Connect with us

Gawat! Tim Tangkap Buronan Kejagung Akan Kejar Korsek Bawaslu Muratara

Foto salah satu tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana hibah bawaslu Muratara

Kriminal

Gawat! Tim Tangkap Buronan Kejagung Akan Kejar Korsek Bawaslu Muratara

LINGGAUKLIK-Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Agung (Kejagung) akan kejar dan tangkap tersangka Aceng Sudrajat, bila dipangillan ketiga tersangka tak kunjung datang.

Hal tersebut ditegaskan oleh Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Lubuklinggau, jika kini tersangka aceng kembali mangkir pada panggilan kedua oleh, Senin (18/4/2022).

Tersangka kasus korupsi penyimpangan dana hibah pada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Muratara tahun anggaran 2019-2020 ini kembali mangkir tanpa kabar.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Lubuklinggau, Willy Ade Chaidir melalui Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus), Yuriza Antoni, didampingi Kasubsi Penuntutan dan Uheksi, Agrin Nico Reval membenarkan tersangka Aceng kembali mangkir.

“Hari ini (red) pemanggilan kedua, namun lagi-lagi tersangka tidak hadir tanpa kabar,” ujar Yuriza saat dikonfirmasi wartawan.

Yuriza menjelaskan pihak Kejari Lubuklinggau sudah menyurati tempat Aceng bekerja, saat ini Aceng menjabat sebagai Kordinator Sekretariat (Korsek) pada Bawaslu Ogan Ilir (OI).

“Kita sudah surati tempatnya bekerja (Bawaslu OI) tapi teman-temannya juga tidak mengetahui, termasuk juga kita sudah mengirimkan surat ke rumahnya tapi menurut tetangga rumahnya juga telah dijual,” ungkap Yuriza.

Bahkan, ketika dikonfirmasi kepada keluarganya, keluarga Aceng juga tidak mengetahui dimana keberadaan Aceng, sebab semenjak ditetapkan sebagai tersangka Aceng hilang tanpa kabar.

“Yang jelas tempatnya bekerja dan pihak keluarga sudah mengetahui bahwa ada pemanggilan dari Kejari Lubuklinggau,” ujarnya.

Setelah mangkir dalam pemanggilan ini pihak penyidik akan menjadwalkan pemanggilan ketiga kalinya, bila masih mangkir pihak Kejari akan berupaya untuk melakukan penangkapan sendiri dan upaya jemput paksa.

“Bila tersangka kabur atau melarikan diri, kita akan berkoordinasi dengan Tim Tabur Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk menangkap tersangka Aceng,” ungkapnya.

Namun, biasanya bila sudah ditangani tim tabur, tersangka akan cepat tertangkap, karena memang Tim Tabur  bertugas menangkap buronan Kejaksaan.

Diketahui sebelumnya, Dalam kasus dana hibah pada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Muratara tahun anggaran 2019-2020 ini penyidik telah menetapkan delapan tersangka.

Kedelapan tersangka tersebut yakni, Munawir Ketua Komisioner Bawaslu Muratara, M Ali Asek anggota Bawaslu Muratara, Paulina anggota Bawaslu Muratara, SZ Bendahara Bawaslu Muratara, dan Kukuh Reksa Prabu Staf Bawaslu Muratara.

Kemudian, Tirta Arisansi, Hendrik dan Aceng Sudrajat, ketiganya saat itu merupakan Kordinator sekretariat (Korsek) Bawaslu Kabupaten Muratara.

Dari para tersangka yang telah diamankan, penyidik Kejari telah mengamankan beberapa barang bukti diantaranya dokumen yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan dana hibah tersebut.

“Dari hasil audit BPKP Sumsel ditemukan kerugian negara sebesar Rp. 2,51 Miliar, atas perbuatan para tersangka dikenakan pasal 2 dan pasal 3 Undang-undang tindak pidana korupsi,” ujarnya.(rdw)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

More in Kriminal

Trending

Terkini

LinggauKlik

To Top