika aktivitas peredaran narkoba di Desa Surulangun sudah lama terjadi.

Bahkan ia mengaku peredaran narkoba sudah terjadi sebelum dirinya menjabat sebagai kepala desa.

“Kalau peredaran narkoba itu sudah lama, saya menjadi kades di Desa Surulangun itu sudah 1 tahun 7 bulan, sedangkan peredaran narkoba itu sudah sering saya dengar sebelum saya menjabat sebagai Kades Surulangun,” ungkapnya.

Dirinya menegaskan, pemerintah desa sama sekali tidak mem-back up tindak kriminal dan peredaran narkoba. Bahkan ia bersama perangkat desa, akan bekerja sama dengan pihak kepolisian dalam memberantas tindak kriminal, dan peredaran narkoba.

“Saya dan pemerintah desa tidak ada keterlibatan perkara tersebut bahkan kami siap membantu pihak kepolisian dalam pemberantasan narkoba dan tindak kriminalitas lainnya,” tutupnya.(Roem)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Apa Komentarmu

More in Kriminal

Trending

Terkini

RSS ANDROID NEWBIE ID

LinggauKlik

To Top