Connect with us

Bisnis Beras Malah Antarkan SA Nginap Dipenjara‎

Kriminal

Bisnis Beras Malah Antarkan SA Nginap Dipenjara‎

MUSI RAWAS LK-SA (29) seorang wanita asal warga Desa Tanjung Sanai, Kecamatan Padang Ulak Tanding, Kabupaten Rejang Lebong, terpaksa harus mendekam dibalik jeruji besi Mapolsek Terawas, sekitar pukul 20.00 WIB, Rabu (12/12/2018).

Tersangka diringkus polisi diduga, terlibat perkara penggelapan/penipuan beras milik, Ajum (38), warga Kelurahan Sumber Harta, Kecamatan Sumber Harta, Kabupaten Mura, sekitar pukul 14.00 WIB, Selasa (13/11/2018) lalu.

Kapolres Mura, AKBP Suhendro melalui Kapolsek Terawas, Iptu Haerudin saat dikonfirmasi membenarkan, telah meringkus seorang wanita lantaran diduga terlibat perkara penipuan.

“Tersangka berinisial, SA, saat ini tersangka sudah kita tahan dipolsek,” kata Haerudin, Jumat (14/12/2018).

Haerudin menjelaskan, tersangka diringkus di kota Lubuklinggau disalah satu rumah teman korban.

Saat itu, ‎korban dan tersangka berjanji untuk saling bertemu dan saat itula tersangka diamankan.

Saat diamankan tersangka mengakui perbuatannya yang menggelapkan uang setoran penjualan beras milik korban dengan alasan uang tersebut digunakan tersangka untuk membayar hutang.

“Saat kami ringkus dilakukan introgasi, tersangka mengakui perbuatannya,” jelas kapolsek.

Lebih lanjut, kapolsek menjelaskan,  kejadian dugaan pengelapan/penipuan bermula‎ saat tersangka mengajak korban berbisnis dagang beras dengan mengiming-imingi ada pembeli beras seharga Rp. 11.000.

Awalnya bisnis tersebut berjalan lancar mulaidari 31 Oktober 2018, namun pada 13 November 2018 hingga28 November 2018 sebanyak delapan kali pengambilan, penyetoran uang penjualan beras tersebut belum disetorkan tersangka.‎

Tersangka berdalih bahwa uang setoran masih macet/belum dibayarkan pembeli, sampai akhirnya korban menemui HR dan didapat keterangan dari HR bahwa setiap beras yang diantarkan/dijualkan kepada pembeli selalu dibayarkan cash dan untuk harga yang jual beras-beras tersebut menurut HR dijualkan tersangka kepada pembeli berkisar harga Rp. 9.000.

Dimana harga tersebut tidak sesuai dengan harga jual yang dikatakan tersangka, maka dari itu korban melaporkan tersangka ke Mapolsek Terawas.(Roem Royen)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Apa Komentarmu

More in Kriminal

Trending

Terkini

RSS ANDROID NEWBIE ID

LinggauKlik

To Top