Connect with us

Bejat, Sejak SD Hingga SMP, Ayah Perkosa Anak Tiri Berulang Kali

Kriminal

Bejat, Sejak SD Hingga SMP, Ayah Perkosa Anak Tiri Berulang Kali

*Kejadian Sejak Mei 2021 dan Juli 2021, namun pada Agustus 2021, korban melaporkan kejadian yang dialaminya kepada ibunya.

*Tersangka Diancam Maksimal Tahun Penjara dan Denda Maksimal Rp 5 Miliar

 

MUSI RAWAS LK-Bukannya melindungi dan menyayangi anak, walaupun statusnya anak tiri, namun malah melakukan tindakan bejat yakni memperkosanya.

Ironisnya tindakan layaknya binatang tersebut dilakukan terhadap anaknya masih dibawah umur (16), yang masih duduk VIII SMP, sebut saja, Bunga.

Yang lebih bejatnya lagi perbuatan tersebut diduga dilakukan berkali-kali hingga empat kali, saat korban duduk dikelas VI SD hingga VIII SMP.

Itula yang diduga dilakukan, Giono (38), warga Kelurahan Bangunjaya, Kecamatan BTS Ulu, Kabupaten Mura.

Akhirnya, tersangka dibekuk, anggota Polsek BTS Ulu, dirumah keluarganya di Kelurahan Bangunjaya, Kecamatan BTS Ulu, Kabupaten Mura, sekitar pukul 20.30 WIB, Sabtu (21/8/2021).

Aksi yang tidak patut dicontoh tersebut terjadi pada, Mei 2021 dan Juli 2021, namun pada Agustus 2021, korban melaporkan kejadian yang dialaminya kepada ibunya.

Kapolres Mura, AKBP Efrannedy melalui Kapolsek BTS Ulu, AKP Hendri Agus saat dikonfirmasi mengatakan bahwa, tersangka dibekuk dirumah keluarganya masih di Kelurahan Bangunjaya, Kecamatan BTS Ulu.

“Saat kami bekuk, tersangka tidak melakukan perlawanan, saat diintrogasi tersangka mengakui perbuatannya dan siap menerima hukuman, selanjutnya tersangka diserahkan ke Mapolres Mura,” kata AKP Hendri sapaanya.

Kapolsek menjelaskan, tersangka dibekuk bermula saat anggota mendapatkan informasi dari warga bahwa yang bersangkutan berada dirumah keluarganya di Kelurahan Bangunjaya.

Berbekal informasi itu, anggota langsung meluncur kelokasi, setiba dilokasi anggota meringkus tersangka tanpa melakukan perlawanan.

“Saat kami intrograsi, tersangka mengakui perbuatannya,” jelas perwira yang perna menjadi bagian Propam Polda Sumsel ini.

Lebih lanjut, Kapolsek menjelaskan, dari hasil introgasi aksi pemerkosaan terjadi pertama saat korban duduk di kelas VI SD, kedua korban duduk kelas VII SMP dirumah korban.

Kemudian, ketiga pada Mei 2021, terjadi dirumah korban dan yang terakhir pada Juli  2021, sekitar 16:00 WIB, dirumah korban.

Selanjutnya korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek BTS Ulu, untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Tersangka melanggar pasal 81 UU RI No 17 Th 2016, tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU No. 01 tahun 2006 tentang perubahan kedua UU No 23 th 2002 tentang perlindungan anak dan atau pasal 332 KUHP, dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp 5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah),” tutupnya.(Roem)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Apa Komentarmu

More in Kriminal

Trending

Terkini

RSS ANDROID NEWBIE ID

LinggauKlik

To Top