Connect with us

Enam Bulan Buron, Satu Kawanan Pengeroyok di Ringkus di Tempat Persembunyian

Kriminal

Enam Bulan Buron, Satu Kawanan Pengeroyok di Ringkus di Tempat Persembunyian

MURATARA LK – Satu dari empat terduga pelaku pengeroyokan dan pemerasan terhadap, Kusno (69), warga Desa Biaro Baru, Kecamatan Karang Dapo, Kabupaten Muratara, diringkus petugas Polsek Karang Dapo.

Tersangkannya ialah, Henra alias Hen (29) warga Desa Rantau Kadam, Kecamatan Karang Dapo, Kabupaten Muratara.

Buruh ini diringkus ditempat persembunyiannya disalah satu rumah Sungai Jernih, Desa Rantau Kadam, sekitar pukul 04.00 WIB, Jumat (6/9/2019).

Sedangkan tiga rekannya, berinisial MB, DI dan JI saat ini masih dilakukan pengejaran petugas Polsek Karang Dapo dan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

Diduga pengeroyokan yang dilakukan tersangka bersama dengan ketiga rekannya di Kelurahan Karang Dapo, Kecamatan Karang Dapo, sekitar pukul 21.00 WIB, Senin (25/3/2019), lalu.

Kapolres Mura, AKBP Suhendro melalui Kapolsek Karang Dapo, AKP Darmawan didampingi Kanit Reskrim, Aipda Manik saat dikonfirmasi membenarkan telah meringkus satu dari empat tersangka terduga pengeroyokan terhadap korban.

“Benar, satu tersangka sudah kami tahan, sedangkan tiga rekannya masih kami lakukan pengejaran,” kata Suhendro melalui Darmawan didampingi Manik, Jumat (6/9/2019).

Kapolsek menjelaskan, tersangka diringkus bermula saat anggota mendapatkan informasi dari warga bahwa tersangka sedang berada di Sungai Jernih, Desa Rantau Kadam.

Kemudian, anggota langsung melakukan penyelidikan dan dmelakukan pengejaran sekaligus melakukan penangkapan terhadap tersangka.

Lalu, dengan mudah tersangka berhasil ditangkap   tanpa melakukan perlawanan dan saat dilakukan interogasi, tersangka mengakui perbuatannya selanjutnya tersangka digelandang ke Mapolsek Karang Dapo guna dilakukan penyidikan lebih lanjut.

“Tersangka mengakui perbuatannya, mengeroyok korban,” jelas kapolsek.

Lebih lanjut, kapolsek menjelaskan, perkara pengeroyokan terjadi bermula, korban dituduh para pelaku telah melakukan tabrak lari padahal tuduhan tersebut tidak pernah terjadi.

Diduga pelaku emosi, dan mengeroyok korban dengan cara memukul korban, akibatnya korban mengalami luka akibat penganiyaan atau  kekerasan.

Tidak sampai disitu saja, diduga pelaku juga memeras korban dengan cara meminta uang kepada korban senilai Rp 1 juta, akan tetapi karena korban tidak punya uang, sehingga korbab menyerahkan uang senilai Rp 100 ribu kepada pelaku didalam kondisi ketakutan.

Aibat peristiwa tersebut korban mengalami terganggu kesehatannya dan mengalami kerugian atas pemerasan dan ancaman para pelaku.

“Maka dari itula, kami meringkus tersangka. Begitu juga preman jalanan, kami akan tindak tegas apabila meresahkan warga,”tutupnya.(Roem)

 

Click to comment

Apa Komentarmu

More in Kriminal

Trending

Terkini

Follow me on Twitter

LinggauKlik

To Top