Connect with us

Berkas Rampung, Penyidik Akan Limpahkan Berkas Tersangka KTNA Pada Penuntut Umum

Foto tersangka saat digelandang ke tahanan Lapas Kelas IIA Lubuklinggau

Kriminal

Berkas Rampung, Penyidik Akan Limpahkan Berkas Tersangka KTNA Pada Penuntut Umum

LUBUKLINGGAU,LK-Berkas tersangka kasus dugaan korupsi dana Hibah dari Pemerintah Kabupaten Musi Rawas (Mura) untuk pekan Nasional (Penas)  Catur Handoko dinyatakan selesai ditingkat penyidikan dan akan segera dilimpahkan untuk tahap dua ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Tersangka Catur Handoko adalah Ketua Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Musirawas.

Kepala Kejari Lubuklinggau, Willy Ade Chaidir, melalaui Kasi Pidsus Yuriza Antoni mengatakan berkasnya saat ini sudah rampung.

“Dalam waktu dekat penyidik akan menyerahkan tersangka dan barang bukti kepada JPU,”kata Yuriza Antoni kepada wartawan, Rabu (15/9/2021).

Dijelaskan dia l, setelah diterimah JPU, JPU akan meneliti berkasnya, dan apabila sudah dinyatakan lengkap, lanjut berkas tersangka akan dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Palembang, untuk agenda sidang.

Seperti diketahui, tersangka Catur Handoko menjadi tersangka dalam kasus dugaan Korupsi Dana Hibah dari Pemerintah Kabupaten Mura, untuk pekan Nasional (Penas) KTNA ke XVI.

Catur ditetapkan tersangka oleh tindak pidana Korupsi pada tanggal 13 Juli 2021.

Dalam kasus dana hibah ini, dari hasil audit BPK, dalam kasus ini negara mengalami kerugian sekitar Rp.477 juta.

Dan akibat perbuatannya, yang bersangkutan disangkakan Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor).

Sebelumnya bahwa Tim Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuklinggau meminta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Sumsel, untuk melakukan audit secara langsung yang difasilitasi Kejari Lubuklinggau. Yang juga saat itu dihadirkan Ketua Kontak Tani dan Nelayalan Andalan (KTNA) Musi Rawas (Mura), Catur Handoko.

Dan saat itu masih pada tahap audit oleh BPKP, Kita berharap BPKP sesegera mungkin menyerahkan hasil audit dan bila ada kerugian negara, maka akan mencari siapa yang bertanggung jawab, dan hari ini Kamis (10/6/2021) Catur Handoko menyerahkan barang bukti ke Kejaksaan secara langsung.

Diketahui kasus dugaan korupsi ini mencuat dan dilakukan pemeriksaan karena menyangkut anggaran hibah KTNA Mura senilai Rp1, 075 miliar.

Dana tersebut diperuntukan kegiatan Pekan Nasional (PENAS) 2020 di Sumatera Barat (Sumbar). Namun kegiatan tersebut batal digelar lantaran adanya Pandemi Covid-19, sementara uang hibah tesebut belum dikembalikan ke kas negara hingga saat ini.(rdw)

Click to comment

Apa Komentarmu

More in Kriminal

Trending

Terkini

RSS ANDROID NEWBIE ID

LinggauKlik

To Top